“Mau tidak mau kita harus berani membuka fakultas kedokteran umum yang baru. Selain itu, kita juga masih kekurangan dokter gigi, sehingga penguatan di bidang farmasi dan teknologi kesehatan juga sangat diperlukan,” ujar Prasetyo di Istana, Jakarta.Menurutnya, penguasaan teknologi kesehatan semakin penting mengingat peralatan medis modern kini berbasis teknologi canggih. Selain membuka fakultas baru, Prabowo juga meminta fakultas kedokteran yang sudah ada untuk meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa, baik untuk program dokter umum maupun pendidikan dokter spesialis.
“Ada dua langkah utama yang dibahas terkait kekurangan dokter dan tenaga kesehatan,” jelas Prasetyo.Ia menambahkan, pemerintah juga mempertimbangkan opsi memperluas kapasitas fakultas kedokteran di universitas yang telah memilikinya. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan pendirian fakultas kedokteran baru di kampus yang belum memiliki program studi tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah tengah merencanakan skema beasiswa penuh bagi mahasiswa fakultas kedokteran.
“Program ini direncanakan berbasis full scholarship atau beasiswa penuh,” katanya.Sebelumnya, Prasetyo menyebut salah satu alasan utama Presiden mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar adalah untuk membahas solusi atas kekurangan dokter di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah memulai diskusi terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter nasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda