JurnalPost.com - Satrio Bagus Ing Ngalogo, siswa kelas 3 SD yang akrab dipanggil Satrio, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Medali Emas pada Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KoSSMI) 2026 bidang Matematika. Pencapaian ini menjadi istimewa karena Satrio mampu bersaing dan mengungguli banyak peserta dari jenjang yang lebih tinggi, termasuk siswa kelas 4 SD. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk berprestasi di bidang akademik, khususnya matematika.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh ABAK Academy ini berlangsung melalui tiga tahap seleksi ketat. Dimulai dari babak penyisihan pada Maret 2026, dilanjutkan semifinal pada April 2026, hingga babak final yang digelar pada 9-10 Mei 2026 di Universitas Telkom, Bandung. KoSSMI 2026 diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dari seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua.
Satrio mengaku tidak menyangka akan meraih medali emas, mengingat ada beberapa butir soal yang tidak sempat diselesaikan karena memang tingkat kesulitannya cukup tinggi. “Tidak ekspek karena ada soal yang tidak bisa saya isi, tapi Alhamdulillah masih rezeki bisa dapat emas,” ungkapnya dengan senyum bangga.
Kini, setelah meraih medali emas di kategori Level 1 (untuk jenjang kelas 3–4 SD), ada aturan khusus yang berlaku bagi Satrio untuk keikutsertaan di tahun mendatang. Sesuai ketentuan penyelenggara, pemenang emas di satu level tidak boleh kembali mengikuti kategori yang sama. Artinya, meski tahun depan Satrio masih berstatus siswa kelas 4 SD, ia wajib naik ke Level 2 yang diperuntukkan bagi siswa kelas 5–6 SD.
Meski harus menghadapi tantangan yang lebih berat dan bersaing dengan pelajar yang lebih tua dan lebih senior, Satrio tetap menunjukkan semangat yang tinggi dan sikap optimis. “Tidak apa-apa naik level, yang penting dapat pengalaman berharga dan belajar hal baru,” ujar Satrio dengan sederhana namun penuh keyakinan.
Prestasi Satrio Bagus Ing Ngalogo menjadi bukti nyata bahwa usia dan jenjang kelas bukan penghalang untuk berprestasi. Semangat belajar, kecintaan pada ilmu, serta keberanian menghadapi tantangan baru menjadikannya teladan bagi pelajar muda lainnya di Indonesia. Satrio kini bersiap melangkah lebih jauh, membawa nama baik dan semangat belajar yang tak pernah padam ke ajang kompetisi berikutnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda