BOJONEGORO, JurnalPost.com - Bagi anak-anak, uang saku sering kali identik dengan membeli jajanan atau mainan. Namun, di balik kebiasaan sederhana itu, orang tua memiliki kesempatan untuk mengajarkan sesuatu yang lebih penting, yakni bagaimana mengelola uang sejak usia dini.
Membiasakan anak menyisihkan sebagian uang sakunya untuk ditabung menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Tidak harus dalam jumlah besar, kebiasaan ini bisa dimulai dari uang yang tersisa setelah kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Hal tersebut juga menjadi perhatian Nana, salah seorang orang tua sekaligus nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Bojonegoro, Jawa Timur. Ia berupaya mengenalkan kebiasaan menabung kepada anak agar tidak terbiasa menghabiskan seluruh uang saku untuk jajan.
Menurut Nana, mengajarkan anak mengelola uang bukan perkara yang bisa dilakukan secara instan. Orang tua perlu memberikan pemahaman secara bertahap dengan cara yang mudah dimengerti.
“Anak perlu diajari sejak kecil bahwa uang saku tidak harus dihabiskan untuk jajan. Saya ingin anak belajar menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung. Memang harus dibiasakan pelan-pelan, karena anak masih perlu diarahkan oleh orang tua,” ungkap Nana.
Belajar Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Nana menilai kebiasaan menabung tidak hanya mengajarkan anak menyimpan uang. Lebih dari itu, anak juga bisa memahami bahwa setiap keinginan membutuhkan usaha dan perencanaan.
Misalnya, ketika anak ingin membeli mainan, orang tua dapat mengajaknya menghitung berapa uang yang perlu dikumpulkan. Dengan begitu, anak belajar menunda keinginan dan menyisihkan sebagian uang secara rutin.
Cara tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
“Orang tua dapat memberikan contoh dengan menabung secara rutin, mengajak anak menyisihkan uang saku, serta menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan menggunakan bahasa yang mudah dipahami,” imbuhnya.
Menurutnya, contoh langsung dari orang tua memiliki peran penting. Anak akan lebih mudah memahami kebiasaan menabung apabila melihat aktivitas serupa dilakukan dalam kehidupan keluarga.
Mengenalkan Tabungan BRI Junio kepada Anak
Selain menabung secara sederhana di rumah, orang tua juga dapat mulai mengenalkan layanan perbankan kepada anak.
Salah satu produk yang dapat digunakan adalah BRI Junio, tabungan dari Bank Rakyat Indonesia yang ditujukan untuk nasabah anak-anak dengan persyaratan sesuai kelompok usia.
Melalui layanan tersebut, orang tua dapat mendampingi anak mengenal cara menyimpan uang di bank sekaligus membangun kebiasaan menabung secara lebih terarah.
Meski demikian, penggunaan rekening tabungan anak tetap memerlukan pendampingan orang tua, terutama dalam memahami tujuan menabung dan penggunaan layanan perbankan.
Bagi Nana, hal terpenting bukan semata-mata jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, melainkan kebiasaan anak untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten.
“Kebiasaan menabung juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar disiplin dan bertanggung jawab. Misalnya, ketika anak ingin membeli mainan atau barang tertentu, orang tua dapat mengajaknya menentukan target tabungan dan menyisihkan uang secara berkala,” ujarnya.
Kebiasaan Kecil untuk Masa Depan
Mengenalkan kebiasaan menabung sejak kecil juga dapat menjadi bagian dari pendidikan keuangan di lingkungan keluarga.
Anak yang terbiasa menyisihkan uang berkesempatan belajar tentang kesabaran, disiplin, dan pentingnya membuat keputusan sebelum membelanjakan uang.
Orang tua dapat memulai dari langkah sederhana, seperti menyediakan tempat tabungan di rumah, menetapkan target bersama anak, atau mengajak anak melihat perkembangan uang yang telah dikumpulkan.
Pendekatan ini diharapkan membuat anak memahami bahwa menabung bukan sekadar kewajiban, melainkan kebiasaan yang memiliki manfaat bagi dirinya sendiri.
“Literasi keuangan yang dikenalkan sejak kecil diharapkan menjadi bekal agar anak mampu mengelola uang secara bijak di masa mendatang,” harap Nana.
Bagi Nana, membangun kebiasaan menabung memang membutuhkan kesabaran. Namun, melalui pendampingan yang konsisten, anak diharapkan tumbuh dengan pemahaman bahwa uang tidak harus selalu dihabiskan, tetapi juga dapat disimpan untuk memenuhi kebutuhan pada masa mendatang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda