Kendal, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 Posko 176 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada tiga pondok pesantren di Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jumat (7/8/2026).
Tiga pesantren penerima wakaf tersebut yakni Pondok Pesantren Al-Hidayah, Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, dan Pondok Pesantren Sabilun Naja. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pembelajaran keagamaan yang berlangsung di lingkungan pesantren.
Mushaf Al-Qur’an yang disalurkan berasal dari para wakif melalui program Ekspedisi Qur’an Yayasan Al-Fatihah. Bantuan tersebut kemudian dipercayakan kepada mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176 untuk diteruskan kepada pesantren yang menjadi penerima manfaat.
Mahasiswa KKN mendatangi ketiga pondok pesantren secara langsung dan menyerahkan mushaf kepada pengasuh maupun pengelola masing-masing pesantren.
Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan santri, mulai dari pembelajaran membaca Al-Qur’an, tahfiz, kajian keislaman, hingga aktivitas pendidikan keagamaan lainnya.
Ketersediaan mushaf yang memadai menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung proses belajar para santri. Melalui penyaluran tersebut, mahasiswa KKN berharap akses terhadap Al-Qur’an sebagai sumber utama pembelajaran keagamaan dapat semakin baik.
Selain menyalurkan bantuan, kunjungan ke pesantren juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan pengasuh, pengurus, dan santri.
Interaksi tersebut turut mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Krompaan.
Pengasuh Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, KH. Roshiun, menyampaikan apresiasi atas wakaf Al-Qur’an yang disalurkan melalui mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176.
“Semoga wakaf Al-Qur’an ini bisa menambah kebermanfaatan dan keberkahan, serta membuat para santri semakin semangat dalam mengaji,” tutur KH. Roshiun.
Bagi mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas penyaluran bantuan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial serta mendukung keberlangsungan pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Koordinator Posko 176 menyampaikan bahwa wakaf Al-Qur’an memiliki manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang karena mushaf tersebut dapat terus digunakan oleh santri dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Melalui pemanfaatan yang berkelanjutan, bantuan dari para wakif diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak santri dan mendukung aktivitas pendidikan di pesantren penerima.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama menjalani KKN di Desa Krompaan. Mahasiswa berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan keagamaan.
Penyaluran wakaf Al-Qur’an juga diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi dan gotong royong. Keterlibatan wakif, yayasan, mahasiswa KKN, dan pihak pesantren menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan keagamaan dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176 UIN Walisongo Semarang berharap mushaf yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Bidayatul Hidayah, dan Sabilun Naja.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran, program tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat Desa Krompaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga berharap semakin banyak pihak yang terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis: KKN MIT 22 Posko 176 UIN Walisongo Semarang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda