JURNALPOST.COM - Pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai sebagai sebuah langkah yang sangat strategis untuk menjadi acuan penentuan kebijakan pemerintah ke depannya, untuk itu, petugas sensus diminta agar bersikap profesional dalam bekerja. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, usai menjadi Inspektur Upacara pada Apel Siaga Sensus Ekonomi 2016, di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur, Senin (21/3).
"Tidak lama lagi, kira-kira enam minggu ke depan, kita akan memasuki tahap paling penting Sensus Ekonomi 2016, yaitu pencacahan lapangan. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai," kata Syahrul
Syahrul mengatakan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2016 ini sangat penting dan bermanfaat. Bukan hanya bagi pemerintah atau pelaku usaha, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Data Sensus Ekonomi 2016 ini juga dikatakannya dapat memotret daya saing bisnis di Indonesia dan menentukan posisi perekonomian Indonesia diantara negara-negara di kawasan regional maupun internasional.
"Hal ini menjadi penting mengingat bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang sudah barang tentu harus diantisipasi dan disikapi secara cermat dan cerdas. Dalam konteks ini, data Sensus Ekonomi 2016 menjadi sangat strategis dan krusial," ujarnya.
Sensus Ekonomi 2016, lanjut Syahrul, adalah kegiatan massif karena mencakup semua lapangan usaha, seluruh skala usaha kecuali sektor pertanian, yang diperkirakan mencapai 24 juta usaha atau perusahaan, dan akan melibatkan 340 ribuan petugas yang direkrut berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
Sehingga, kualitas para petugas harus benar-benar terjamin karena merekalah yang akan langsung berhadapan dengan para responden untuk mengumpulkan data.
"Kualitas petugas Sensus Ekonomi 2016 sangat menentukan kualitas data yang mereka kumpulkan. Semua kepentingan lain yang bersifat kontraproduktif terhadap Sensus Ekonomi 2016, tidak boleh ada," tegasnya.
Syahrul menambahkan, petugas yang tangguh, jujur, dan profesional akan menghasilkan data yang berkualitas. Ia juga akan meminta bantuan kepada semua jajaran lurah, camat, serta aparat keamanan untuk ikut membantu agar kerja petugas sensus di lapangan bisa berjalan optimal.
"Jangan sampai ada data yang dikarang-karang yang hanya untuk memenuhi target. Kalau input datanya jelek, tidak mungkin hasilnya baik. Karena itu, perbaiki data. Camat dan lurah harus membantu agar petugas di lapangan bisa bekerja," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan, untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 ini, pihaknya menurunkan sekitar 8000 personil yang tersebar di 24 kabupaten dan kota yang ada di Sulsel.
Personil tersebut meliputi petugas pencacah lapangan, pengawas, instruktur daerah, dan instruktur nasional secara berjenjang.
"Sensus Ekonomi ini akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei. Sensus Ekonomi ini akan meliputi semua sektor usaha, kecuali pertanian. Jadi, sensusnya akan dilakukan mulai dari skala usaha yang paling kecil, misalnya penjual kue yang membuat kue di rumah," kata Nursam.
Nursam juga berharap, para pelaku usaha yang akan disensus untuk bisa memberikan data riil pada petugas pencacah yang akan turun ke lapangan.
"Kami berharap agar semua pelaku usaha memberikan data riil berdasarkan fakta sesuai kondisi usaha mereka masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, data yang riil sangat penting untuk didapat agar data yang diperoleh dalam Sensus Ekonomi ini adalah data yang benar-benar berkualitas, sehingga perencanaan pembangunan perekonomian bangsa ke depan bisa lebih akurat.
"Data riil dan basis data yang valid akan mendukung dalam menghasilkan perencanaan perekonomian yang baik," tutupnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda