Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Sosialisasikan Hasil Riset Pendidikan Inklusi di Surakarta

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Sosialisasikan Hasil Riset Pendidikan Inklusi di Surakarta

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
25 Juni 2026, 17.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Universitas Sebelas Maret

Surakarta, JurnalPost.com – Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Riset Pendidikan Inklusi 2026 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Pendidikan Inklusi di Kota Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di Taman Cerdas, Kecamatan Jebres, Surakarta, Rabu (24/6/2026), pukul 10.00–12.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pemaparan hasil penelitian terkait implementasi pendidikan inklusi di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan selama enam bulan di enam sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat, baik negeri maupun swasta.

IKLAN

Tim peneliti berjumlah tujuh orang yang diketuai oleh Rama Aji Prasetya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Adapun anggota tim terdiri dari Michelle Diva Shatrani, Muhammad Aji Saputra, Muhammad Rangga Aji S, Nandina Salsabila, Nurul Wildatun Ath T, dan Swastika Citra Endah P.

PHBS
Baca Juga

Pola Hidup Bersih dan Sehat, Antusiasme Remaja Ikuti Edukasi PHBS Bersama Mahasiswa UNS dan Posyandu Desa Wangen

Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan sejumlah temuan terkait kondisi aktual penyelenggaraan pendidikan inklusi di Kota Surakarta. Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa dari enam sekolah yang diteliti, tiga sekolah belum memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK). Kondisi ini membuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih sangat bergantung pada guru reguler maupun guru bimbingan konseling.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa adaptasi kurikulum dan penilaian telah dilakukan di beberapa sekolah. Bentuk adaptasi tersebut antara lain penyusunan soal ujian terpisah, penggunaan rapor berbeda, serta penyesuaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bagi ABK.

Dari sisi interaksi sosial, tim menemukan adanya hubungan yang cukup positif antara siswa reguler dan ABK. Budaya saling membantu dan menghargai dinilai mulai tumbuh, terutama di sekolah yang telah lebih lama menerapkan pendidikan inklusi.

Rejeban Ngrawan
Baca Juga

Rejeban Ngrawan: Syukur yang Dijaga, Tradisi yang Dihidupkan

Meski demikian, implementasi pendidikan inklusi di Surakarta masih menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan jumlah GPK, minimnya fasilitas fisik yang ramah disabilitas, belum tersedianya ruang sumber atau resource room, keterbatasan alat peraga adaptif, hingga kondisi gedung bertingkat yang belum sepenuhnya aksesibel bagi pengguna kursi roda.

Tim peneliti juga menyoroti belum meratanya penerapan kurikulum adaptif di sekolah. Pada sejumlah sekolah, pelaksanaan layanan inklusi masih sangat bergantung pada keberadaan GPK. Sementara itu, sebagian siswa masih harus membawa alat bantu sendiri karena fasilitas sekolah belum sepenuhnya memadai.

IKLAN

Dalam kegiatan sosialisasi, tim juga memaparkan materi mengenai pengertian dan pentingnya pendidikan inklusi, landasan hukum seperti UU Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, serta model layanan pendidikan inklusi seperti Program Pembelajaran Individual (PPI), model pull-out, Pelangi Center, program life skill, dan pengembangan diri.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari kalangan mahasiswa FKIP UNS. Dalam forum tersebut, peserta turut memberikan pandangan terkait pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan agar pelaksanaan pendidikan inklusi dapat berjalan lebih optimal.

Mahasiswa UNS
Baca Juga

Mahasiswa UNS Teliti Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Alternatif di SALAM Yogyakarta

Tim UNS

Ketua tim peneliti, Rama Aji Prasetya, berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan inklusi di Kota Surakarta.

“Semoga penelitian yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan inklusi di Kota Surakarta,” ujarnya.

Tim peneliti juga merekomendasikan agar sekolah yang belum memiliki GPK mendapatkan pelatihan khusus dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan penyediaan fasilitas ramah ABK serta dukungan anggaran bagi sekolah inklusi.

Menurut tim, beberapa praktik baik dari sekolah yang telah memiliki GPK, PPI terstruktur, program life skill, serta kemitraan dengan lembaga seperti Pelangi Center, SLBN, psikolog, dan program kerja sama seperti JICA/J-NET dapat menjadi model yang direplikasi di sekolah lain.

Tim juga menilai bahwa potensi prestasi dan kepercayaan diri ABK perlu terus dikembangkan. Salah satunya melalui program pengembangan diri yang lebih sistematis, termasuk bagi ABK yang memiliki prestasi di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Hasil penelitian ini rencananya akan dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta 3. Publikasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pendidikan inklusi yang lebih berpihak kepada peserta didik berkebutuhan khusus.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/tim-hibah-pembelajaran-berdampak-uns-sosialisasikan-hasil-riset-pendidikan-inklusi-di-surakarta/94900/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.46 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Universitas Sebelas Maret

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.