PASURUAN, JURNALPOST.COM – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema PKM Edu melaksanakan uji keterbacaan dan teknologi terhadap buku cerita dongeng karya anak-anak Rumah Baca Riang Education di Latek, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan dari rangkaian workshop pengembangan cerita dongeng yang sebelumnya melibatkan anak-anak sebagai penulis. Karya-karya terpilih kemudian dikembangkan menjadi buku cerita yang tidak hanya mengandalkan teks dan ilustrasi, tetapi juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR).
Program tersebut mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Cerita Dongeng Berbasis Augmented Reality sebagai Media Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Rumah Baca Riang Education.”
Sebanyak tujuh anak yang karyanya terpilih untuk dibukukan dilibatkan secara langsung dalam proses pengujian. Mereka tidak hanya menjadi penulis, tetapi juga berperan sebagai pembaca sekaligus pengguna awal buku yang telah dikembangkan.
Uji Pemahaman Bahasa dan Isi Cerita
Uji keterbacaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anak-anak dapat memahami bahasa, isi cerita, alur, karakter atau tokoh, pesan yang disampaikan, serta ilustrasi yang digunakan di dalam buku.
Dalam proses pengujian, anak-anak diminta membaca buku cerita yang telah dikembangkan. Setelah itu, mereka memberikan tanggapan melalui instrumen evaluasi yang telah disiapkan oleh tim PKM Edu UPNVJT.
Tim pelaksana juga melakukan observasi dan diskusi bersama para peserta. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui bagian cerita yang paling menarik perhatian anak, sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih dianggap sulit dipahami.
Pelibatan anak dalam proses evaluasi ini menjadi penting karena mereka merupakan pengguna utama dari buku yang sedang dikembangkan. Respons yang diberikan diharapkan dapat membantu tim melihat secara langsung apakah pemilihan bahasa, struktur cerita, ilustrasi, maupun penyampaian pesan sudah sesuai dengan karakteristik pembaca anak.
Anak-Anak Coba Teknologi Augmented Reality
Selain menguji aspek keterbacaan, tim PKM Edu juga melakukan pengujian terhadap teknologi Augmented Reality yang telah diintegrasikan ke dalam buku.
Sebelum mencoba secara mandiri, anak-anak mendapatkan demonstrasi mengenai cara menggunakan fitur AR. Setelah memahami tahapannya, mereka kemudian mencoba mengakses dan mengoperasikan teknologi tersebut menggunakan perangkat gawai dengan pendampingan dari tim pelaksana.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam proses pengujian, mulai dari kemudahan memahami petunjuk penggunaan, akses terhadap fitur, kemudahan pengoperasian, tampilan visual AR, tingkat interaktivitas, hingga kesesuaian konten digital dengan cerita yang sedang dibaca.
Tim juga mengamati sejauh mana penggunaan AR mampu memberikan nilai tambah terhadap pengalaman membaca anak.
Teknologi tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual tambahan, tetapi juga mampu membuat proses membaca menjadi lebih menarik dan interaktif sehingga anak terdorong untuk terlibat lebih aktif dengan isi cerita.
Anak Dilibatkan Memberikan Masukan
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan menyenangkan. Anak-anak terlihat aktif selama mengikuti proses membaca, mencoba teknologi, hingga menyampaikan pengalaman masing-masing.
Pada sesi refleksi, peserta diberi kesempatan untuk menceritakan bagian cerita yang paling disukai, bagian yang dianggap sulit, pengalaman ketika mencoba teknologi AR, hingga memberikan saran mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan agar buku menjadi lebih menarik.

Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan anak-anak mencoba langsung fitur Augmented Reality melalui perangkat gawai sambil membaca buku.
Masukan yang diperoleh dari sesi tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk melakukan penyempurnaan sebelum buku digunakan atau dikembangkan lebih lanjut.
Ketua Tim PKM Edu sekaligus Dosen Linguistik UPN “Veteran” Jawa Timur, Zahro Rokhmawati, menjelaskan bahwa pelibatan anak dalam tahap pengujian menjadi bagian penting dalam proses pengembangan bahan bacaan.
Dengan mendengar respons langsung dari pengguna, tim dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kelebihan maupun bagian yang masih perlu diperbaiki.
Jadi Bahan Penyempurnaan Buku
Hasil uji keterbacaan dan teknologi tersebut memberikan sejumlah masukan bagi tim pelaksana, terutama berkaitan dengan aspek bahasa, isi cerita, tampilan, ilustrasi, petunjuk penggunaan, hingga fitur teknologi.
Evaluasi ini diharapkan membantu menghasilkan buku yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah dipahami oleh anak-anak sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan mereka.
Penggabungan cerita karya anak dengan teknologi Augmented Reality juga membuka ruang baru dalam pengembangan bahan bacaan yang lebih interaktif.
Melalui pendekatan tersebut, pengalaman membaca tidak berhenti pada teks dan gambar, tetapi diperluas melalui unsur digital yang dapat membuat cerita terasa lebih hidup.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa anak-anak dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pengembangan media literasi, mulai dari menciptakan cerita, membaca hasil karya, mencoba teknologi, hingga memberikan evaluasi terhadap produk yang dikembangkan.
Dengan menempatkan anak sebagai penulis sekaligus pengguna dan pemberi masukan, Tim PKM Edu UPNVJT berharap buku cerita yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan karakteristik pembacanya.
Pengembangan buku ini pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan bahan bacaan yang mudah dipahami, menarik, interaktif, serta mampu mendukung pengalaman literasi anak melalui pemanfaatan teknologi yang relevan dan menyenangkan.
Keterangan Foto: Anak-anak Rumah Baca Riang Education mencoba fitur Augmented Reality pada buku cerita dongeng dalam kegiatan uji keterbacaan dan teknologi bersama Tim PKM Edu UPN “Veteran” Jawa Timur di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/8/2026).
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda