Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Tantangan baru para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Tantangan baru para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Maret 2017, 14.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Tantangan baru para lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Foto Sarjana Pendidikan universitas Pancasakti Tegal

Tegal, Jurnal Post - Setiap tahun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meluluskan wisudawan asal Tegal dengan jumlah yang tak sedikit. Hal ini membuktikan betapa banyaknya peminat yang ingin menjadi guru. Namun kenyataan tersebut tak di barengi dengan lowongan kerja guru di setiap sekolah khususnya di kota Tegal.

Foto Sarjana Pendidikan universitas Pancasakti Tegal

IKLAN

Banyak di antara sarjana pendidikan yang mengaku sulit mendapatkan perkerjaan sebagai guru di sekolah. Faktor ini di sebabkan pemerintah membatasi jumlah guru akibat terlalu membludaknya profesi tersebut. Di sekolah swasta kota Tegal pun demikian, para yayasan hanya memberi kesempatan pendaftaran guru baru apabila sekolah benar-benar membutuhkannya. Alhasil, sejumlah alumni pendidikan tak jarang memilih banting stir bekerja di instansi lain yang lebih menjanjikan.

Guru bersama peserta didik
Baca Juga

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

“Jadi guru itu susah, harus punya orang dalam untuk masuk di sekolah, makanya banyak yang beralih ke instansi lain”, ujar Budi alumni FKIP UNS 2014

IKLAN

Budi mengaku banting stir ke instansi lain usai putus asa mencari sekolah sebagai naungan ia mengajar.

Di samping faktor jumlah guru yang masif , minimnya gaji guru untuk para pemula (honorer) juga mempengaruhi mereka banting stir. Jurnal Post mendata ada sejumlah alumni yang enggan bekerja sebagai guru karna faktor tersebut. Salah satunya di utarakan oleh Devi (25), alumnus PGSD UNNES 2013, senin (27/3).

“Masuk jadi guru susah, giliran di terima gajinya tak seberapa, sekolah swasta biasanya jadi pilihan karna gajinya lebih lumayan jika di bandingkan sekolah negeri, tapi tetap saja susah masuk ke sekolah tersebut tanpa adanya orang dalam, ini jadi alasan saya banting stir ke instansi non pendidikan”, pungkasnya.

Screenshot 2026 09 25 113421
Baca Juga

SATU KLIK: Ikhtiar Guru Menghidupkan Literasi di Ruang Digital

Dirinya menambahkan, tentunya ini PR pemerintah, kalau lah menjadi guru itu susah karna masalah limitasi, setidaknya gaji lah para guru honorer dengan gaji yang layak.

Ini merupakan tantangan baru bagi para fresh graduate FKIP yang berjiwa pendidik, mencari sekolah untuk mengajar itu sangat sulit. jika tak ada kesempatan mengajar di tempat tersebut, masih ada peluang lain untuk mengajar, seperti bimbel atau pun tempat kursus. Bila di jalani dengan penuh ketekunan, mereka juga dapat membuat bimbel sendiri lalu menciptakan lapangan pekerjaan untuk para alumni lain. (kb)

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/tantangan-baru-para-lulusan-fakultas-keguruan-dan-ilmu-pendidikan/3871/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.36 WITA

  • #FKIP
  • #Fakultas Keguruan
  • #Guru
  • #Imu
  • #kuliah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  4. 4

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.