Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Tren Menonton Konser sebagai Bentuk Healing Generasi Z

Tren Menonton Konser sebagai Bentuk Healing Generasi Z

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
17 Mei 2026, 13.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Generazi Z
Source: Pinterest)

Penulis: Rizka Nurina Vasya

JurnalPost.com - Menonton konser kini bukan sekadar hiburan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z. Di tengah padatnya aktivitas, tekanan akademik, pekerjaan, hingga tuntutan media sosial, konser perlahan menjadi tempat pelarian untuk mencari kesenangan dan ketenangan sesaat. Tidak heran jika banyak anak muda rela menghabiskan uang, membooking banyak jasa titip (jastip) demi mendapatkan peluang lebih besar memperoleh tiket, bahkan mengikuti war ticket hanya untuk melihat idolanya tampil secara langsung.

IKLAN

Fenomena ini semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial dipenuhi unggahan tentang konser, mulai dari persiapan outfit, antre menukar tiket, hingga momen bernyanyi bersama di tengah lautan penonton. Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang perasaan diterima dan bahagia bersama orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Bullying
Baca Juga

Normalisasi Bullying di Media Sosial: Ketika Komentar Tajam Dianggap Bercanda

Menurut saya, konser telah berubah menjadi salah satu healing bagi Generasi Z. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, konser memberikan ruang bagi anak muda untuk sejenak melupakan beban hidupnya. Musik, suasana ramai, serta interaksi dengan sesama penggemar mampu menciptakan pengalaman emosional yang sulit didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

IKLAN

Banyak anak muda merasa konser menjadi tempat untuk melepaskan stres. Mereka bisa bernyanyi keras, meluapkan emosi, dan menikmati momen tanpa memikirkan tugas kuliah, pekerjaan, maupun masalah pribadi. Tidak sedikit pula yang merasa lebih “hidup” setelah menghadiri konser idolanya. Hal ini menunjukkan bahwa konser bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan emosional generasi muda saat ini.

Namun, fenomena ini juga dipengaruhi oleh media sosial. Kehadiran konser seringkali menjadi tren yang memunculkan rasa takut tertinggal atau Fear Of Missing Out (FOMO). Banyak orang merasa harus ikut menonton konser agar tidak dianggap ketinggalan tren atau agar tetap bisa mengikuti perbincangan di media sosial. Akibatnya, tidak sedikit anak muda yang memaksakan diri membeli tiket meski kondisi keuangan sebenarnya tidak memungkinkan.

Di sisi lain, budaya konser juga menunjukkan bagaimana Generasi Z menghargai pengalaman dibandingkan kepemilikan barang. Bagi mereka, momen menyaksikan idola secara langsung dianggap lebih berharga karena dapat menjadi kenangan emosional yang sulit dilakukan. Hal inilah yang membuat konser terasa begitu penting bagi sebagian anak muda. Meski demikian, fenomena ini tetap perlu disikapi dengan bijak. Menjadikan konser sebagai hiburan dan pelepas penat tentu bukan hal yang salah. Akan tetapi, generasi muda juga perlu memahami batas kemampuan finansial dan tidak menjadikan konser sebagai satu-satunya bentuk pelarian dari tekanan hidup. Healing tidak harus selalu mahal atau mengikuti tren media sosial.

Media Sosial
Baca Juga

Media Sosial: Tantangan Baru Bagi Pembinaan Bahasa

Selain itu, penting bagi anak muda untuk mulai mencari cara menjaga kesehatan mental yang lebih seimbang, seperti mengatur istirahat, mengurangi tekanan untuk selalu mengikuti tren, serta membangun hubungan sosial yang sehat di dunia nyata. Konser memang dapat memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi ketenangan diri tetap perlu dibangun dari kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, fenomena konser di kalangan Generasi Z menunjukkan bahwa anak muda hari ini tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga ruang untuk merasa bebas, diterima, dan bahagia. Di tengah dunia yang penuh tekanan, konser menjadi tempat singkat bagi mereka untuk bernapas dan meluapkan sejenak rasa lelah yang selama ini dipendam.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/tren-menonton-konser-sebagai-bentuk-healing-generasi-z/93257/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #media sosial

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  5. 5

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.