
Jakarta, JurnalPost.com - Kesempatan bekerja di perusahaan konstruksi Eropa menjadi kenyataan bagi Fajar Hadi Sucahyo. Pria asal Kota Malang, Jawa Timur, itu kini dipercaya sebagai tenaga ahli di Vassilev VM, salah satu perusahaan beton dan konstruksi terkemuka di Bulgaria.
Menariknya, Fajar menjadi satu-satunya tenaga kerja asal Asia yang bergabung di perusahaan tersebut. Ia resmi berangkat ke Bulgaria pada 19 Februari 2026 untuk memulai karier barunya sebagai Hydraulic System Specialist, yang menangani sistem hidrolik pada alat berat mixer beton dan concrete pump.
Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Fajar. Ia mengaku tak menyangka hanya dengan satu kali mengirim lamaran kerja dari Indonesia, dirinya langsung memperoleh respons positif dari perusahaan di Eropa.
Sebelum berkarier di Bulgaria, Fajar telah mengumpulkan pengalaman selama sekitar empat tahun sebagai teknisi alat berat di berbagai sektor industri. Ia pernah menangani peralatan berat di pertambangan batu bara, pertambangan emas, pertambangan nikel, hingga perkebunan kelapa sawit.
Pengalaman kerjanya juga membawanya ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, hingga Maluku. Bekal pengalaman itulah yang kemudian menjadi nilai tambah hingga akhirnya menarik perhatian perusahaan asal Bulgaria tersebut.
Kini, Fajar menetap di Kota Plovdiv. Selama bekerja, perusahaan menyediakan apartemen sebagai tempat tinggal, kendaraan operasional, tunjangan makan sebesar 100 euro per bulan, akses internet gratis, biaya listrik dan air, hingga fasilitas kesehatan berupa layanan dokter.
Menurut Fajar, fasilitas yang diterimanya jauh melampaui ekspektasi ketika pertama kali memutuskan merantau ke Eropa.

Meski demikian, perjalanan kariernya tidak sepenuhnya mudah. Menjadi satu-satunya pekerja asal Asia di lingkungan kerja membuatnya harus beradaptasi dengan bahasa, budaya, dan sistem kerja yang berbeda. Sebagian besar rekan kerjanya menggunakan bahasa Bulgaria dalam komunikasi sehari-hari sehingga proses penyesuaian menjadi tantangan tersendiri.
Perusahaan tempat Fajar bekerja juga merupakan agen resmi Schwing Stetter, produsen peralatan beton dan konstruksi asal Jerman yang dikenal memiliki standar kerja tinggi. Kondisi tersebut menuntut setiap pekerjaan dilakukan secara presisi, profesional, dan sesuai prosedur.
Tinggal seorang diri di negara yang jauh dari keluarga membuat Fajar harus terus belajar memahami budaya masyarakat Balkan. Namun, ia meyakini karakter pekerja Indonesia yang dikenal disiplin dan pantang menyerah menjadi modal penting untuk bersaing di dunia internasional.
“Kuncinya adalah mau belajar, disiplin, dan yang paling penting berani bertindak. Banyak orang ingin ini dan itu, tetapi tidak melakukan tindakan apa pun. Saya bukanlah yang terbaik, tapi saya berani mengambil langkah,” ujar Fajar.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia agar tidak ragu mencoba peluang berkarier di tingkat internasional. Menurutnya, pengalaman, kemampuan, dan keberanian mengambil kesempatan menjadi bekal penting untuk menembus pasar kerja global.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda