
PANGKEP, JURNALPOST - Langkah mediasi dilakukan pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pangkep terkait keberadaan anak yatim asal Timor Leste bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) tgl 17 september 2019
Ketua PDA Pangkep, Sri Hajati Fachrul menjelaskan bahwa, mediasi dilakukan setelah beredar di media sosial terkait anak yatim asal Timor Leste yang mengontrak rumah di Pangkep. Menurutnya, anak yatim tersebut pernah tinggal di Panti Asuhan Hj Andi Hudayah Mawaddah Warahmah Aisyiyah Cabang Labakkang.
"Anak ini awalnya tinggal di Panti asuhan selama empat bulan. Namun mereka keluar dari panti karena mengikuti Ibu Dapur panti asuhan. Namun setelah dimediasi anak panti ini bersedia kembali ke orangtuanya masing-masing," tuturnya.
Dijelaskan bahwa, dari hasil mediasi itu disepakati agar anak tersebut dikembalikan ke orang tuanya.
"Dari Hasil mediasi ini telah ditandatangani surat pernyataan bahwa eks Ibu Dapur panti memang keluar dari panti asuhan karena Masalah Internal atau keinginan sendiri dan membawa anak panti tersebut," ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga menyebut, telah ada kesepakatan untuk mengembalikan anak panti asal Timor Leste ke orang tua masing-masing yang bertempat di Kabupaten Mamuju. Pihak PDM dan PDA Pangkep khawatir jika anak-anak itu menjadi korban eksploitasi jika dibiarkan saja seperti itu.
"Ini mereka yang dari Timor Leste ada 12 orang. Sementara enam lainnya adalah anak kandung dari eks Ibu Dapur panti asuhan. Rencanya anak Panti ini akan dikembalikan ke Mamuju secara resmi oleh pihak panti asuhan dan akan dikembalikan ke panti asuhan apabila telah ada komunikasi dengan orang tua kandungnya di Mamuju, serta anak-anak ini bersedia kembali mengikuti aturan dan tata tertib panti asuhan," tuturnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda