Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Zia Maulidin, Kreator Aceh di Balik @xxgirls02 yang Punya 6 Juta Followers

Zia Maulidin, Kreator Aceh di Balik @xxgirls02 yang Punya 6 Juta Followers

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
07 September 2026, 16.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Zia Maulidin
Kreator asal Aceh berpose di kawasan pegunungan dengan kendaraan off-road. Perjalanan membangun konten bertema musik, lirik, dan kutipan reflektif di TikTok membawanya menjangkau jutaan pengikut.

Aceh, JurnalPost.com - Nama Zia Maulidin mungkin belum terlalu sering muncul di layar televisi. Tapi di TikTok, kreator asal Aceh ini sudah punya jutaan orang yang menunggu kontennya.

Zia merupakan sosok di balik akun TikTok @xxgirls02, yang juga dikenal dengan nama Kosong. Akun tersebut berkembang hingga memiliki sekitar 6 juta pengikut dengan total 2,2 miliar likes. Angka itu menunjukkan besarnya respons warganet terhadap konten yang selama ini dibangunnya.

IKLAN

Menariknya, Zia tidak dikenal karena konten prank, sensasi, ataupun mengikuti tren viral secara mentah-mentah.

Filtered Beauty Standards and Self Comparison
Baca Juga

Shade 00 dan Ilusi “Glow Up”: Ketika Algoritma TikTok Menjadi Hakim atas Tubuh Perempuan

Ia justru memilih musik, potongan lirik, quotes, serta visual bernuansa emosional sebagai ciri khasnya.

Konten-konten tersebut banyak berbicara tentang perasaan yang dekat dengan kehidupan anak muda. Mulai dari jatuh cinta, kehilangan, perjuangan hidup, rasa kecewa hingga mencoba berdamai dengan diri sendiri.

Tak sedikit pengikutnya yang kemudian menjadikan unggahan tersebut sebagai semacam teman saat sedang berada dalam suasana hati tertentu.

Awalnya Cuma dari Ketertarikan pada Musik

Perjalanan Zia sebagai kreator ternyata tidak langsung dimulai dengan konsep besar.

GEN Z
Baca Juga

Bahasa Gen Z dan Identitas Digital: Kreativitas Berbahasa di Era TikTok

Ia awalnya membuat konten karena memang menyukai musik, lirik, quotes, dan visual bernuansa emosional. Respons yang muncul dari pengguna TikTok kemudian membuatnya mulai serius mengeksplorasi konsep tersebut.

Media Indonesia mencatat, Zia terus mencoba berbagai bentuk penyajian sambil memperhatikan respons penonton. Dari sana, ia belajar memahami konten seperti apa yang dapat diterima audiens tanpa harus kehilangan karakter yang sudah dibangun.

Bagi Zia, media sosial bukan cuma soal mengunggah video kemudian mengejar angka views.

Ia melihat TikTok sebagai medium untuk menyampaikan sesuatu melalui kombinasi gambar, musik, dan kata-kata sederhana.

Mengenal Ali Haida
Baca Juga

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Konten yang terlihat sederhana itu justru bisa mempunyai arti berbeda bagi setiap penonton.

Itulah yang kemudian membuat konsep konten Zia kerap diasosiasikan dengan konten “healing”.

Bukan healing dalam pengertian medis, melainkan konten emosional yang memberikan ruang bagi penonton untuk sejenak menikmati musik, membaca kata-kata yang terasa relate, atau sekadar merasa bahwa ada orang lain yang memahami apa yang sedang mereka rasakan.

6 Juta Followers Bukan Datang dalam Semalam

Membangun akun dengan jutaan followers tentu bukan perkara sekali viral.

Zia harus berhadapan dengan perubahan tren yang sangat cepat. Konten yang mendapatkan respons besar hari ini belum tentu memperoleh hasil sama ketika konsep serupa kembali diunggah.

Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dalam proses kreatifnya.

Ia memperhatikan respons audiens, mengikuti perkembangan tren media sosial, sekaligus bereksperimen dengan cara penyajian baru.

IKLAN

Meski demikian, Zia berusaha agar eksperimen tersebut tidak membuat identitas kontennya hilang.

Menurutnya, salah satu tantangan utama menjadi kreator justru terletak pada kemampuan untuk terus konsisten.

“Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan terus menghasilkan sesuatu yang relevan,” kata Zia.

Perubahan algoritma juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan karakter audiens yang semakin beragam, seorang kreator tak bisa hanya bergantung pada formula yang sebelumnya pernah berhasil.

Ada video yang mendapatkan sambutan besar, ada pula yang tidak sesuai harapan.

Bagi Zia, hasil tersebut bukan alasan untuk berhenti. Justru dari situ ia bisa membaca karakter audiens dan memperbaiki kualitas konten berikutnya.

Tak Mau Berhenti di TikTok

Setelah memiliki jutaan followers, Zia rupanya tidak ingin perjalanan kariernya berhenti sebagai TikToker.

Ia mulai melihat kemungkinan untuk membawa pengalaman membangun akun @xxgirls02 ke ranah yang lebih luas.

Salah satunya adalah bisnis dan berbagai proyek kreatif.

JPNN melaporkan Zia tertarik mengembangkan karier jangka panjang dengan tetap aktif sebagai content creator sekaligus membangun identitas di industri kreatif.

Pengalaman mengelola konten dengan jutaan audiens menjadi modal penting baginya.

Ia sudah merasakan langsung bagaimana tren berubah, bagaimana audiens bereaksi, sampai bagaimana sebuah konsep sederhana dapat berkembang menjadi identitas digital yang dikenal banyak orang.

Di luar dunia konten, Zia juga disebut mempunyai ketertarikan terhadap olahraga atau gym, traveling, dan musik. Aktivitas tersebut ikut membuka peluang baginya untuk mengeksplorasi konsep serta proyek baru di masa mendatang.

Meski mulai melihat peluang bisnis, Zia ingin karakter yang membuat akun tersebut tumbuh tetap dipertahankan.

Baginya, jutaan followers dan miliaran likes bukan akhir dari perjalanan.

Angka-angka itu menjadi hasil dari proses panjang mencoba, gagal, mengevaluasi, lalu membuat karya lagi.

Dari Aceh, Zia Maulidin menunjukkan bagaimana sebuah akun yang berangkat dari kesukaan terhadap musik dan kata-kata sederhana bisa menjangkau jutaan pengguna di berbagai daerah Indonesia.

Kini, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan perhatian warganet.

Namun bagaimana mempertahankan identitas tersebut sambil membawa nama Zia Maulidin melangkah lebih jauh dari layar TikTok.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/zia-maulidin-kreator-aceh-di-balik-at-xxgirls02-yang-punya-6-juta-followers/97607/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.23 WITA

  • #Aceh
  • #Kreator Konten
  • #TikTok
  • #Zia Maulidin
  • #media sosial
  • #xxgirls02

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

Alea Malika Putri, Anak Muda Bekasi yang Kejar Mimpi dari Organisasi hingga Dunia Kreatif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Pilihan Editor

  1. 1 Fatherless: Ketika Ayah Hanya Tentang Nafkah
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    “Kok Kerja Terasa Begitu-Begitu Saja?” Kenali Tanda Kebosanan Sebelum Makin Parah

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.