Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

  2. Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

  3. Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

  4. Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

  5. Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. PMI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Analisis Data Iklim dan Sistem Peringatan Dini

PMI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Analisis Data Iklim dan Sistem Peringatan Dini

Foto profil Alvin Pradana
Penulis: Alvin Pradana
12 September 2026, 23.14 WITA Editor: Rina Maharani
6 menit baca
PMI Perkuat Kesiapsiagaan

SUKABUMI, JurnalPost.com — Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat kapasitas relawan dan para pemangku kepentingan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi melalui peningkatan pemahaman terhadap data iklim dan sistem peringatan dini.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan Analisis Data Iklim dan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) selama dua hari yang diselenggarakan PMI Kota Sukabumi sebagai bagian dari Open River Cam Pilot Research, dengan dukungan American Red Cross (AmCross).

IKLAN

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam memahami informasi iklim, mengidentifikasi potensi risiko bencana, serta menerjemahkan data pemantauan menjadi langkah kesiapsiagaan dan tindakan dini.

dos1
Baca Juga

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Peserta berasal dari berbagai tingkatan jaringan PMI, mulai dari PMI Kota Sukabumi, PMI Provinsi Jawa Barat, PMI Pusat, hingga American Red Cross.

Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta guru dari sekolah-sekolah yang telah dilengkapi perangkat pemantauan curah hujan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kemanusiaan, pemerintah, pengelola sumber daya air, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun sistem peringatan dini yang efektif.

Memahami Risiko Bencana Hidrometeorologi

Pelatihan menghadirkan dua pakar dari IPB University, yakni Prof. Dr. Muh. Taufik, S.Si., M.Si., Guru Besar Hidrologi pada Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Dr. I Putu Santikayasa, peneliti Departemen Geofisika dan Meteorologi sekaligus Direktur Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific (CCROM-SEAP).

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari karakteristik berbagai jenis bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem.

Prof. Muh. Taufik menjelaskan bahwa setiap jenis bencana memiliki karakteristik dan faktor pemicu yang berbeda. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut dinilai penting agar langkah kesiapsiagaan dapat disesuaikan dengan risiko yang dihadapi masyarakat.

PMI

Akumulasi curah hujan yang tinggi dalam periode tertentu, misalnya, dapat meningkatkan risiko banjir. Sementara hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat memperbesar limpasan permukaan dan memicu banjir bandang.

Hujan yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat meningkatkan tingkat kejenuhan tanah sehingga memperbesar potensi terjadinya longsor.

IPB University Edukasi Ibu Balita
Baca Juga

Menenun Harapan Bebas Stunting dari Saung AEWO Mulyaharja, IPB University Edukasi Ibu Balita tentang Gizi dan PHBS

“Memahami karakteristik bencana penting agar kita tidak hanya merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengenali potensi ancaman sejak lebih awal,” kata Prof. Muh. Taufik.

Ia juga memperkenalkan konsep bankfull flow, yaitu kondisi ketika muka air telah mendekati kapasitas maksimum saluran sungai.

Ketika debit sungai melebihi kapasitas tersebut, air dapat meluap ke wilayah dataran banjir di sekitarnya.

Menurutnya, pemantauan curah hujan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sungai serta karakteristik daerah aliran sungai di sekitarnya.

Analisis Data Iklim

“Kita tidak hanya perlu melihat curah hujannya, tetapi juga bagaimana hujan tersebut memengaruhi kondisi sungai dan wilayah di sekitarnya,” ujarnya.

Peserta juga mempelajari karakteristik kekeringan yang dapat muncul akibat defisit curah hujan dalam jangka panjang dan selanjutnya berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat.

IKLAN

Pendekatan serupa juga diperlukan dalam menilai risiko kebakaran hutan dan lahan serta cuaca ekstrem. Kondisi atmosfer, suhu, kelembapan, curah hujan, dan ketersediaan bahan yang mudah terbakar dapat saling berinteraksi dan meningkatkan potensi bencana.

Mengubah Data Iklim Menjadi Peringatan Dini

Dr. I Putu Santikayasa memberikan materi mengenai penerapan Sistem Peringatan Dini berbasis informasi curah hujan.

Ia menekankan bahwa pengumpulan data iklim saja belum cukup. Data tersebut perlu diolah dan diterjemahkan menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.

“Data iklim perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Hal ini merupakan bagian penting dari sistem peringatan dini yang efektif,” kata Santikayasa.

Menurutnya, sistem peringatan dini tidak hanya bergantung pada keberadaan alat pemantauan. Sistem tersebut mencakup rangkaian proses yang saling terhubung, mulai dari pemantauan, analisis data, penyebaran peringatan, komunikasi risiko, hingga tindakan dini.

Peralatan pemantauan curah hujan yang dipasang di sejumlah sekolah di Sukabumi diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan pengamatan lokal untuk memberikan informasi tambahan mengenai kondisi hujan dan cuaca.

Keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan dan pemanfaatan perangkat pemantauan.

Data yang dihasilkan dari peralatan tersebut nantinya dapat menjadi informasi tambahan bagi lembaga dan pihak terkait dalam menilai kemungkinan terjadinya banjir, longsor, atau bencana hidrometeorologi lainnya.

Menghubungkan Data Ilmiah dengan Masyarakat

Program tersebut juga menekankan pentingnya menghubungkan informasi ilmiah dengan kondisi nyata di lapangan.

Sistem Peringatan Dini

Relawan PMI memiliki peran dalam membantu menerjemahkan informasi teknis mengenai iklim dan risiko bencana menjadi pesan yang lebih mudah dipahami dan ditindaklanjuti oleh masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah, pengelola sumber daya air, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat berkontribusi melalui kegiatan pemantauan, analisis, koordinasi, serta pengambilan keputusan.

Kolaborasi antara PMI, American Red Cross, IPB University, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat mendorong pendekatan kesiapsiagaan bencana yang lebih berbasis data.

Informasi curah hujan dari berbagai titik pemantauan dapat dianalisis dan dibagikan kepada pihak terkait sebagai bahan tambahan dalam meningkatkan kesiapsiagaan ketika risiko banjir, longsor, kekeringan, atau bencana lainnya mulai meningkat.

Bencana hidrometeorologi masih menjadi salah satu ancaman yang dihadapi banyak wilayah, sehingga kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi iklim menjadi semakin penting.

Melalui pelatihan ini, PMI berupaya meningkatkan kapasitas relawan dan mitra dalam menggunakan informasi iklim untuk pemantauan risiko, penyusunan rencana kesiapsiagaan, penyebaran peringatan dini, serta pengambilan keputusan di tingkat masyarakat.

Pada akhirnya, sistem peringatan dini diharapkan tidak berhenti pada proses pengumpulan data semata.

Data curah hujan perlu diolah menjadi informasi, informasi diterjemahkan menjadi peringatan, dan peringatan tersebut harus dapat mendorong tindakan dini sebelum potensi bahaya berkembang menjadi bencana.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pmi-perkuat-kesiapsiagaan-bencana-melalui-analisis-data-iklim-dan-sistem-peringatan-dini/97667/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 05.59 WITA

  • #IPB University
  • #PMI Kota Sukabumi
  • #Palang Merah Indonesia
  • #analisis data iklim
  • #bencana hidrometeorologi
  • #kesiapsiagaan bencana
  • #sistem peringatan dini

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

Pilihan Editor

  1. 1 Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. 4

    Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

  5. 5

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.