Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. LEPMA FEB UMS Berdayakan Masyarakat Laweyan melalui Program Smart Village Empowerment

LEPMA FEB UMS Berdayakan Masyarakat Laweyan melalui Program Smart Village Empowerment

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
23 September 2026, 21.17 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pengabdian Ormawa

JurnalPost.com - Tim Program Pengabdian Ormawa (PPO) Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Program yang mengusung tema “Smart Village Empowerment: Revitalisasi Bank Sampah dan Pengembangan Produk Kriya Kain Perca di Kampung Batik Laweyan” ini berfokus pada penguatan potensi lingkungan dan ekonomi kreatif masyarakat.

Kelurahan Laweyan memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, di antaranya bank sampah, pengrajin kriya kain perca, kawasan wisata Kampung Batik Laweyan, serta tanaman obat keluarga (TOGA). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan tim pada Mei 2026 bersama pengelola bank sampah dan masyarakat, ditemukan sejumlah permasalahan yang masih perlu ditangani.

IKLAN

Permasalahan tersebut meliputi kurang aktifnya pengelolaan bank sampah, pengolahan kain perca yang masih dilakukan secara individu sehingga limbah kain perca menumpuk sehingga belum optimalnya pengembangan produk dari limbah kain perca, kurangnya spot foto edukatif untuk mendukung daya tarik wisata, serta penataan area TOGA yang masih perlu dikembangkan.

Magister Keperawatan UMS
Baca Juga

Magister Keperawatan UMS Edukasi PMI dan WNI di Malaysia Cegah Hipertensi dan Diabetes

Berdasarkan kondisi tersebut, Tim PPO LEPMA FEB UMS bersama masyarakat dan pemerintah Kelurahan Laweyan, merancang program Kelurahan Cerdas melalui pembentukan empat pojok pemberdayaan masyarakat. Keempat pojok tersebut terdiri atas Pojok Bank Sampah Berdaya, Pojok Kreasi Perca, Pojok Eco Craft, dan Pojok Tanaman Sehat.

Ketua Pelaksana Tim PPO LEPMA FEB UMS, Ulfiyah Mufrih, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat.

“Program ini kami rancang tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan, tetapi juga untuk mengembangkan potensi yang sudah dimiliki masyarakat. Melalui empat pojok pemberdayaan, kami berharap masyarakat dapat terlibat secara aktif dan mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri,” ujarnya.

Pada Pojok Bank Sampah Berdaya, masyarakat mendapatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan bank sampaah serta pemilahan sampah rumah tangga. Tim juga mendorong penyediaan dua jenis tempat sampah dan dua tong komposter sebagai sarana pemilahan sampah sekaligus upaya meningkatkan kembali partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah.

UPN Veteran Jawa Timur
Baca Juga

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Sementara itu, Pojok Kreasi Perca menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan limbah kain perca. Kain perca yang sebelumnya menumpuk diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

IKLAN

Pojok Eco Craft dikembangkan sebagai sarana pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi produk kreatif guna menjadi dekorasi lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kembali limbah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kreatif dan memiliki nilai ekonomi.

FPengabdian Ormawa

Adapun Pojok Tanaman Sehat diarahkan pada penataan dan pemanfaatan kawasan tanaman empon-empon serta tanaman obat keluarga yang dikembangkan sebagai sarana edukasi kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, program PPO dilakukan secara bertahap dan partisipatif, kelompok pengelola bank sampah dan masyarakat sekitar. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi dan permasalahan, sosialisasi, pembentukan kelompok, pelatihan, pendampingan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.

Murid TK Khasanah berseragam hijau-kuning berbicara memakai mikrofon di depan teman-temannya, berlatar spanduk Fun Traffic Day dan rambu lalu lintas.
Baca Juga

Lampu Merah, Semua Berhenti! Murid TK Khasanah Asyik Mengenal Kendaraan Darat, Air, dan Udara Hingga Jatuh Hati pada Lalu Lintas

Pemerintah Kelurahan Laweyan turut memberikan dukungan melalui perizinan kegiatan, fasilitasi koordinasi dengan masyarakat dan stakeholder, serta penyediaan lokasi untuk pelaksanaan kegiatan pada setiap pojok pemberdayaan. Dukungan tersebut juga mencakup pendampingan, monitoring, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan program.

Penanggung jawab kegiatan PPO LEPMA FEB UMS, Afinda Tantri Kusuma Wardani, mengatakan bahwa kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. “Keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada tim mahasiswa. Karena itu, kami berusaha melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan. Harapannya, setelah program selesai, masyarakat tetap dapat mengelola dan mengembangkan empat pojok tersebut secara mandiri,” tuturnya.

Untuk mendukung keberlanjutan, Tim PPO juga membentuk kelompok pengelola yang terdiri atas Unit Pengelola Bank Sampah, Kelompok Herbal Lestari, Eco-Craft Crew, dan Komunitas Perca Berkarya. Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan setelah program pendampingan mahasiswa berakhir.

Selain itu, tim merencanakan pendampingan secara berkala selama tiga bulan, yaitu Juli hingga September 2026. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Melalui program Smart Village Empowerment, Tim PPO LEPMA FEB UMS berharap terbentuk pusat pembelajaran masyarakat berbasis empat pojok yang aktif dan berkelanjutan. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, keterampilan masyarakat, pemanfaatan limbah, serta peluang ekonomi melalui pengembangan potensi lokal Kelurahan Laweyan.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang mandiri dalam mengelola lingkungan dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Kampung Batik Laweyan.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/lepma-feb-ums-berdayakan-masyarakat-laweyan-melalui-program-smart-village-empowerment/97832/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.03 WITA

  • #Bank Sampah
  • #Ekonomi Kreatif
  • #Kampung Batik Laweyan
  • #Kelurahan Laweyan
  • #LEPMA FEB UMS
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #Smart Village Empowerment
  • #Universitas Muhammadiyah Surakarta

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.