Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Festival Canting Menari, Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Batik kepada Anak SD di Tulusbesar Malang

Festival Canting Menari, Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Batik kepada Anak SD di Tulusbesar Malang

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
12 September 2026, 16.53 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Festival Canting Menari
Festival Canting Menari, Mahasiswa KKN UNS 180 ajak anak SD di Tulusbesar cinta pada batik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

MALANG, JurnalPost.com – Sejumlah siswa sekolah dasar di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, mencoba pengalaman baru saat menggoreskan canting di atas kain putih. Dengan pendampingan mentor, mereka mengikuti pola yang telah dibuat sembari belajar mengenal proses pembuatan batik secara langsung.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Festival Canting Menari: Membatik Asa Menari Bersama yang digelar Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 180 di Balai Desa Tulusbesar, Kamis (13/8/2026).

IKLAN

Festival melibatkan siswa SD Negeri 1 Tulusbesar dan SD Negeri 2 Tulusbesar sebagai bagian dari program pengenalan sekaligus pelestarian batik kepada generasi muda.

mahasiswa KKN UNS
Baca Juga

Jurnal Bunga dan Kata, Cara Kreatif Mahasiswa KKN UNS Bantu Siswa SDN Siwal 1 Mengenali Emosi

Bagi sebagian peserta, kegiatan itu menjadi pengalaman pertama mengenal proses membatik tidak hanya melalui penjelasan di ruang kelas, tetapi dengan mempraktikkannya sendiri.

Belajar Membatik dari Pola hingga Mencanting

Para siswa mengikuti beberapa tahapan membatik, mulai dari mengenal motif, membuat dan mengikuti pola pada kain, hingga mencoba menggunakan canting dengan malam panas.

Untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan teknik yang digunakan sesuai, peserta mendapat pendampingan dari mentor membatik. Mereka diajarkan cara memegang canting, mengatur penggunaan malam, hingga menggoreskannya mengikuti pola.

Koordinator Program Kerja Festival Canting Menari, Rayhan, mengatakan konsep praktik langsung dipilih agar pengenalan batik lebih mudah diterima anak-anak.

Peningkatan Keterampilan
Baca Juga

Peningkatan Keterampilan Pambiwara dan Karawitan sebagai Upaya Penguatan Karakter Masyarakat Desa Bandungan

“Kami ingin mengenalkan batik bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan lewat pengalaman langsung yang interaktif dan menyenangkan. Melihat adik-adik SD begitu antusias mencoba mencanting untuk pertama kalinya serta bangga menunjukkan hasil karya mereka sendiri menjadi momen yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Rayhan.

Antusiasme terlihat ketika para siswa mencoba mengendalikan canting dan mengaplikasikan malam pada kain. Karya yang telah diselesaikan kemudian dapat dibawa pulang sebagai hasil dari pengalaman mereka belajar membatik.

Bagian dari Program Pelestarian Seni Budaya

Ketua KKN UNS Kelompok 180, Muhammad Daffa Satria Akmaldi, menjelaskan bahwa Festival Canting Menari menjadi bagian dari program pelestarian dan digitalisasi seni budaya di Desa Tulusbesar.

Seni budaya menjadi salah satu dari tiga sektor utama yang menjadi perhatian kelompok KKN tersebut. Dua sektor lainnya adalah pertanian organik serta penguatan usaha mikro masyarakat.

Gambar1
Baca Juga

KKN UNS Dorong Warga Nepen Promosikan Wisata Umbul Langse Lewat Media Sosial

Menurut Daffa, mengenalkan batik sejak usia sekolah dasar dapat menjadi salah satu cara menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya.

“Harapan kami, benih kecintaan terhadap budaya lokal ini tidak berhenti di festival saja. Kami berharap pihak sekolah dapat menindaklanjutinya dengan mengintegrasikan kegiatan membatik ke dalam ekstrakurikuler atau pembelajaran seni berkala, sehingga seni membatik terus lestari di Desa Tulusbesar,” katanya.

Pihak SD Negeri 1 Tulusbesar dan SD Negeri 2 Tulusbesar turut mendukung kegiatan tersebut. Pembelajaran di luar ruang kelas dinilai memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal proses berkesenian melalui praktik.

Dokumentasikan Potensi Seni Desa Tulusbesar

Festival Canting Menari merupakan bagian dari rangkaian program KKN UNS Kelompok 180 yang disusun berdasarkan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Tulusbesar.

Festival Canting Menari, Mahasiswa KKN UNS
Festival Canting Menari, Mahasiswa KKN UNS 180 ajak anak SD di Tulusbesar cinta pada batik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
IKLAN

Desa tersebut memiliki potensi pada sektor kesenian khas Malangan, pertanian dengan beragam komoditas sayuran, serta usaha mikro berbasis industri rumah tangga.

Pada sektor seni budaya, aktivitas latihan maupun pementasan telah dijalankan melalui sanggar dan padepokan seni. Namun, dokumentasi visual serta promosi melalui kanal digital masih menjadi salah satu aspek yang perlu dikembangkan.

Karena itu, selain menggelar Festival Canting Menari, mahasiswa juga membuat video profil kesenian Tari Topeng Malangan dan video profil batik desa sebagai bagian dari dokumentasi serta promosi.

Dalam kegiatan membatik, para peserta diarahkan menyelesaikan satu karya batik tulis sederhana. Dokumentasi berupa foto dan video juga disiapkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan promosi maupun program pelestarian seni berikutnya.

Program Pertanian hingga Pendampingan UMKM

Selain sektor budaya, KKN UNS Kelompok 180 menjalankan sejumlah program di bidang pertanian.

Kegiatan tersebut antara lain pelatihan pembuatan pestisida organik berbasis bahan alami lokal, pembuatan pupuk organik cair berbahan tetes tebu, serta optimalisasi pekarangan sekolah melalui budidaya sayuran.

Program menyasar anggota Gabungan Kelompok Tani, kader PKK, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan pada bidang pertanian.

Peserta mengikuti praktik mulai dari pembuatan sarana produksi organik, pengenceran dosis dan penyemprotan, hingga penyiapan media tanam, penyemaian, dan perawatan tanaman.

Sementara pada sektor usaha mikro, mahasiswa menjalankan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), literasi keuangan, penyusunan katalog usaha mikro desa, serta sosialisasi kewirausahaan muda dan pemasaran digital.

Pendampingan diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan pelaku usaha terkait legalitas, pencatatan keuangan, promosi, serta pengembangan usaha. Beberapa pelaku usaha juga menyelesaikan proses pendaftaran NIB dengan pendampingan teknis saat program berlangsung.

Secara keseluruhan, program KKN UNS Kelompok 180 diarahkan pada tiga sektor utama, yakni seni budaya, pertanian, dan usaha mikro.

Untuk bidang seni budaya, Festival Canting Menari menjadi salah satu pintu masuk mengenalkan batik kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar. Sementara dokumentasi digital yang dibuat diharapkan dapat membantu memperluas pengenalan potensi seni dan produk lokal Desa Tulusbesar.

Mahasiswa berharap kegiatan pelestarian batik tetap dapat dilanjutkan setelah masa KKN berakhir, baik melalui pembelajaran sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, maupun komunitas seni di desa.

Bagi para siswa yang baru pertama kali memegang canting, kegiatan tersebut bukan hanya kesempatan menghasilkan kain bermotif, tetapi juga pengalaman awal untuk mengenal proses di balik salah satu warisan budaya Indonesia.

Penulis: Cirta Rizky Maulita Aisyah, Dias Tri Nugroho, Ilham Kurnia Sandi, Jhon Frederick Marcelino Nobel, Muhammad Daffa Satria Akmaldi, Muhammad Rayhan, Okta Puspitaloka Setiya Budi, Qeyla Pramudita Putri, Ratna Setyowati, Sehoveni Marianty Sinaga – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/festival-canting-menari-mahasiswa-kkn-uns-kenalkan-batik-kepada-anak-sd-di-tulusbesar-malang/97665/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Desa Tulusbesar
  • #Festival Canting Menari
  • #KKN UNS
  • #Malang
  • #Pelestarian Budaya
  • #Universitas Sebelas Maret
  • #batik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.