YOGYAKARTA, JurnalPost.com — Sebanyak 19 siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mendapatkan pengalaman pertama menggunakan perangkat lunak Lumion melalui kegiatan “Pelatihan Software Arsitektural: Rendering Lumion”, Rabu (16/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB di Laboratorium DPIB SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta tersebut diinisiasi oleh enam mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah, khususnya Kompetensi Keahlian DPIB, sebagai salah satu upaya mengenalkan perangkat lunak visualisasi arsitektural kepada siswa sebelum mereka mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Sebelum mengikuti pelatihan, para siswa belum pernah menggunakan Lumion. Karena itu, materi dimulai dari tahap dasar agar siswa dapat memahami proses rendering dan melihat bagaimana sebuah model bangunan dapat dikembangkan menjadi visualisasi tiga dimensi yang lebih realistis.
Dalam praktiknya, siswa menggunakan model rumah tinggal dua lantai yang telah disiapkan oleh mahasiswa PK UNY. Mereka kemudian mempelajari beberapa tahapan utama dalam proses rendering, mulai dari mengatur material bangunan, pencahayaan, hingga menentukan sudut pandang yang sesuai.
Perubahan pada material, pencahayaan, dan sudut pandang tersebut memungkinkan siswa melihat secara langsung perbedaan tampilan model sebelum dan setelah melalui proses visualisasi dengan Lumion.
Setiap siswa memperoleh satu komputer sehingga dapat mengikuti seluruh tahapan secara langsung. Mahasiswa PK terlebih dahulu memperagakan penggunaan Lumion di depan kelas, kemudian siswa mempraktikkan langkah yang sama melalui perangkat masing-masing.
Metode pembelajaran yang diterapkan menekankan konsep learning by doing. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi langsung mencoba fitur-fitur dasar Lumion selama pelatihan berlangsung.
Sejumlah mahasiswa PK juga berkeliling di laboratorium untuk memantau proses latihan serta membantu siswa yang mengalami kesulitan. Pendampingan diberikan terutama ketika siswa mulai mengatur material, pencahayaan, dan posisi kamera dalam model bangunan.
Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan siswa selama praktik. Beberapa siswa meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pemilihan material, pengaturan intensitas pencahayaan, maupun penentuan sudut pandang agar hasil rendering terlihat lebih menarik.
Salah seorang siswa mengaku kagum setelah melihat hasil visualisasi yang dibuatnya sendiri. Model rumah yang sebelumnya hanya berupa objek desain dapat ditampilkan menjadi visualisasi tiga dimensi dengan tampilan yang lebih nyata setelah diproses menggunakan Lumion.
Setelah seluruh rangkaian praktik selesai, 19 siswa berhasil menyelesaikan hasil rendering masing-masing dan mencetak hasil tersebut.
Ketua Kompetensi Keahlian DPIB SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Anindya Dwi Utami, S.Pd., menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal bagi siswa, tidak hanya ketika mengikuti PKL, tetapi juga untuk pendidikan dan karier mereka ke depan.
“Pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang bermanfaat, baik ketika siswa memasuki dunia kerja, dunia perkuliahan, maupun memilih jalur wirausaha,” ujar Anindya.
Menurut penyelenggara, kemampuan menggunakan perangkat lunak visualisasi arsitektur memiliki keterkaitan dengan kompetensi yang dipelajari siswa DPIB. Selain membantu menyajikan hasil desain secara visual, keterampilan rendering juga dapat mendukung siswa dalam memahami bagaimana rancangan bangunan dipresentasikan kepada klien maupun pihak lain.
Pelatihan ini juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 4 Target 4.4 tentang peningkatan keterampilan teknis dan vokasional bagi remaja.
Selain itu, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Tujuan 8 Target 8.6 yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY berharap pengenalan Lumion tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Siswa didorong untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh melalui tugas sekolah maupun latihan secara mandiri.
Kemampuan dasar rendering yang telah diperkenalkan diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa ketika menjalani PKL, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, ataupun mengembangkan usaha di bidang desain dan visualisasi bangunan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda