PALUTA, JurnalPost.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara (ITS Paluta) Desa Hadungdung menggelar edukasi dan kampanye anti-bullying bagi siswa MIN 8 Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Ketua Tim KKN ITS Paluta Desa Hadungdung, Lufti Nasution, mengatakan edukasi tersebut menyasar siswa sekolah dasar karena pemahaman mengenai bahaya perundungan perlu ditanamkan sejak dini.
Menurut Lufti, bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Perundungan juga dapat terjadi melalui ucapan, tindakan pengucilan, penghinaan, hingga aktivitas di media sosial atau ruang digital.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik di MIN 8 Portibi bahwa bullying, baik secara fisik, verbal, maupun di media sosial, bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan merasa aman di sekolah,” ujar Lufti.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi tindakan perundungan, termasuk pentingnya tidak membalas dengan kekerasan serta berani menceritakan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Mahasiswa KKN turut mengajak para siswa untuk tidak menjadi penonton ketika melihat temannya mengalami perundungan. Mereka didorong untuk membantu korban dengan cara yang aman dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.
Sekolah Apresiasi Edukasi Anti-Bullying
Kepala MIN 8 Portibi, Samsuddin Tanjung, S.Ag., menyambut positif kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN ITS Paluta.
Menurutnya, materi mengenai pencegahan bullying relevan dengan upaya sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang kondusif sekaligus menanamkan nilai saling menghargai kepada peserta didik.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah meluangkan waktu untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan dan saling menghormati di kalangan peserta didik,” kata Samsuddin.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi edukasi serta mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai situasi perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami batas antara bercanda dengan perilaku yang dapat menyakiti, mempermalukan, atau membuat orang lain merasa tertekan.
Dorong Pendidikan Karakter Sejak Dini
Program edukasi anti-bullying tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN ITS Paluta dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda.
Sebelumnya, mahasiswa KKN ITS Paluta juga melaksanakan kegiatan edukasi di Pondok Pesantren Salafiyah Islamiyah Padang Bujur yang mengangkat tema cyberbullying dan keamanan data pribadi.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada anak-anak dan remaja agar dapat menggunakan teknologi secara bertanggung jawab serta memahami risiko perundungan di lingkungan digital.
Mahasiswa KKN ITS Paluta berharap edukasi anti-bullying di MIN 8 Portibi tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa.
Dengan pemahaman yang diberikan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa empati, saling menghormati, serta berani mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekitarnya.
Oleh: Tim KKN ITS Paluta Desa Hadungdung
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda