Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Politik
  3. Kongres X GPM di TMII, Hasto Kristiyanto Tekankan Ideologi dan Kaderisasi

Kongres X GPM di TMII, Hasto Kristiyanto Tekankan Ideologi dan Kaderisasi

Foto profil Gilang Pamungkas
Penulis: Gilang Pamungkas
28 Oktober 2026, 18.28 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Hasto Kristiyanto Ajak Kader
Keterangan foto: Prosesi pemukulan gong menandai pembukaan Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kongres mengusung tema “Marhaenist Future: Dedication of Life, Tetap Setia di Jalan Ideologi”. (Foto: Dokumentasi GPM)

JAKARTA, JurnalPost.com - Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menggelar Kongres X di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan arah perjuangan Marhaenisme di tengah perubahan sosial dan politik.

Mengusung tema “Marhaenist Future: Dedication of Life, Tetap Setia di Jalan Ideologi”, kongres tersebut menempatkan penguatan kaderisasi, pendidikan ideologi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai sejumlah agenda utama.

IKLAN

Pembukaan kongres menghadirkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai pembicara utama. Hadir pula Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis serta Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri, Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro.

Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti pentingnya menjaga relevansi pemikiran Marhaenisme yang dikembangkan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, khususnya dalam menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

GPM Dorong Penguatan Ideologi dan Regenerasi Kader

Ketua Panitia Kongres X GPM, Ericko Pandu Sumbogo, menjelaskan bahwa tema kongres mencerminkan komitmen organisasi untuk mempertahankan kesinambungan perjuangan Marhaenis sekaligus mempersiapkan generasi penerus.

Menurutnya, kesetiaan terhadap ideologi tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan atau simbol organisasi. Nilai-nilai yang diperjuangkan juga perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penguatan struktur organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan pembinaan kader menjadi bagian penting agar GPM mampu menghadapi perkembangan zaman.

Melalui tema Dedication of Life, GPM ingin menempatkan pengabdian sebagai landasan gerakan, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang menjadi perhatian utama ajaran Marhaenisme.

Kongres ini juga menjadi ruang bagi para kader untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus membahas program yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Hasto Kristiyanto Ajak Kader Dalami Pemikiran Bung Karno

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pidato kuncinya mengajak kader GPM kembali mendalami pemikiran Soekarno dan memahami Marhaenisme dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini.

Hasto menekankan pentingnya mengkaji kembali pemikiran Bung Karno agar tidak berhenti sebagai warisan sejarah, melainkan menjadi bahan pemikiran dalam merespons persoalan sosial dan kebangsaan.

Menurutnya, Marhaenisme sebagai gagasan yang berorientasi pada pembebasan rakyat dari ketertindasan perlu terus dibahas dan dikembangkan melalui pendidikan serta kegiatan organisasi.

Persoalan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan keadilan ekonomi menjadi sejumlah isu yang relevan untuk dikaji melalui perspektif pemikiran tersebut.

Sebelumnya, dalam audiensi bersama pengurus GPM pada 11 Mei 2026, Hasto juga pernah menegaskan pentingnya membangun ketahanan organisasi melalui pendidikan ideologi dan kedisiplinan kader.

“Ketahanan organisasi tidak dibangun hanya dari struktur, tetapi dimulai dari ideologi, disiplin kaderisasi, dan kesadaran perjuangan. Organisasi yang memiliki fondasi ideologis kuat akan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman dan dinamika nasional,” ujar Hasto dalam audiensi tersebut.

Pandangan mengenai penguatan organisasi itu kembali menjadi salah satu perhatian dalam Kongres X GPM yang berlangsung di Jakarta.

Emir Moeis Soroti Pendidikan dan Kebudayaan

Sementara itu, Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis menempatkan pendidikan dan kebudayaan sebagai bagian penting dalam arah program organisasi.

Ia menilai pengenalan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama agar nilai-nilai Marhaenisme dapat dipahami dalam kaitannya dengan persoalan masyarakat.

IKLAN

Dalam pandangannya, pendidikan ideologi tidak seharusnya terbatas pada pengenalan sejarah organisasi atau tokoh yang menjadi sumber pemikirannya.

Kader juga perlu memiliki kemampuan memahami perkembangan masyarakat dan menerjemahkan nilai-nilai yang dipelajari menjadi kegiatan sosial yang relevan.

Perhatian terhadap bidang kebudayaan turut menjadi bagian dari pembahasan, mengingat kedudukannya dalam pemikiran kebangsaan Soekarno.

Melalui penguatan pendidikan dan kebudayaan, GPM berharap dapat memperluas ruang pembelajaran bagi kader sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Kemendagri Ingatkan Pentingnya Semangat Berdikari

Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro, turut memberikan pandangan mengenai peran organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menekankan pentingnya memahami serta mengamalkan nilai-nilai Marhaenisme, termasuk semangat berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.

Menurut Wahyu, orientasi terhadap kepentingan masyarakat kecil perlu menjadi perhatian dalam menjalankan kegiatan organisasi.

Prinsip kemandirian juga dinilai penting agar organisasi mampu mengembangkan program dan membangun kapasitas kelembagaannya.

Pandangan tersebut disampaikan dalam konteks penguatan peran organisasi kemasyarakatan sebagai wadah partisipasi warga dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Kongres X GPM juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Ketua Dewan Pembina GPM William M. Tutuarima, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning Proletariyati, Sekretaris Dewan Pakar PA GMNI Karyono, serta Jacobus K. Mayong Padang.

Kongres Diharapkan Hasilkan Program Kerja Nyata

Selain menjadi forum konsolidasi, Kongres X GPM diarahkan untuk merumuskan rekomendasi strategis dan program kerja organisasi ke depan.

Sejumlah perhatian yang mengemuka meliputi penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas organisasi, perluasan kegiatan sosial, dan pengembangan pendidikan ideologi bagi generasi muda.

Tantangan berikutnya adalah memastikan keputusan kongres dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di luar agenda kongres, GPM juga menghadapi dinamika kepengurusan. Sejumlah pemberitaan mencatat adanya kelompok kepengurusan lain yang menyelenggarakan Kongres XI di Bali pada Juni 2026 dan menetapkan Arya Wedakarna sebagai ketua umum.

Kongres X di TMII sendiri diselenggarakan oleh jajaran GPM di bawah kepemimpinan Emir Moeis. Perbedaan klaim kepengurusan tersebut menjadi persoalan tersendiri dalam perjalanan organisasi.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, penyelenggaraan kongres juga dikaitkan dengan peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan berpartisipasi menyelesaikan persoalan bangsa.

Bagi GPM, keberlanjutan organisasi tidak hanya bergantung pada kemampuan mempertahankan identitas ideologis, tetapi juga pada regenerasi kepemimpinan dan pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hasil kongres nantinya menjadi salah satu ukuran bagaimana komitmen penguatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/kongres-x-gpm-di-tmii-hasto-kristiyanto-tekankan-ideologi-dan-kaderisasi/98399/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.22 WITA

  • #Gerakan Pemuda Marhaenis
  • #Hasto Kristiyanto
  • #Izedrik Emir Moeis
  • #Kongres X GPM
  • #Marhaenisme
  • #PDI Perjuangan
  • #TMII

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Erick Komala Terima Penghargaan atas Dedikasi Memperkuat Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Jawa Timur

Kongres X GPM Tetapkan Alit Kelakan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Pengawasan Pemilu Berbasis Gender: Mengapa Harus Ada Perempuan dalam Struktur Pengawas Pemilu?

BOC Hong Kong Cabang Jakarta Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Biaya yang Tak Masuk Inflasi

Pilihan Editor

  1. 1 115 Pengaduan Belum Tuntas, AKBP Solihin Gagas Kendali Wasidik
  2. 2

    Dari Potensi Menjadi Prestasi: Peran Program Orientasi Talenta dalam Membangun SDM Unggul

  3. 3

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  4. 4

    Eksistensi dan Reposisi Hukum Nagari dalam Sistem Hukum Nasional: Perspektif Pluralisme Hukum Masyarakat Adat Minangkabau

  5. 5

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.