Oleh: Tranggono S.T., M.T., Mega C. Prameswari A. I., S.ST., MT., Novita Rizqi M.T., Dian Purnamawati Solin, S.T., M.Sc., M. Frizky feri Setiawan, Rahandi Aliftyant Ramadhan, dan Tarisa Audina Islamey.
Gresik, JurnalPost.com – Tingkatkan kepedulian siswa terhadap keselamatan kerja sejak dini, dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di SMK Maskumambang 1 Dukun, Gresik, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung di bengkel praktik jurusan Teknik Konstruksi Kapal Baja ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari Program Studi Teknik Industri UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan dasar mengenai bahaya kerja di lingkungan bengkel serta cara menghadapinya secara tepat dan profesional.
Ketua tim pelaksana, Tranggono, M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menumbuhkan budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan vokasi. “Kesadaran akan K3 seharusnya tidak hanya dimiliki oleh tenaga kerja industri, tapi juga perlu ditanamkan sejak siswa masih berada di bangku sekolah kejuruan,” ujarnya.
Berbeda dari metode ceramah biasa, pelatihan kali ini menggabungkan materi interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Empat tema utama yang dibahas meliputi dasar-dasar K3, pemanfaatan alat pelindung diri (APD), prosedur evakuasi darurat, serta identifikasi risiko di bengkel kapal baja.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah simulasi penanganan korban luka bakar. Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat sebelum petugas medis tiba.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Banyak dari mereka baru menyadari bahwa ancaman kecelakaan tidak selalu datang dari hal besar. “Ternyata benda-benda kecil seperti oli yang tumpah pun bisa menyebabkan kecelakaan fatal,” kata salah satu siswa peserta.
Kepala SMK Maskumambang 1, Iswandi, S.Pd.I., S.Kom., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. “Semoga kerja sama dengan UPN bisa terus berlanjut dan diperluas ke bidang lain,” tuturnya.
Tak hanya memberikan pelatihan, tim dari UPN “Veteran” Jatim juga menyiapkan modul edukasi K3 yang direncanakan menjadi referensi tambahan untuk pengajaran di SMK. Dengan demikian, dampak kegiatan ini tidak berhenti hanya pada satu hari pelaksanaan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan keselamatan kerja. Harapannya, budaya kerja yang aman dan disiplin dapat terus tumbuh sejak dini dan berlanjut hingga ke dunia industri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda