JurnalPost.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 yang mengguncang wilayah Lamba Leda, Senin (21/9/2026), kembali membuat warga Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), panik.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 09.41 WITA itu dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Aktivitas warga yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana kembali terhenti setelah guncangan terasa di kawasan permukiman.
Warga yang saat itu berada di rumah, tenda darurat, maupun sedang bekerja di sekitar permukiman segera keluar menuju jalan dan area terbuka yang dianggap lebih aman.
Sejumlah warga yang tengah memperbaiki rumah serta mengumpulkan material bekas bangunan yang masih dapat digunakan juga langsung menghentikan aktivitasnya. Mereka memilih menjauhi bangunan sambil mengantisipasi kemungkinan terjadinya guncangan berikutnya.
Kepanikan turut dirasakan anak-anak yang berada di sekitar permukiman. Dalam rekaman video relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Abdul Kadir, terlihat sejumlah warga, termasuk anak-anak sekolah, keluar dari rumah dan berlari menuju jalan saat gempa terjadi.
“Baru saja terjadi gempa cukup kuat, terasa di Dusun Waso. Warga panik dan berhamburan keluar rumah ke jalan. Semoga tidak terjadi sesuatu yang lebih tidak kita inginkan,” ujar Abdul Kadir dalam rekaman tersebut.
Guncangan itu kembali memunculkan kekhawatiran warga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat gempa sebelumnya yang melanda wilayah Flores.
Sebagian warga memilih tetap berada di area terbuka dan menjauhi bangunan yang telah mengalami kerusakan karena khawatir terjadi gempa susulan.
Enam Huntara UAR Tetap Aman
Di tengah kepanikan warga, enam unit hunian sementara atau huntara yang sedang dibangun Tim UAR di Dusun Waso dilaporkan tetap aman setelah guncangan.
Huntara tersebut dibangun dengan dukungan para donatur untuk membantu warga terdampak gempa yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara yang lebih aman dan layak.

Relawan UAR, Hudzaifah Mughiroh, melalui pesan singkat menyampaikan bahwa bangunan huntara berbahan kayu dan GRC tersebut tidak mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
“Alhamdulillah huntara kita masih Allah jaga,” tulis Hudzaifah, Senin (21/9/2026).
Pembangunan enam unit huntara tersebut masih terus dikerjakan dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Para relawan melanjutkan proses pembangunan di tengah cuaca panas dan kondisi masyarakat yang masih dibayangi kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Selain membangun huntara baru, Tim UAR juga melakukan perbaikan terhadap sejumlah rumah warga yang tingkat kerusakannya dinilai masih memungkinkan untuk diperbaiki.
Beberapa rumah yang mendapat perbaikan di antaranya milik Jafar dan Fatimah Idris. Upaya tersebut dilakukan agar warga dapat kembali menempati hunian yang lebih aman tanpa harus membangun seluruh bangunan dari awal.
Kerangka Huntara di Ronting Dilaporkan Roboh
Di lokasi lain, guncangan gempa pada Senin tersebut dilaporkan menyebabkan kerangka sebuah bangunan huntara di wilayah Lamba Leda Utara roboh.
Salah satu kejadian terjadi di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas. Kerangka baja ringan berukuran sekitar 4 x 6 meter yang disebut baru dipasang sekitar tiga hari sebelumnya dan belum selesai dalam proses pengecoran dilaporkan ambruk setelah gempa.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena huntara sangat dibutuhkan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa.
Seorang warga dalam rekaman video memperlihatkan kondisi kerangka bangunan yang roboh sekaligus menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pembangunan.
“Ini semen tidak sesuai standar pembangunan. Bagaimana mau tinggal di huntara kalau kondisinya seperti ini, sekali guncangan langsung roboh,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut merupakan keluhan warga berdasarkan kondisi bangunan yang dilihat setelah gempa. Belum ada keterangan lebih lanjut dalam naskah ini mengenai hasil pemeriksaan teknis terhadap penyebab robohnya kerangka bangunan tersebut.
Gempa susulan yang masih dirasakan menunjukkan bahwa proses pemulihan masyarakat di Dusun Waso dan sejumlah wilayah terdampak di Lamba Leda Utara belum sepenuhnya selesai.
Di tengah kekhawatiran setiap kali guncangan kembali terjadi, proses pembangunan hunian dan perbaikan rumah warga terus berjalan. Enam huntara yang dibangun Tim UAR di Dusun Waso diharapkan dapat selesai pada akhir September dan segera digunakan oleh warga terdampak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda