Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia
JurnalPost.com - Rupiah bukan sekadar alat transaksi. Di dalamnya terdapat simbol kedaulatan, kehadiran negara, sekaligus pengikat ekonomi nasional di tengah bentang geografis Indonesia yang sangat luas dan terpisah lautan.
Karena itu, menjaga Rupiah tetap layak edar hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan ketahanan logistik, koordinasi lintas lembaga, serta komitmen kebangsaan yang kuat. Dalam konteks itulah sinergi antara Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menjadi sangat strategis.
Melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), kerja sama tersebut terus memperkuat distribusi uang Rupiah ke berbagai wilayah kepulauan Indonesia. Sejak dimulai pada tahun 2012, ERB telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling di berbagai daerah 3T.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa distribusi uang Rupiah bukan semata aktivitas operasional bank sentral. Di negara kepulauan seperti Indonesia, layanan kas juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga inklusi ekonomi dan mempertegas kehadiran negara hingga batas terluar negeri.
Sinergi tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan tahun 2025, ERB berhasil mencatat 18 kegiatan ekspedisi dengan jangkauan 91 pulau. Dari kegiatan tersebut, total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Angka itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Di banyak daerah, kehadiran tim ERB bahkan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperoleh uang layak edar sekaligus mendapatkan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Komitmen tersebut akan terus diperkuat pada tahun 2026. Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut memperluas cakupan kegiatan ERB baik dari sisi wilayah maupun program layanan. Frekuensi kegiatan ditingkatkan menjadi 19 provinsi dengan target jangkauan mencapai 97 pulau di wilayah 3T.
Selain itu, terdapat empat provinsi tambahan yang akan melaksanakan ERB secara mandiri di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diproyeksikan mampu menjangkau tambahan 18 pulau di daerah terdepan, terluar, dan terpencil.
Perluasan tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan distribusi Rupiah terus bergerak menuju sistem layanan kas yang semakin inklusif dan merata. Tidak hanya menghadirkan uang layak edar, ERB juga membawa pesan penting mengenai persatuan, kedaulatan, dan penguatan identitas nasional melalui Rupiah.
Hebatnya, komitmen Bank Indonesia dalam menjaga distribusi Rupiah hingga pelosok negeri bahkan mendapat pengakuan dunia internasional. Pada tahun 2024, program ERB memperoleh penghargaan dalam ajang 11th Annual Central Banking Awards di London.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam mendistribusikan uang Rupiah ke wilayah 3T di seluruh kepulauan Indonesia. Pengakuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan mata uang di negara kepulauan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga adaptif terhadap tantangan geografis.
Oleh sebab itu, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan hanya perjalanan distribusi uang antarwilayah. Program tersebut merupakan representasi nyata hadirnya negara hingga batas terluar Indonesia. Sebab di setiap pulau yang disinggahi, Rupiah hadir membawa makna kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda