CEPU, JurnalPost.com - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) terus mendorong pemerataan kompetensi tenaga kerja lokal di sektor energi. Sejak 2020, PPSDM Migas aktif menggandeng berbagai Dinas Tenaga Kerja di sejumlah pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan keterampilan di sektor migas yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis dan standar keselamatan tinggi.
Kepala PPSDM Migas, Waskito Tunggul Nusanto, mengatakan kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk membuka akses pelatihan berkualitas bagi putra-putri daerah.
"PPSDM Migas sejak tahun 2020 sudah aktif bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Daerah antara lain dengan Disnakerin Kabupaten Tuban, Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin, Disnakertrans Kabupaten Bojonegoro, Disnaker Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Disnaker Kota Sorong, Distranaker Kabupaten Kutai Kartanegara, Disnakertrans Kabupaten Sorong, dan di bulan Mei sampai saat ini dengan Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Barat Daya," kata Waskito.
Melalui kerja sama tersebut, para peserta dari berbagai daerah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi untuk mendukung kebutuhan industri migas. Sejumlah bidang pelatihan yang telah diikuti peserta antara lain Operator K3, Operator Forklift, Operator Mobile Crane, Juru Ikat Beban atau Rigger, Operator Scaffolding, Operator Lantai Perawatan Sumur, Juru Las atau Welder, Teknisi Listrik, serta Teknisi Instrumentasi Level 1.
Waskito menegaskan, PPSDM Migas ingin memastikan kompetensi sektor migas tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
"PPSDM Migas bekerja sama dengan kabupaten tersebut agar kompetensi sektor migas dapat merata di seluruh pelosok Indonesia dengan total peserta sampai saat ini sejumlah 1.144 orang di tahun 2025," ujarnya.
Dengan adanya pemerataan pelatihan ini, putra-putri daerah diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat langsung dalam industri migas di wilayahnya masing-masing. Selain menciptakan tenaga kerja siap pakai, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian sumber daya manusia lokal di sektor energi nasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda