Malang, JurnalPost.com — Tim PKM-PM SRIWAT dari Universitas Negeri Malang (UM) bersama kelompok PKK Dusun Watutumpeng, dengan bimbingan Bapak Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., berhasil mengubah halaman rumah warga menjadi lahan produktif yang berdaya ekonomi melalui konsep pertanian kecil berkelanjutan (small-scale sustainable agriculture). Program ini dirancang oleh tim PKM-PM SRIWAT bersama dengan mitra. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada budidaya ubi ungu, tetapi juga pada pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk olahan bernilai jual tinggi seperti dimsum dan cireng ubi ungu. Inisiatif ini menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mendukung penguatan ekonomi kreatif di wilayah pedesaan.
Program tim PKM-PM SRIWAT dirancang bersama mitra dengan pendekatan Asset-Based Community Development + Evaluation (ABCD+E). Metode ini memaksimalkan aset yang sudah dimiliki masyarakat, seperti keterampilan individu dan potensi alam setempat. Program ini terdiri atas empat kegiatan utama: DISAWAT (Diskusi SRIWAT), PANDU (Pelatihan Penanaman Terpadu), SINOM (Sosialisasi Identitas Niaga dan Optimasi Marketing), dan PAWON UNGU (Pengolahan Ubi Ungu). Setiap kegiatan dirancang secara berkesinambungan agar masyarakat mampu mandiri dalam mengelola dan mengembangkan potensi ubi ungu di lingkungannya.

Mahasiswa berperan langsung dalam pendampingan pelatihan, mulai dari pembentukan kembali struktur pokja berbasis minat dan keahlian, penanaman ubi ungu di lahan sempit dengan media sandbag, pelatihan branding dan pemasaran, hingga pengolahan ubi ungu untuk menambah variasi produk. Dari proses ini, lahirlah brand lokal “Yubifood” yang kini menjadi identitas baru produk unggulan Dusun Watutumpeng. “Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan baru, tapi juga menumbuhkan kembali semangat berwirausaha di kalangan ibu rumah tangga” ungkap Alha, Ketua Tim PKM-PM UM. “Kami ingin perempuan desa memiliki peran aktif dalam pembangunan ekonomi lokal” lanjutnya.
Ketua pokja PKK Dusun Watutumpeng, Ibu Warsini, mengaku bangga atas kemajuan kelompoknya. “Kami dulu hanya menjalankan kegiatan keagamaan rutin, sekarang bisa menghasilkan produk sendiri dan menjualnya untuk sumber penghasilan tambahan,” ujarnya. Program ini juga memperkenalkan konsep Purple Loop, yakni ekosistem ekonomi hijau berbasis ubi ungu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Keberlanjutan program disusun dengan konsep Quadruple Helix yang melibatkan peran akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat pemasaran produk serta membuka peluang kerja baru di desa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda