BANDUNG, JurnalPost.com – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan pengembangan gim dua dimensi atau gim 2D bagi guru vokasi dari jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) serta DKV di wilayah Bandung Raya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu sejak pertengahan Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Bidang Ilmu. Program ini merupakan implementasi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan keilmuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.
Pelatihan diprakarsai oleh tim dosen bidang gim DKV UPI, yakni Diah Mayang Sari, S.Sn., M.Ds. dan Irvan Satrya Prana, S.St., M.Ds. Dalam pelaksanaannya, UPI bekerja sama dengan Studio Mir sebagai mitra industri pengembang perangkat lunak dan gim.
Sebanyak 15 guru dari tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bandung Raya mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari SMK Mathla’ul Anwar, SMKN 13 Bandung, SMK Bakti Nusantara 666, SMK Al-Falah Nagreg, SMK Mahaputra, SMK Daarut Tauhid, dan SMK Telkom Bandung.
Program pelatihan difokuskan pada pengembangan gim 2D yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan industri kreatif digital.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan adalah gamifikasi atau penerapan unsur-unsur permainan dalam kegiatan belajar.
Elemen seperti poin, level, tantangan, penghargaan, dan pencapaian dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami.
Pesatnya pertumbuhan industri gim juga membuka peluang bagi sekolah vokasi untuk mengintegrasikan berbagai keterampilan digital ke dalam pembelajaran. Keterampilan tersebut meliputi desain antarmuka pengguna atau UI/UX, ilustrasi digital, pemrograman, hingga pengembangan produk kreatif.
Keterangan foto: Para guru mengikuti pelatihan pengembangan gim 2D bersama instruktur.
Namun, masih terdapat tenaga pendidik yang menghadapi tantangan dalam memahami konsep gamifikasi secara menyeluruh. Tantangan lainnya adalah menerjemahkan konsep tersebut menjadi produk digital yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar.
Pelatihan gim 2D ini kemudian dirancang untuk membantu para guru mengembangkan media pembelajaran secara praktis dan aplikatif. Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri kreatif saat ini.
Industri gim Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Nilai industrinya diperkirakan telah melampaui 840 juta dolar Amerika Serikat dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar gim terbesar di Asia Tenggara.
Kendati demikian, sebagian besar pasar gim dalam negeri masih didominasi pengembang asing. Sementara itu, pengembang lokal diperkirakan baru menguasai sekitar 5 hingga 10 persen pangsa pasar domestik.
Potensi tersebut membuat Kementerian Komunikasi dan Digital menjadikan industri gim nasional sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai perlu dimulai dari pendidikan vokasi. Guru memiliki posisi strategis dalam menyiapkan calon pengembang gim, ilustrator digital, pemrogram, serta tenaga kreatif yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program Studi DKV UPI berkomitmen menjadikan kegiatan PKM tersebut sebagai program berkelanjutan selama lima tahun. Tema pelatihan pengembangan gim akan dibuat berbeda setiap tahun agar kompetensi guru PPLG dan DKV dapat meningkat secara bertahap dan berkesinambungan.
Melalui program tersebut, para guru diharapkan tidak hanya mampu memahami proses pembuatan gim, tetapi juga dapat mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, relevan, dan selaras dengan perkembangan dunia industri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda