Jakarta, JurnalPost.com — Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Transformasi UMKM Berkelanjutan melalui Penguatan SDM, Digitalisasi, Inklusi Keuangan, dan Strategi Pemasaran dalam Mendukung Ekonomi Sirkular di Kelurahan Meruya Utara.” Kegiatan ini dilaksanakan di RPTRA Nusa Indah, Meruya Utara, Jakarta Barat, pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan melibatkan para pelaku UMKM setempat.
Program ini menjadi wujud kontribusi akademisi Universitas Mercu Buana dalam mendampingi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar mampu beradaptasi dengan tuntutan bisnis modern yang semakin menekankan keberlanjutan, efisiensi digital, keamanan transaksi, serta penguatan daya saing produk. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Universitas Mercu Buana, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Tim PKM Universitas Mercu Buana, perwakilan RPTRA, dan Lurah Meruya Utara.

Dalam kegiatan ini, para dosen Universitas Mercu Buana menyampaikan materi secara berurutan sesuai kebutuhan pengembangan UMKM. Materi pertama disampaikan oleh Riska Rosdiana, SE., M.Si, yang membahas implementasi sustainable finance sebagai strategi penguatan UMKM perempuan. Melalui materi ini, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan berkelanjutan agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh secara sehat.
Selanjutnya, Rachi Titi Ramadhani Sari, SE., MM memberikan pendampingan mengenai penetapan harga jual produk ramah lingkungan atau green product. Materi ini menekankan pentingnya pelaku UMKM memahami struktur biaya, nilai tambah produk, serta strategi harga yang sesuai dengan karakter produk berkelanjutan.
Topik digitalisasi menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini. Harefan Arief, SE., MM menyampaikan materi tentang transformasi digital melalui implementasi artificial intelligence dalam keberlanjutan bisnis UMKM. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung promosi, pelayanan pelanggan, ide konten, hingga efisiensi operasional usaha.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Nico Alexander Vizano, SE., MM, yang membahas penguatan SDM UMKM melalui digitalisasi dan praktik manajemen usaha berbasis keberlanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi UMKM tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola perubahan.
Dari sisi pembiayaan, Eko Tama Putra Saratian, SE., MM memaparkan alternatif pembiayaan tanpa riba bagi UMKM melalui skema ijarah. Materi ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan prinsip syariah serta kebutuhan usaha mikro dan kecil.
Aspek keamanan digital juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Isfandiari M. Bahanan, SE., MM menyampaikan materi “Jaga Data, Jaga Duit: Sosialisasi Anti-Scam dan Keamanan Bertransaksi Digital.” Peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penipuan digital, pentingnya menjaga data pribadi, serta langkah aman dalam melakukan transaksi daring. Sementara itu, Chairiel Oktaviar, SE., MM membahas efektivitas, efisiensi, dan rasa aman menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran. Materi ini mendorong pelaku UMKM untuk semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital yang praktis, tercatat, dan sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen.
Pada sesi pemasaran, Dr. Ade Permata Surya, S.Gz., MM menyampaikan materi “Beyond Product: Strategi Sensory Marketing dalam Meningkatkan Sustainable Competitive Advantage.” Peserta diajak memahami bahwa daya saing usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pengalaman konsumen melalui rasa, aroma, tampilan, kemasan, dan kesan emosional yang dibangun.
Selanjutnya, Septiani Juniarti, SE., MM memaparkan implementasi prinsip ESG dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung circular economy berkelanjutan. Materi ini memberikan contoh sederhana bagaimana prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dapat diterapkan dalam aktivitas usaha maupun kehidupan masyarakat.
Rangkaian materi ditutup oleh Dian Primanita Oktasari, SE., MM, yang membahas penguatan green business UMKM melalui literasi keuangan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Peserta didorong untuk mulai menerapkan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, seperti pengelolaan bahan baku secara efisien, pengurangan limbah, pemanfaatan ulang, dan pencatatan keuangan yang lebih tertib.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta UMKM menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pendanaan bisnis, penentuan harga, pemasaran digital, penggunaan QRIS, keamanan transaksi, hingga strategi mempertahankan usaha di tengah persaingan. Tim PKM Universitas Mercu Buana kemudian memberikan tanggapan dan solusi praktis sesuai konteks usaha peserta.
Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik berupa simulasi penggunaan starter kit hidroponik. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada cara merakit dan menggunakan perangkat hidroponik sederhana, mulai dari pengenalan media tanam, penyiapan air nutrisi, penyemaian benih, pemindahan bibit, hingga perawatan tanaman. Praktik ini diberikan sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular dan green business yang dapat dilakukan di lingkungan rumah maupun dikembangkan sebagai peluang usaha produktif bagi UMKM.
Melalui kegiatan ini, Universitas Mercu Buana berharap pelaku UMKM di Kelurahan Meruya Utara dapat semakin siap menghadapi perubahan ekonomi digital, memperkuat manajemen usaha, meningkatkan keamanan transaksi, serta mengembangkan produk dan layanan yang mendukung ekonomi sirkular. Program PKM ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, pengelola RPTRA, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda