
JAKARTA BARAT, JurnalPost.com - Pembina Utama Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Imaam Yakhsyallah Mansur, beserta rombongan berta’ziyah ke rumah duka almarhum Tri Anjayani (57), ayahanda Wali Al Jabar, anggota UAR Koordinator Daerah (Korda) Jakarta Barat, di Jalan Toram, Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat, Senin (3/8/2026).
Dua mobil rombongan tiba di rumah duka sekitar pukul 07.30 WIB. Imaam Yakhsyallah didampingi Amir Majelis Ukhuwah Pusat dan staf sedangkan rombongan kedua terdiri tiga pengurus pusat UAR dan seorang perwakilan Aqsa Working Group (AWG). Turut hadir Pembina UAR Korwil Jabodetabek-Banten beserta staf wilayah, pengurus UAR Korda Jakarta Barat, dan keluarga besar almarhum.
Putra ketujuh almarhum, Wali Al Jabar, menyampaikan bahwa ayahnya beberapa bulan terakhir menjalani pengobatan akibat sakit saraf kejepit sebelum kondisinya menurun drastis pada Ahad malam.
"Ayah beberapa bulan mengalami sakit saraf kejepit dan sudah beberapa kali menjalani pengobatan rumah sakit. Ahad malam keempat kalinya ayah masuk rumah sakit lagi. Sekitar pukul 01.30 WIB ayah dipanggil Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ujar Wali Al Jabar di rumah duka, Senin pagi.
Sambil menunggu proses penggalian makam selesai, Imaam Yakhsyallah Mansur menghibur keluarga almarhum dengan memberikan nasihat di samping jenazah yang dihadiri keluarga dan puluhan pelayat.
Jenazah almarhum dishalatkan pukul 09.00 WIB di Musala Al Hidayah tidak jauh dari rumah duka. Sebelum mengimami shalat jenazah, mewakili shahibul musibah Imaam Yakhsyallah Mansur menyampaikan permohonan maaf almarhum jika selama bergaul di masyarakat terdapat kesalahan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua warga dan para ikhwan yang telah membantu perawatan selama Pak Tri Anjayani sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Allah membalas semua amal sholih dengan pahala berlipat ganda,” kata Imaam Yakhsyallah.
Jenazah kemudian dibawa ke Pemakaman Umum Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah prosesi pemakaman selesai, Imaam Yakhsyallah Mansur memberikan tausiyah dan memimpin doa bersama untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan kembali pentingnya memperbanyak mengingat kematian sebagai nasihat yang akan mengantarkan manusia untuk lebih mempersiapkan kehidupan akhirat.
"Kematian adalah suatu peringatan. Peringatan itu ada dua, yaitu Al-Qur'an yang dibaca sehingga terdengar suaranya dan kematian yang menjadi peringatan tanpa suara. Karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, 'Aktsiru dzikra hadzimil-ladzdzat, al-maut', perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan dunia, yaitu kematian," ujar Imaam Yakhsyallah.

Berdasarkan sebuah hadits riwayat Ahmad, beliau juga mengungkapkan bahwa meninggalnya seorang mukmin merupakan saat beristirahat dari segala kepenatan kehidupan dunia, sedangkan matinya orang yang selalu berbuat kejahatan menjadi istirahat bagi orang lain dari keburukannya.
"Mudah-mudahan Pak Tri Anjayani benar-benar menjadi orang yang beristirahat dari kepenatan dunia sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tadi," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imaam Yakhsyallah Mansur juga berpesan kepada seluruh anak almarhum agar tetap berbakti kepada orang tua meskipun telah meninggal dunia.
"Kewajiban anak kepada orang tua tidak berhenti setelah mereka wafat. Teruslah mendoakan keduanya, memohonkan ampun kepada Allah, menjaga persaudaraan di antara saudara kandung, serta melanjutkan seluruh amal kebaikan yang pernah dilakukan orang tua saat masih hidup. Itulah bentuk bakti seorang anak yang akan terus mengalir pahalanya," pesan beliau.
Almarhum Tri Anjayani meninggalkan seorang istri dan 12 anak. Kehadiran Pembina Utama UAR beserta jajaran pengurus pusat, wilayah, dan para relawan menjadi wujud ukhuwah serta kepedulian keluarga besar UAR kepada anggotanya yang sedang mengalami musibah. [AM]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda