Oleh: Aji Ratu Universitas Muhammdiyah Mlang
JurnalPost.com - Dalam studi internasional dan domestik, ekonomi tidak dapat dilihat hanya dari sisi nasional. Perubahan global, seperti ketegangan geopolitik, pelemahan perdagangan dunia, perubahan harga energi, dan ketidakpastian pasar keuangan, dapat memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Indonesia menjadi contoh menarik karena ekonominya relatif mampu bertahan, tetapi tetap menghadapi tantangan serius dalam menjaga pertumbuhan, stabilitas harga, dan daya beli masyarakat.
Secara domestik, ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 sebesar 5,03 persen, sedikit melambat dari 5,05 persen pada 2023. Angka ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil meskipun berada dalam situasi global yang tidak mudah. Salah satu penopangnya adalah konsumsi rumah tangga dan permintaan domestik yang besar. Dengan jumlah penduduk yang besar, pasar dalam negeri menjadi kekuatan penting yang membantu Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor saja.
Namun, ketahanan tersebut tidak boleh membuat pemerintah merasa aman secara berlebihan. Dalam hubungan ekonomi internasional, Indonesia tetap terhubung dengan harga komoditas, arus modal asing, nilai tukar rupiah, dan kebijakan moneter negara besar. Ketika terjadi ketidakpastian global, investor biasanya lebih berhati-hati dan dapat menarik dana dari negara berkembang. Dampaknya, nilai tukar rupiah bisa tertekan, biaya impor meningkat, dan inflasi berpotensi naik. Bank Indonesia sendiri menekankan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global masih menjadi salah satu risiko bagi stabilitas ekonomi nasional.
Menurut saya, tantangan utama Indonesia bukan hanya mempertahankan pertumbuhan sekitar lima persen, tetapi memastikan pertumbuhan itu berkualitas. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup jika hanya terlihat baik dalam angka makro, tetapi belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat melalui pekerjaan yang layak, harga kebutuhan pokok yang stabil, dan pemerataan pendapatan. Karena itu, kebijakan ekonomi domestik harus diarahkan pada penguatan sektor produktif, terutama industri pengolahan, pertanian modern, ekonomi digital, dan usaha mikro kecil menengah.
Dari sisi internasional, Indonesia juga perlu lebih cerdas memanfaatkan posisinya. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk global, tetapi harus memperkuat daya saing ekspor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Hilirisasi dapat menjadi strategi penting, tetapi harus dilakukan dengan tata kelola yang baik, memperhatikan lingkungan, dan memberi manfaat nyata bagi tenaga kerja lokal. Tanpa itu, hilirisasi hanya akan menjadi slogan ekonomi yang belum tentu memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, stabilitas fiskal dan moneter perlu dijaga. Pemerintah harus berhati-hati dalam memperluas belanja negara agar tidak membebani anggaran jangka panjang. Belanja publik sebaiknya diarahkan pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Di sisi lain, Bank Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah, pengendalian inflasi, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulannya, studi ekonomi internasional dan domestik menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tidak berdiri sendiri. Ketahanan ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah membaca perubahan global dan menyiapkan kebijakan domestik yang tepat. Indonesia memiliki modal besar berupa pasar domestik, sumber daya alam, dan posisi strategis di kawasan. Namun, modal tersebut hanya akan menjadi kekuatan nyata jika dikelola melalui kebijakan yang produktif, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain kebijakan pemerintah, peran masyarakat dan pelaku usaha juga penting dalam memperkuat ekonomi domestik. Pelaku usaha perlu meningkatkan inovasi, kualitas produk, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar global. UMKM, misalnya, dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi, dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Sementara itu, masyarakat dapat mendukung ekonomi nasional dengan menggunakan produk dalam negeri yang berkualitas. Dengan cara ini, ketahanan ekonomi tidak hanya bergantung pada negara, tetapi juga dibangun melalui kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang mampu bertahan dari tekanan luar sekaligus memberi manfaat bagi rakyatnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda