BANDUNG, JURNALPOST.COM - Komunikasi pemasaran digital menjadi sebuah strategi yang banyak dilakukan oleh lembaga sebagai daya tarik bagi konsumen, tanpa terkecuali pada lembaga filantropi yang memerlukan strategi komunikasi pemasaran digital. Guna mendukung kecakapan digital marketing komunikasi pada pengurus lembaga filantropi Gerakan Infaq Beras, Baitulmaal Munzalan Indonesia Cabang Bandung, dosen Telkom University berikan pelatihan secara onsite di Kantor Infaq Beras Bandung Jl. Arcamanik Endah Ruko III No. 3 Bandung, melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari sukarelawan dari Baitulmaal Munzalan Indonesia pada program Infaq Beras Bandung pada Senin (16/11).
Dalam era 4.0 pemahaman media digital sudah menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu. Kompetensi media digital yang baik akan menunjang kemampuan dalam menjalankan strategi komunikasi pemasaran digital.
Dalam lembaga filantropi komunikasi pemasaran digital digunakan untuk membangun pemahaman bagi kelompok sasar terkait program-program yang tersedia. Permasalahannya adalah belum banyak lembaga filantropi yang membuat strategi komunikasi pemasaran tepat sasaran. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pemahaman lembaga terkait Strategi komunikasi Pemsaran.
Berdasarakan dari permasalahan tersebuat maka Telkom University melalui Prodi Digital Public Relations melakukan pembinaan pada lembaga filantropi, khususnya Baitulmaal Munzalan Indonesia Cabang Bandung dalam membangun strategi komunikasi pemsarana digital.
Kegiatan pelatihan ini dilakukan oleh tim dosen dari Prodi Digital Public Relations Telkom Univesity yang diketuai oleh Intan Primasari, M.Si dengan tema “Pelatihan Komunikasi Pemasaran Digital Melalui Strategi Storytelling”.
Berdasarkan tema tersebut ada dua materi utama yang disampaikan. Materi pertama adalah “Pemahaman Komunikasi Pemasaran Digital pada Lembaga Filantropi” oleh Dr. Sri Dewi Setiawati, M.Si
“Komunikasi Pemasaran Digital bukanlah strategi marketing yang bisa dilihat hasilnya secara instan, komunikasi pemasaran digital adalah upaya untuk membangun loyalitas kelompok sasar terhadap lembaga, sehingga perlu terus dilakukan secara bertahap dan konsisten,” kata Dewi
Sedangkan materi kedua membahas mengenai “Strategi Storytelling” oleh Moch. Armien Syifaa Sutarjo, S.S., M.I.Kom., CPS, dalam pemaparan materinya Armin menegaskan bahwa strategi storytelling merupakan strategi yang tepat digunakan dalam media digital,
“Sebagai media informasi, strategi storytelling digunakan sebagai bentuk komunikasi persuasif yang dilengkapi foto/video sehingga menjadi informasi yang menarik bagi kelompok sasar untuk mengikuti apa yang diharapkan oleh lembaga,” ujar Armin.
Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran digital pada lembaga filantropi. Khususnya pada pengelolaan media digital untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan informasi bagi kelompok sasar.
Pelatihan ini juga akan dibuat secara berkelanjutan untuk dapat terus melakukan pembinaan bagi lembaga filantropi dalam memahami strategi komunikasi pemasaran digital. Sehingga kedepannya lembaga filantropi akan lebih siap dalam mengahadapi tantangan teknologi digital sebagai bentuk pengembangan program-program filantropi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda