Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pendampingan Komunikasi Digital Pengrajin Tahu Sumedang Dorong Adaptasi UMKM dan Perkuat Gastrodiplomasi Daerah

Pendampingan Komunikasi Digital Pengrajin Tahu Sumedang Dorong Adaptasi UMKM dan Perkuat Gastrodiplomasi Daerah

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
08 Januari 2026, 14.36 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Adaptasi UMKM

Sumedang, JurnalPost.com - Upaya mendorong adaptasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap ekosistem ekonomi digital terus menjadi agenda strategis dalam penguatan daya saing daerah. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari Telkom University, dengan dukungan pendanaan dari Bio Farma, melaksanakan kegiatan Pendampingan Komunikasi Digital Inovatif bagi Pengrajin Tahu Sumedang sebagai bagian dari penguatan UMKM sekaligus strategi gastrodiplomasi Kabupaten Sumedang. 15/12

Tahu Sumedang merupakan ikon kuliner daerah yang memiliki nilai historis, budaya, dan ekonomi yang kuat. Namun, di tengah perubahan perilaku konsumen dan berkembangnya platform digital, sebagian besar pelaku industri Tahu Sumedang masih mengandalkan pola pemasaran konvensional. Keterbatasan kompetensi komunikasi digital menyebabkan potensi Tahu Sumedang sebagai identitas gastronomi daerah belum sepenuhnya terartikulasikan secara optimal di ruang digital.

IKLAN

Melalui kegiatan ini, pengrajin didampingi secara bertahap dan partisipatif untuk meningkatkan kompetensi komunikasi digital. Pendampingan mencakup pemetaan awal kesiapan digital, peningkatan literasi gastrodiplomasi, penguatan digital storytelling berbasis nilai lokal, hingga aktivasi dan evaluasi pengelolaan media digital. Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran strategis pengrajin dalam memaknai komunikasi digital sebagai sarana pembentukan identitas, citra, dan kepercayaan publik.

POLMED
Baca Juga

Sampah Jadi Rupiah, POLMED Cetak Peluang Usaha Baru bagi Ibu Rumah Tangga

Dalam kegiatan tersebut, Agus Kori Hidayat menegaskan bahwa adaptasi digital merupakan prasyarat utama agar UMKM mampu bertahan dan berkembang.

Adaptasi UMKM

“UMKM hari ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Adaptasi digital menjadi kunci agar UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, membangun kepercayaan, dan memperkuat identitas usahanya. Tanpa kemampuan berkomunikasi secara digital, UMKM akan sulit bersaing dan berisiko tertinggal,” ujar Agus Kori Hidayat.

Ia menambahkan bahwa proses adaptasi tersebut memerlukan pendekatan yang berkelanjutan.

UMKM Bandung
Baca Juga

Telkom University Gelar Pelatihan Branding Cerdas untuk Perkuat Identitas Merek UMKM Bandung

IKLAN

“Yang dibutuhkan UMKM bukan sekadar pelatihan satu kali, tetapi pendampingan yang membantu mereka memahami, mencoba, dan menyesuaikan strategi digital sesuai dengan karakter usahanya,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Martah Tri Lestari menekankan bahwa adaptasi digital UMKM tidak dapat dilepaskan dari penguatan kompetensi komunikasi.

“Adaptasi digital tidak akan efektif jika UMKM hanya diperkenalkan pada teknologi. Yang jauh lebih penting adalah pendampingan serius dalam pengembangan kompetensi komunikasi, agar pelaku UMKM mampu menyampaikan cerita, nilai, dan identitas produknya secara tepat di ruang digital,” jelas Dr. Martah Tri Lestari.

Menurutnya, komunikasi digital merupakan fondasi utama agar produk lokal memiliki daya saing berkelanjutan.

UMKM Frozen Food
Baca Juga

Jualan UMKM Frozen Food Naik-Turun di Bulan Biasa? Ini Pelajaran dari Riset di Balikpapan

“Ketika UMKM mampu berkomunikasi secara strategis dan autentik, mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun makna dan kepercayaan. Inilah yang menjadikan komunikasi digital relevan dalam konteks penguatan identitas daerah dan gastrodiplomasi,” tambahnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, yang mendorong sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pelaku UMKM. Partisipasi aktif para pengrajin Tahu Sumedang sebagai mitra utama menjadi faktor penting keberhasilan program, karena seluruh tahapan pendampingan dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

Hasil awal kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan kepercayaan diri pengrajin dalam memanfaatkan media digital. Pengrajin mulai mampu menyusun narasi produk yang menonjolkan nilai tradisi, proses produksi, dan identitas lokal Sumedang, serta memahami komunikasi digital sebagai sarana memperkenalkan budaya kuliner daerah kepada audiens yang lebih luas.

Melalui program ini, Tahu Sumedang tidak hanya diposisikan sebagai produk kuliner unggulan, tetapi juga sebagai medium gastrodiplomasi berbasis komunitas, di mana UMKM berperan sebagai agen komunikasi budaya. Ke depan, model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi pada komoditas gastronomi lokal lainnya untuk mendukung penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan citra Kabupaten Sumedang di tingkat nasional maupun global.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pendampingan-komunikasi-digital-pengrajin-tahu-sumedang-dorong-adaptasi-umkm-dan-perkuat-gastrodiplomasi-daerah/89797/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Berita UMKM

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online
  2. 2

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. 3

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.