JEMBER, JurnalPost.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Politeknik Kesehatan Jember menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Dusun Karang Sere, Desa Tempurejo, Kabupaten Jember, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar ibu rumah tangga dan masyarakat setempat sebagai bagian dari edukasi pengelolaan limbah rumah tangga. Melalui pelatihan ini, warga didorong untuk tidak lagi membuang minyak bekas memasak secara sembarangan, sekaligus melihat potensi ekonominya sebagai bahan baku produk bernilai jual.
Dalam kegiatan itu, Tim KKN memberikan pemahaman mengenai dampak buruk pembuangan minyak jelantah ke tanah maupun saluran air. Minyak bekas yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari tanah dan sumber air sehingga dapat mengganggu kualitas lingkungan.
Tim KKN kemudian memperkenalkan cara alternatif untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang lebih berguna, salah satunya lilin aromaterapi. Selain dapat digunakan untuk menciptakan suasana relaksasi, produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha skala rumah tangga.
Para peserta mendapatkan penjelasan tahapan pembuatan lilin aromaterapi dengan metode yang sederhana dan mudah dipraktikkan. Proses dimulai dengan mengumpulkan minyak jelantah dari sisa kegiatan memasak sehari-hari.
Minyak tersebut selanjutnya direndam menggunakan arang aktif selama kurang lebih 24 jam. Tahapan ini dilakukan untuk membantu mengurangi bau tengik serta membersihkan sisa-sisa makanan yang masih terdapat dalam minyak.
Setelah proses perendaman selesai, peserta diajarkan menyaring minyak hingga lebih bersih. Minyak kemudian dipanaskan dan dicampurkan dengan asam stearat untuk menghasilkan tekstur lilin yang lebih padat dan tidak mudah meleleh.
Pelatihan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Warga juga mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi melalui demonstrasi interaktif bersama Tim KKN.

Peserta mempraktikkan proses menuangkan campuran minyak ke dalam cetakan, menambahkan pewarna alami, hingga memberikan aroma menggunakan essential oil beraroma lavender dan jeruk.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Para peserta tampak tertarik ketika menyaksikan minyak bekas memasak yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi lilin dengan tampilan menarik dan aroma yang harum.
Untuk mengukur pemahaman peserta, Tim KKN juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah warga aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari proses pengolahan minyak jelantah hingga peluang pemasaran produk lilin aromaterapi.
Apresiasi turut diberikan kepada peserta yang aktif selama kegiatan serta mampu mempraktikkan proses pembuatan lilin dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN Tematik Mandiri Politeknik Kesehatan Jember berharap masyarakat Dusun Karang Sere semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak dan produktif.
Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan dapat diterapkan secara mandiri serta dibagikan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Tim KKN Tematik Mandiri Politeknik Kesehatan Jember menyatakan akan terus mendorong berbagai program edukasi yang memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tempurejo.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda