Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Attachment Dalam Parenting ? Penting ?

Attachment Dalam Parenting ? Penting ?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
06 Mei 2026, 13.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Parenting

Penulis : Afifa Febi Ariandi (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR) Meike Kurniawati (Dosen Fakultas Psikologi – UNTAR)

JurnalPost.com - Dalam dunia parenting modern, istilah attachment semakin sering dibahas. Namun, tidak semua orang benar-benar memahami maknanya. Maté (2019) mengatakan attachment adalah kebutuhan biologis dasar manusia. Sejak lahir, anak secara alami mencari kedekatan dengan sosok yang memberikan rasa aman, biasanya orang tua. Dari sinilah rasa percaya, identitas diri, dan kemampuan bersosialisasi mulai terbentuk.

IKLAN

Attachment dapat diartikan sebagai kelekatan atau keterikatan. Attachment, menurut Bowlby (1969), adalah ikatan emosional yang terbentuk antara anak dan pengasuh utama. Attachment merupakan wujud ikatan kasih sayang, dimana hubungan yang terjalin mampu menumbuhkan rasa aman.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Bowlby (1969) juga menjelaskan ada 3 jenis attachment yaitu anxious, avoidant, dan secure. Anxious, bentuk kelekatan dimana orang tua tidak sering memberikan kedekatan dengan anak, sehingga anak akan merasa kebingungan dengan sikap orang tuanya yang tidak konsisten dan membuat anak menjadi cemas.

Avoidant , jenis kelekatan yang disebabkan oleh orang tua tidak pernah memberikan rasa kasih sayang dan kedekatan, sehingga anak akan terbiasa dengan kesendiriannya dan menjadi anak yang cuek. Secure, kelekatan dimana orang tua memberikan kasih sayang dan kedekatan terhadap anak secara konsisten, sehingga anak merasakan kasih sayang dari orang tua nya.

Attachment yang sehat akan membuat anak : merasa aman secara emosional, lebih mudah belajar dan mengeksplorasi, memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dan mampu membangun hubungan sosial yang sehat.

IKLAN

Orang tua yang tidak memberikan rasa aman, anak akan berumbuh secara tidak sehat. kecemasan berlebih, insecure, kesulitan mengontrol emosi, perilaku agresif atau menarik diri dan ketergantungan pada validasi eksternal.

Pilih Kasih dalam Keluarga
Baca Juga

Pilih Kasih dalam Keluarga: Ketika “Adil” dan “Sama” Tidak Selalu Sejalan

Kualitas pengasuhan orang tua berpengaruh besar terhadap perkembangan mental. Kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh adanya hubungan yang hangat, dekat, dan berkelanjutan dengan ibu atau pengasuh lainnya. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, anak dapat mengalami kekurangan kasih sayang. Yang dapat berdampak pada pembentukan karakter dan menghambat kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan.

Pola kelekatan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa, terutama dalam membangun hubungan dengan orang lain, seperti teman, pasangan, bahkan lingkungan sosial. Penelitian Cassidy & Shaver (2018) menunjukkan bahwa orang tua yang responsif secara emosional membantu anak mengembangkan rasa aman yang menetap hingga anak dewasa.

Membangun attachment yang sehat tidak harus dengan cara yang rumit. Hal sederhana seperti mendengarkan anak, memberikan pelukan, meluangkan waktu bersama, serta memberikan respon yang hangat sudah menjadi langkah awal yang besar dalam menciptakan rasa aman bagi anak. Cara orang tua merespons tangisan anak, memberikan perhatian, serta menunjukkan kasih sayang secara konsisten akan sangat memengaruhi perkembangan psikologis dan emosional anak.

Faktor lain seperti lingkungan sekitar, pola komunikasi dalam keluarga, serta pengalaman hidup anak juga ikut berkontribusi dalam membentuk attachment. Anak yang tumbuh di lingkungan penuh konflik atau kurangnya komunikasi terbuka akan lebih rentan memiliki pola kelekatan yang tidak aman, dan sebaliknya.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

Attachment bukan hanya tentang kedekatan sesaat, melainkan sebuah fondasi hubungan jangka panjang yang akan memengaruhi bagaimana seorang anak melihat dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Sebuah hubungan emosional yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis anak.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/attachment-dalam-parenting-penting/92797/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.45 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #Parenting

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital
  2. 2

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.