Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Sungai Kapuas Mengering, Tongkang Kandas dan Hamparan Pasir Muncul di Sekadau

Sungai Kapuas Mengering, Tongkang Kandas dan Hamparan Pasir Muncul di Sekadau

Foto profil Alvin Pradana
Penulis: Alvin Pradana
04 September 2026, 18.43 WITA Editor: Rafi Adinata
5 menit baca
Sungai Kapuas Mengering
Kondisi Sungai Kapuas di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, saat debit air menyusut drastis akibat musim kemarau. Hamparan pasir muncul di sejumlah titik hingga menyebabkan ponton dan kapal kesulitan melintas.

SEKADAU, JurnalPost.com — Pemandangan tidak biasa terlihat di aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Memasuki puncak musim kemarau 2026, debit air sungai terpanjang di Indonesia itu menyusut drastis di sejumlah titik.

Hamparan pasir yang biasanya tersembunyi di bawah air kini muncul ke permukaan. Kondisi tersebut membuat kapal dan ponton kesulitan melintas karena alur sungai semakin dangkal.

IKLAN

Situasi mencolok antara lain terlihat di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Di kawasan Sungai Raya, Dusun Teluk Pasir, hamparan pasir meluas hingga ke bagian tengah Sungai Kapuas.

Pemkab Barru
Baca Juga

Curah Hujan Rendah, Pemkab Barru Bahas Peningkatan Status Darurat Bencana

Sebuah ponton bermuatan yang dilaporkan mengangkut kernel atau cangkang sawit bersama kapal pendorongnya bahkan kandas. Kapal tersebut disebut telah berada di lokasi selama lebih dari sebulan karena permukaan air terus menurun.

Fenomena itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan badan sungai yang biasanya dipenuhi air berubah menjadi hamparan pasir luas. Warga pun berdatangan pada sore hari untuk melihat langsung kondisi Sungai Kapuas yang menyerupai kawasan pantai musiman.

Namun, di balik pemandangan yang menarik perhatian tersebut, surutnya Sungai Kapuas membawa konsekuensi serius bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi Kalimantan Barat.

Kemarau dan El Niño Tekan Curah Hujan

Penyusutan debit Sungai Kapuas terjadi bersamaan dengan kondisi musim kemarau yang lebih kering pada 2026.

Tim Ekspedisi Patriot
Baca Juga

Tim Ekspedisi Patriot UI Ajak Siswa SMAN 1 Kubu Perkuat Kebinekaan dan Cegah Perundungan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan sebagian wilayah Indonesia menghadapi musim kemarau dengan kondisi lebih kering dari normal. BMKG juga mencatat pengaruh El Niño ikut menekan curah hujan di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan dampak El Niño menjadi semakin terasa ketika fenomena tersebut bertepatan dengan musim kemarau.

“Dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Niño bertemu langsung dengan musim kemarau,” kata Ardhasena.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Pada awal September, Sekadau termasuk wilayah di Kalimantan Barat yang berpotensi mengalami sifat hujan di bawah normal.

Kondisi bangunan Bank NTT
Baca Juga

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Flores dan Merusak Sejumlah Bangunan

Kondisi kering tersebut juga telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama Polres Sekadau menggelar salat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar menghadapi musim kering serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Transportasi Sungai Mulai Terganggu

Bagi Kalimantan Barat, Sungai Kapuas bukan sekadar bentang alam. Sungai tersebut selama puluhan tahun menjadi salah satu jalur utama transportasi masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas dari kawasan pedalaman.

Sebagian besar aliran Sungai Kapuas dapat dilayari dan hingga kini masih menjadi urat nadi transportasi bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

IKLAN

Karena itu, penyusutan kedalaman sungai berpotensi memberikan dampak berantai. Kapal berukuran besar membutuhkan kedalaman tertentu agar dapat membawa muatan secara aman.

Ketika permukaan air turun, risiko kapal kandas semakin tinggi. Operator kapal dapat terpaksa mengurangi muatan, menunda perjalanan, hingga menghentikan aktivitas sementara.

Kondisi tersebut kini terlihat nyata di Sekadau. Ponton yang kandas di hamparan pasir menjadi gambaran bagaimana kemarau tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga mengganggu jalur logistik berbasis sungai.

Industri Sawit Ikut Terdampak

Dampak surutnya Sungai Kapuas juga mulai dirasakan sektor perkebunan kelapa sawit.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Barat, Indra Rustandi, mengatakan distribusi produk sawit di wilayah Kalimantan Barat bagian timur banyak mengandalkan jalur Sungai Kapuas.

Surutnya air membuat pengangkutan crude palm oil atau CPO dari sejumlah pabrik mengalami hambatan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kapasitas penyimpanan di pabrik penuh hingga akhirnya memengaruhi pembelian tandan buah segar dari petani.

“Akibatnya, tangki penampungan CPO sejumlah PKS penuh. Kemudian PKS memberlakukan pembatasan pembelian TBS kelapa sawit,” ujar Indra.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kekeringan Sungai Kapuas dapat berkembang dari persoalan hidrologi menjadi persoalan ekonomi apabila berlangsung dalam waktu lama.

Selain distribusi CPO, aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi sungai juga berpotensi terdampak apabila debit air terus menyusut.

Kondisi Sungai Kapuas Masih Perlu Dipantau

Masyarakat belum dapat sepenuhnya berharap kondisi Sungai Kapuas segera kembali normal. Curah hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi rendah pada awal hingga pertengahan September.

Peningkatan curah hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap ketika sejumlah wilayah mulai memasuki masa peralihan menuju musim penghujan.

Karena itu, kondisi Sungai Kapuas masih perlu dipantau dalam beberapa pekan mendatang, terutama di daerah yang menjadi jalur utama transportasi dan distribusi logistik.

Istilah “Sungai Kapuas mengering” yang ramai di media sosial juga perlu dipahami secara proporsional. Sungai Kapuas tidak mengering sepenuhnya di sepanjang alirannya.

Kondisi yang terjadi adalah penyusutan debit air secara signifikan di sejumlah titik, termasuk di Kabupaten Sekadau, hingga menyebabkan dasar sungai dan hamparan pasir muncul ke permukaan.

Fenomena tersebut menjadi pengingat betapa vitalnya Sungai Kapuas bagi Kalimantan Barat. Ketika airnya menyusut, dampaknya tidak berhenti pada perubahan pemandangan, tetapi dapat menjalar ke transportasi, perkebunan, distribusi barang, ketersediaan air, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/sungai-kapuas-mengering-tongkang-kandas-sekadau/97583/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Apkasindo
  • #BMKG
  • #El Nino
  • #Kalimantan Barat
  • #Kemarau 2026
  • #Sekadau
  • #Sungai Kapuas

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.