Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Pelosok Daerah

Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Pelosok Daerah

Foto profil Galih Prasetyo
Penulis: Galih Prasetyo
30 Juni 2022, 16.47 WITA Editor: Rina Maharani
4 menit baca
Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Pelosok Daerah

JurnalPost.com — Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Namun, menyatukan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda tentu bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai alat komunikasi sekaligus pemersatu bangsa.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 36 disebutkan bahwa "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia." Ketentuan tersebut menegaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara yang digunakan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, pendidikan, dan komunikasi antarmasyarakat.

IKLAN

Meski demikian, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Apakah seluruh masyarakat telah menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar?

Pembelajaran BULO
Baca Juga

UMPAR Kembangkan Model Pembelajaran BULO, Padukan Permainan Tradisional dengan STEAM

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar berarti menggunakan bahasa sesuai dengan situasi, tujuan, dan lawan bicara, serta tetap memperhatikan kaidah kebahasaan yang berlaku. Penggunaan bahasa yang baik tidak selalu harus bersifat formal, tetapi perlu disesuaikan dengan konteks komunikasi. Sementara itu, penggunaan bahasa yang benar berkaitan dengan ketepatan tata bahasa, pilihan kata, dan ejaan.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 19,94 persen penduduk berusia lima tahun ke atas menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di rumah. Sementara itu, 79,45 persen menggunakan bahasa daerah.

Di Provinsi Maluku, penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari di rumah bahkan mencapai 99,3 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa bahasa daerah masih memiliki kedudukan yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Namun, tingginya penggunaan bahasa daerah tidak serta-merta menunjukkan bahwa bahasa Indonesia semakin ditinggalkan. Penggunaan bahasa daerah merupakan bagian dari upaya masyarakat mempertahankan identitas budaya dan warisan leluhur. Persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana masyarakat mampu menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki latar belakang bahasa berbeda.

Dokumentasi Pembelajaran Kelas VII A
Baca Juga

Mahasiswa UNY Terapkan Matching Board untuk Belajar Puisi Rakyat di SMPN 2 Banguntapan

IKLAN

Sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia berperan penting dalam menjembatani perbedaan tersebut. Tanpa adanya bahasa yang dipahami bersama, komunikasi antarmasyarakat dari berbagai daerah berpotensi mengalami hambatan.

Oleh sebab itu, penggunaan bahasa Indonesia perlu terus dibiasakan, terutama dalam lingkungan pendidikan, pelayanan publik, kegiatan resmi, dan komunikasi antardaerah. Kebiasaan tersebut dapat membantu memperkuat rasa persatuan dan menumbuhkan sikap nasionalisme.

Selain itu, sikap positif terhadap bahasa Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kedudukan bahasa nasional. Masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan bahasa Indonesia secara tepat serta memahami kaidah kebahasaan yang berlaku, termasuk Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V.

Perkembangan teknologi dan media sosial juga memberikan peluang untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia. Melalui berbagai platform digital, masyarakat dapat membiasakan diri menyampaikan informasi, pendapat, dan gagasan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, santun, dan mudah dipahami.

Seru, Pentas Seni Anak Sekolah dan Masyarakat di Gelar di PAI Kota Tegal
Baca Juga

Seru, Pentas Seni Anak Sekolah dan Masyarakat di Gelar di PAI Kota Tegal

Generasi muda memiliki peran besar dalam upaya tersebut. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, maupun media sosial dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keberlangsungan bahasa nasional di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu terus meningkatkan sosialisasi serta pembinaan penggunaan bahasa Indonesia kepada masyarakat. Upaya ini hendaknya dilakukan tanpa mengesampingkan keberadaan bahasa daerah yang juga menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Pada akhirnya, menjaga bahasa Indonesia bukan berarti harus meninggalkan bahasa daerah. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, sedangkan bahasa daerah menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.

Dengan meningkatkan kesadaran berbahasa Indonesia secara baik dan benar, masyarakat dapat memperkuat komunikasi, menjaga persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Bahasa Indonesia bukan sekadar sarana untuk menyampaikan pesan, melainkan juga simbol identitas dan persatuan bangsa yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia.


Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pentingnya-penggunaan-bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar-di-pelosok-daerah/34673/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Bahasa Indonesia
  • #Kebudayaan
  • #Nasionalisme
  • #bahasa persatuan
  • #identitas bangsa
  • #pendidikan
  • #sensus penduduk

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.