Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Sekum PP ISNU Wardi Taufik: Tayangan Trans7 Telah Lukai Marwah Pesantren

Sekum PP ISNU Wardi Taufik: Tayangan Trans7 Telah Lukai Marwah Pesantren

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
15 Oktober 2025, 15.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
ISNU Wardi Taufik

JurnalPost.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Wardi Taufik, mengecam keras tayangan program “Xpose Uncensored” Trans7 yang dianggap menciptakan persepsi menyesatkan tentang pesantren. Ia menilai, penggambaran visual seperti santri “ngesot” dan narasi simbolik tentang “amplop” mencoreng martabat pesantren sebagai pusat pendidikan dan peradaban. “Cara mereka menyajikan relasi kiai dan santri tidak hanya tidak proporsional, tetapi juga melukai nilai adab dan khidmah yang sudah ratusan tahun dijaga,” tegas Wardi.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar institusi keagamaan, melainkan benteng moral bangsa. “Pesantren itu tempat lahirnya karakter dan martabat. Ketika media menggambarkannya dengan cara yang dangkal, mereka sama saja merusak kepercayaan publik terhadap warisan peradaban,” ujar Wardi.

IKLAN

Ia menekankan bahwa hubungan kiai dan santri tidak pernah bisa dipahami secara kasat mata. “Itu bukan relasi ritual atau akademik biasa, itu hubungan ruhani, hubungan pembentukan jiwa,” tambahnya.

Muktamar NU Gus Yusuf
Baca Juga

Muktamar NU Memanas, Aturan Masa Iddah Politik 1 Tahun Picu Protes Pendukung Gus Yusuf

Wardi menilai tayangan tersebut tidak hanya gagal memahami kultur pesantren, tetapi juga berbahaya secara sosial.

“Narasi semacam ini bisa memicu stigma. Nanti masyarakat awam mengira pesantren penuh praktik aneh dan tidak rasional. Padahal, pesantren adalah pusat ilmu dan kebangsaan,” ucapnya. Ia menyebut bahwa media seharusnya membangun pemahaman, bukan menebar sensasi.

IKLAN

Atas peristiwa ini, PP ISNU mendesak Trans7 segera menarik episode tersebut dari seluruh platform digital.

“Tayangan itu harus ditarik, tidak cukup hanya diam. Harus ada klarifikasi etik dan permintaan maaf,” kata Wardi. Menurutnya, koreksi publik merupakan bagian dari tanggung jawab media terhadap harmoni sosial dan keberagaman. “Kebebasan berekspresi tidak berarti bebas melukai,” ujarnya menegaskan.

Muktamar NU ke-35
Baca Juga

Muktamar NU di Persimpangan: Antara Tradisi Pesantren dan Tuntutan Zaman

Selain itu, Wardi juga mendorong Trans7 untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan langkah konstruktif.

“Kalau memang ingin mengulas pesantren, buatlah dokumenter yang benar. Tunjukkan bagaimana pesantren membangun SDM, mendidik generasi, bahkan masuk dalam arus digitalisasi pendidikan Islam,” katanya. Ia menegaskan bahwa pesantren kini bukan lembaga tertutup, melainkan aktor penting dalam pembangunan bangsa.

ISNU pun meminta campur tangan regulator media. “KPI dan Dewan Pers harus turun. Ini bukan sekadar soal tayangan kontroversial, ini soal pelanggaran etik jurnalistik, yakni tidak akurat juga tidak berimbang,” tegas Wardi. Ia mengingatkan bahwa tema keagamaan dan kebudayaan memerlukan kepekaan tinggi.

Di akhir pernyataannya, Wardi menyerukan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi dunia penyiaran. “Kami tidak anti kritik. Tapi narasi yang melukai itu berbeda dengan kritik. Jangan jadikan pesantren komoditas sensasi,” tuturnya. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga marwah pesantren sebagai warisan peradaban bangsa. “Kalau marwah pesantren rusak, yang terguncang bukan hanya umat, tetapi fondasi moral bangsa,” tutupnya.

Puisi Sukmawati, Ketua Muslimat NU Sulsel Himbau Umat Islam Makassar
Baca Juga

Puisi Sukmawati, Ketua Muslimat NU Sulsel Himbau Umat Islam Makassar

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/sekum-pp-isnu-wardi-taufik-tayangan-trans7-telah-lukai-marwah-pesantren/86901/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.04 WITA

  • #Nahdlatul Ulama
  • #PP ISNU
  • #Trans7
  • #Xpose Uncensored

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.