Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Film “Rentak Jiwa” Membawa Ritus Pertunjukan Rantak Kudo ke film

Film “Rentak Jiwa” Membawa Ritus Pertunjukan Rantak Kudo ke film

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
23 Maret 2026, 13.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Rentak Jiwa
Foto Poster Screening "Rentak Jiwa". 2026

Oleh: Ramanda Noviandri

YOGYAKARTA, JurnalPost.com — Di tengah kehidupan modern yang semakin padat dan penuh tekanan, manusia kerap kehilangan ruang untuk menyalurkan kegelisahan batin. Ritme kerja yang cepat, ketidakpastian ekonomi, serta derasnya arus informasi, membuat banyak orang hidup dalam kecemasan. Hubungan dengan orang terdekat seringkali tidak lagi menghadirkan kedekatan emosional yang kuat. Pola hidup ini membuat interaksi keluarga maupun komunitas semakin terbatas.

IKLAN

Dampaknya beban psikologi individu semakin berat, dimana seseorang harus menanggung berbagai persoalan tanpa memiliki tempat untuk mengadu. Dalam situasi ini, kesenian pertunjukkan kembali diingat sebagai salah satu medium penting, bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang katarsis sosial.

Aktivitas kendaraan bermotor
Baca Juga

Ketika Jalanan Penuh Kendaraan, Kualitas Udara Yogyakarta Dipertaruhkan

Gagasan inilah yang diangkat dalam film “Rentak Jiwa: Remediasi Kehisteriaan Pertunjukan Rantak Kudo dalam Film”, karya sutradara Ediantes. Film ini akan dipresentasikan dalam sebuah screening terbuka pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di Institut Français d'Indonésie Yogyakarta.

Film ini merupakan bagian dari pagelaran karya disertasi yang tidak hanya menghadirkan tontonan sinematik, tetapi juga menawarkan pembacaan kritis terhadap seni pertunjukan tradisi dan medium film. Melalui pendekatan artistik yang reflektif, Rentak Jiwa mengeksplorasi bagaimana energi ekstase, histeria kolektif, dan pengalaman emosional dalam pertunjukan Rantak Kudo diterjemahkan ke dalam visual sinema.

Dari Ritus ke Layar Dalam banyak tradisi Nusantara, pertunjukan bukanlah sekadar tontonan. Ia hadir sebagai bagian dari ritus sosial, ruang di mana masyarakat dapat menyalurkan emosi, ketakutan, harapan, bahkan kemarahan secara kolektif. Unsur trance, ekstase kolektif, hingga histeria bukan dipandang sebagai sesuatu yang irasional, melainkan sebagai mekanisme pelepasan psikologis yang terstruktur secara kultural. Melalui film ini, Ediantes mencoba memindahkan pengalaman tersebut ke dalam medium film. Proses ini tidak sederhana, karena film bekerja dengan logika representasi, sementara pertunjukan ritus hidup dalam pengalaman langsung yang tubuhiah dan kolektif. Di sinilah konsep “remediasi” menjadi penting, bagaimana satu medium menerjemahkan pengalaman dari medium lain tanpa kehilangan esensi emosionalnya.

Rentak Jiwa tidak sekadar mendokumentasikan pertunjukan Rantak Kudo, tetapi berupaya menangkap “energi” yang muncul di dalamnya. Penonton diajak merasakan ketegangan, ledakan emosi, hingga pelepasan yang terjadi dalam ruang pertunjukan, meskipun kini dialami melalui layar.

pejabat Kementerian Agama
Baca Juga

Kemenag Tegaskan Peran Strategis Penghulu sebagai Perawat Umat di Tengah Transformasi KUA

IKLAN

Katarsis di Tengah Modernitas Screening ini menjadi relevan dalam konteks kehidupan masyarakat hari ini. Banyak orang menjalani rutinitas tanpa memiliki ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Tekanan yang tidak tersalurkan ini perlahan menumpuk menjadi kegelisahan kolektif. Dalam perspektif ini, film Rentak Jiwa hadir sebagai pengingat bahwa kesenian dapat berfungsi sebagai ruang terapi sosial (healing). Ia membuka kemungkinan bahwa pengalaman menonton tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga menjadi proses reflektif dan katarsis . Di ruang screening, penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berpotensi mengalami, tegang, bahkan mungkin tersentuh secara emosional. Energi kolektif yang tercipta dalam ruang bersama ini menjadi bagian penting dari pengalaman itu sendiri.

Ediantes S.Sn.,M.Sn Foto: Ediantes S.Sn.,M.Sn. 2026

Profil Sutradara Dalam Rentak Jiwa, eksplorasi tersebut mencapai bentuk yang lebih reflektif, menghadirkan dialog antara tubuh, ruang, dan teknologi ke dalam bahasa sinema. Karya ini tidak hanya berdiri sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai kontribusi akademik dalam membaca ulang fungsi seni pertunjukan di era modern.

Di balik karya ini, Ediantes, S.Sn., M.Sn., merupakan tenaga pendidik di Institut Seni Indonesia Padangpanjang yang aktif sebagai akademisi sekaligus praktisi seni. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan doktoral di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, di mana riset dan praktik penciptaannya berupaya menjembatani tradisi dengan medium kontemporer. Rentak Jiwa menjadi salah satu karya yang lahir dari pertemuan antara refleksi akademik dan eksplorasi artistik. Melalui film ini, ia menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai cermin realitas, tetapi juga sebagai ruang untuk mengolah, memahami, dan merespons kompleksitas zaman.

Kafe Jejak Rasa, Ruang Berkumpul dan Kolaborasi bagi Komunitas di Yogyakarta
Baca Juga

Kafe Jejak Rasa, Ruang Berkumpul dan Kolaborasi bagi Komunitas di Yogyakarta

Informasi Acara Kegiatan ini dikemas dalam bentuk screening film yang merupakan bagian dari pagelaran karya disertasi berjudul “Rentak Jiwa: Remediasi Kehisteriaan Pertunjukan Rantak Kudo dalam Film”. Acara akan diselenggarakan pada Rabu, 25 Maret 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Institut Français d'Indonésie Yogyakarta.

Publik, khususnya pegiat seni, akademisi, dan masyarakat umum, diundang untuk hadir dan menyaksikan karya ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam membaca kembali peran seni pertunjukan dalam kehidupan sosial kontemporer.

Melalui screening ini, publik diajak untuk tidak hanya menonton film, tetapi juga merenungkan kembali fungsi dasar kesenian dalam kehidupan manusia. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mungkin yang kita butuhkan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk merasa, berbagi, dan melepaskan. Yogyakarta, Maret 2026

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/film-rentak-jiwa-membawa-ritus-pertunjukan-rantak-kudo-ke-film/91654/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.40 WITA

  • #Rentak Jiwa
  • #yogyakarta

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Pilihan Editor

  1. 1 Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah
  2. 2

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.