Kendal, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 176 menggelar sosialisasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bersama Puskesmas Gemuh II di Balai Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 warga dari berbagai kelompok usia. Sosialisasi digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan, hingga langkah awal yang dapat dilakukan ketika mengalami gangguan saluran pernapasan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Gemuh II sebagai narasumber. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui penjelasan, diskusi, dan sesi tanya jawab agar warga dapat memperoleh informasi kesehatan secara langsung dari tenaga yang kompeten.
Salah satu pemateri, Widya Larastiti, A.Md.Keb., menjelaskan bahwa ISPA merupakan gangguan kesehatan yang cukup sering ditemukan di tengah masyarakat dan dapat menyerang berbagai kelompok usia.
“ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Oleh karena itu, masyarakat perlu membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sedang sakit, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang tidak kunjung membaik,” ujar Widya.
Dalam pemaparannya, Widya juga menjelaskan sejumlah gejala yang dapat muncul, seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.
Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, antara lain paparan asap rokok, polusi kendaraan, lingkungan berdebu, serta kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Warga juga diingatkan agar tidak mengabaikan keluhan yang terus berlanjut atau semakin berat. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dianjurkan apabila gejala tidak membaik, mengganggu aktivitas, atau menimbulkan keluhan pernapasan yang lebih serius.
Pemateri kedua dari Puskesmas Gemuh II turut menekankan pentingnya langkah pencegahan dalam mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami materi yang disampaikan hari ini, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkan informasi ini kepada anggota keluarga serta lingkungan sekitar,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai gejala ISPA, perbedaan keluhan ringan dan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis, penanganan awal di rumah, hingga cara mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga lainnya.
Keterlibatan tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan secara langsung sekaligus berkonsultasi mengenai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176 berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong masyarakat Desa Krompaan untuk lebih konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta lebih tanggap terhadap gejala penyakit.
Selain menambah pengetahuan warga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan lingkungan dan keluarga.
Dengan bertambahnya pemahaman masyarakat mengenai ISPA, warga diharapkan mampu mengenali faktor risiko sejak dini, menerapkan langkah pencegahan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176, tenaga kesehatan Puskesmas Gemuh II, dan peserta sosialisasi.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176 UIN Walisongo Semarang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda