Banyuasin, JurnalPost.com – Mahasiswi PKM-KKN UIN Raden Fatah Palembang mengembangkan inovasi pangan lokal bersama masyarakat Desa Gasing dengan memanfaatkan potensi udang dan nanas yang tersedia di wilayah tersebut.
Kegiatan pengolahan pangan lokal tersebut dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) di rumah salah seorang warga Desa Gasing. Udang diolah menjadi nugget, sementara nanas dikembangkan menjadi permen jelly yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa melalui pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk pangan yang lebih kreatif dan menarik.
Tiga mahasiswi PKM-KKN UIN Raden Fatah Palembang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, yakni Rohadatul 'Aisy dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK); Ayu Amelia dari Program Studi Pendidikan Agama Islam FITK; serta Dian Septiani dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini FITK.
Pemilihan udang dan nanas sebagai bahan utama mempertimbangkan potensi pangan lokal yang tersedia di Desa Gasing. Kedua komoditas tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan bentuk yang lebih menarik sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonominya.
Udang yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari diolah menjadi nugget dengan proses pengolahan yang praktis. Sementara itu, nanas Desa Gasing dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan permen jelly yang dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswi tidak hanya melakukan praktik pembuatan produk, tetapi juga memperkenalkan kepada masyarakat tahapan pengolahan bahan pangan hingga menjadi produk siap konsumsi.
Proses dimulai dengan mempersiapkan bahan dan peralatan. Udang kemudian dibersihkan dan diolah menjadi adonan nugget sebelum dibentuk dan dimasak hingga siap dikonsumsi. Adapun buah nanas melalui sejumlah tahapan pengolahan hingga menjadi permen jelly dengan tekstur dan cita rasa yang sesuai.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya kreativitas dalam mengolah sumber daya pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pengolahan bahan pangan menjadi produk turunan dinilai dapat memberikan nilai guna lebih tinggi dibandingkan apabila komoditas hanya dipasarkan atau dikonsumsi dalam bentuk segar.
Kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme dari masyarakat karena memberikan alternatif baru dalam pemanfaatan udang dan nanas. Produk olahan yang dihasilkan tidak hanya dapat dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha apabila diproduksi secara konsisten dan berkelanjutan.
Inovasi nugget udang dan permen jelly nanas diharapkan menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi Desa Gasing melalui kreativitas masyarakat.
Selain memberikan pengalaman kepada masyarakat, program tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian secara langsung.
Keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi sekaligus kebutuhan warga yang dapat dikembangkan melalui program-program pemberdayaan.
Ke depan, inovasi pangan lokal berupa nugget udang dan permen jelly nanas diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan PKM-KKN selesai. Masyarakat dapat mengembangkan produk tersebut lebih lanjut, baik dari sisi pengemasan, pemasaran maupun variasi produk, sehingga berpotensi menjadi salah satu produk bernilai ekonomi bagi Desa Gasing.
Mahasiswi PKM-KKN yang terlibat:
Rohadatul 'Aisy – Pendidikan Agama Islam/FITK, NIM 24021070021
Ayu Amelia – Pendidikan Agama Islam/FITK, NIM 24041070200
Dian Septiani – Pendidikan Islam Anak Usia Dini/FITK, NIM 24051150126
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda