JurnalPost.com — Media sosial kini bukan sekadar tempat perusahaan membagikan informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun identitas dan membentuk persepsi publik. Tampilan visual yang konsisten, pemilihan warna, hingga cara menyampaikan pesan dapat memengaruhi bagaimana audiens mengenali sebuah perusahaan.
Bagi perusahaan yang bergerak di industri kreatif, komunikasi visual memiliki peran penting. Desain feed Instagram yang tertata tidak hanya memberikan kesan menarik, tetapi juga membantu audiens memahami layanan, karakter, dan profesionalitas perusahaan.
Selain melalui konten media sosial, komunikasi dengan audiens juga dapat dilakukan melalui broadcasting dan livestreaming. Kedua pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan menyampaikan informasi dalam bentuk visual dan audio secara langsung.
Pendekatan inilah yang menjadi fokus kegiatan magang Muhammad Javier Zanetti Threefanka, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, di CV Arindra Production.
Selama menjalani magang, ia terlibat dalam pengembangan desain feed Instagram serta kegiatan produksi siaran langsung. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan teori komunikasi visual dalam pekerjaan industri kreatif.
Media Sosial dan Pentingnya Identitas Visual Perusahaan
Perkembangan penggunaan internet dan media sosial di Indonesia membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui komunikasi digital.
Laporan Digital 2026: Indonesia yang diterbitkan DataReportal bersama We Are Social dan Meltwater mencatat sekitar 230 juta pengguna internet di Indonesia pada akhir 2025, setara dengan 80,5 persen populasi.
Pada periode yang sama, terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial aktif, atau 62,9 persen dari populasi. Jumlah identitas pengguna media sosial tersebut meningkat sekitar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka identitas pengguna media sosial tidak selalu menunjukkan jumlah individu yang berbeda karena seseorang dapat memiliki lebih dari satu akun.
Besarnya penggunaan media sosial memperlihatkan bahwa platform digital telah menjadi salah satu ruang penting dalam aktivitas komunikasi masyarakat, termasuk ketika mencari informasi mengenai layanan produksi kreatif, dokumentasi acara, dan penyiaran langsung.
Dalam konteks tersebut, tampilan akun Instagram dapat menjadi salah satu titik awal audiens mengenali suatu perusahaan.
Tata letak unggahan, penggunaan tipografi, komposisi warna, serta konsistensi elemen desain berperan dalam membentuk kesan visual yang ditampilkan perusahaan.
Namun, tampilan yang menarik saja belum cukup. Informasi yang disampaikan juga harus jelas, mudah dipahami, serta relevan dengan kebutuhan audiens.
Pengembangan Desain Feed Instagram melalui Kegiatan Magang
Kegiatan magang di CV Arindra Production diawali dengan observasi terhadap tampilan akun Instagram perusahaan.
Proses tersebut dilakukan untuk memahami karakter visual yang sebelumnya digunakan, termasuk komposisi warna, konsistensi desain, gaya komunikasi, dan jenis konten yang ditampilkan.
Setelah melakukan observasi, kegiatan dilanjutkan dengan menganalisis karakter audiens serta menyusun konsep visual yang sesuai dengan identitas perusahaan.
Tahapan perencanaan mencakup pembuatan mood board, penyusunan panduan warna, pemilihan tipografi, serta pengembangan templat desain feed Instagram.
Penggunaan mood board membantu menentukan arah visual sebelum proses desain dilakukan. Sementara itu, panduan warna dan templat digunakan untuk menjaga keseragaman tampilan pada setiap unggahan.
Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan hubungan visual antarkonten agar akun Instagram tidak terlihat sebagai kumpulan unggahan yang berdiri sendiri.
Selain aspek estetika, penyusunan konten juga mempertimbangkan kejelasan informasi dan kesesuaian pesan dengan audiens yang menjadi sasaran perusahaan.
Melalui proses ini, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai bagaimana keputusan desain berkaitan dengan strategi komunikasi.
Pemilihan warna, gambar, maupun tata letak ternyata tidak hanya didasarkan pada selera visual, tetapi juga harus mempertimbangkan informasi yang ingin disampaikan dan karakter perusahaan.
Terlibat sebagai Operator Broadcasting dan Livestreaming
Selain mengembangkan desain konten media sosial, kegiatan magang juga memberikan pengalaman dalam produksi broadcasting dan livestreaming.
Salah satu proyek yang diikuti adalah penyiaran langsung lomba karaoke yang diselenggarakan di luar ruangan (outdoor).
Proyek tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan mitra penyedia layanan broadcasting dan livestreaming.
Dalam kegiatan ini, Muhammad Javier bertugas sebagai operator yang membantu memastikan kualitas audio selama proses siaran berlangsung.
Tanggung jawabnya mencakup pemantauan suara dari panggung, pengoperasian perangkat mixing, serta penggunaan laptop dan headphone untuk melakukan monitoring audio.
Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian karena kualitas suara menjadi salah satu unsur penting dalam keberhasilan siaran langsung.
Gangguan audio, ketidakseimbangan volume, atau keterlambatan penanganan masalah teknis dapat memengaruhi pengalaman audiens yang menyaksikan acara secara daring.
Berbeda dengan desain feed Instagram yang dapat disusun dan diperbaiki sebelum dipublikasikan, livestreaming membutuhkan respons cepat terhadap kondisi yang terjadi saat acara berlangsung.
Operator harus mampu memantau perangkat, berkoordinasi dengan tim produksi, serta menyesuaikan pengaturan teknis ketika diperlukan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa produksi siaran langsung bukan hanya persoalan mengoperasikan perangkat, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan koordinasi antarpersonel.
Desain Visual dan Broadcasting Saling Melengkapi
Pengembangan desain feed Instagram dan keterlibatan dalam broadcasting menunjukkan dua bentuk komunikasi yang memiliki karakter berbeda, tetapi dapat saling mendukung.
Konten Instagram memungkinkan perusahaan menyampaikan informasi yang telah direncanakan melalui tampilan visual yang terstruktur.
Sementara itu, livestreaming memberikan kesempatan kepada audiens untuk menyaksikan aktivitas atau suatu peristiwa secara langsung.
Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., menjelaskan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki peran dalam membangun kesan serta kedekatan dengan audiens.
“Feed Instagram sering menjadi titik pertama audiens mengenal sebuah perusahaan, sementara broadcasting dan livestreaming memungkinkan audiens merasakan momen secara langsung dan real-time. Karena itu, keduanya perlu direncanakan dan dieksekusi secara terarah agar pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami audiens dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menilai perusahaan di bidang industri kreatif memiliki peluang untuk berkembang melalui pemanfaatan komunikasi visual dan broadcasting.
Kualitas tampilan konten serta penyajian siaran dapat menjadi bagian dari pertimbangan audiens ketika menilai kredibilitas suatu layanan.
Meski demikian, efektivitas komunikasi visual tidak cukup dinilai hanya berdasarkan tampilan yang menarik atau kelancaran proses produksi.
Perusahaan juga perlu memperhatikan respons audiens, keterlibatan pengguna, serta sejauh mana informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.
Evaluasi tersebut diperlukan agar strategi komunikasi yang diterapkan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan perkembangan perilaku pengguna media sosial.
Pengalaman Magang sebagai Penerapan Ilmu Komunikasi
Keterlibatan dalam pengembangan desain Instagram dan produksi siaran langsung memberikan pengalaman praktis mengenai penerapan ilmu komunikasi di lingkungan kerja.
Dalam bidang desain, mahasiswa mempelajari bagaimana konsep visual disusun berdasarkan identitas perusahaan, kebutuhan informasi, dan karakter audiens.
Sementara itu, kegiatan broadcasting memberikan pemahaman mengenai pengoperasian perangkat audio, koordinasi tim produksi, serta penanganan kebutuhan teknis selama berlangsungnya acara.
Kedua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan isi pesan, tetapi juga melibatkan media, proses produksi, dan kualitas penyampaian informasi.
Melalui kegiatan magang di CV Arindra Production, Muhammad Javier memperoleh kesempatan menghubungkan pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktik kerja di industri kreatif.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan pentingnya kemampuan beradaptasi karena pekerjaan komunikasi visual dan produksi siaran memiliki kebutuhan teknis yang terus berkembang.
Bagi perusahaan, pengembangan desain media sosial yang konsisten dan pengelolaan produksi siaran yang terencana dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan audiens.
Namun, penerapan strategi tersebut tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan untuk mengetahui efektivitasnya terhadap tujuan komunikasi perusahaan.
Pada akhirnya, desain feed Instagram dan broadcasting bukan sekadar aktivitas membuat tampilan menarik atau menyiarkan suatu acara. Keduanya merupakan bagian dari proses komunikasi yang membutuhkan perencanaan, kreativitas, kemampuan teknis, dan pemahaman terhadap audiens.
Komunikasi visual yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah pesan terlihat, tetapi juga tentang bagaimana pesan tersebut dipahami oleh orang yang menerimanya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda