Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. 61 Pelajar Meregang Nyawa, PB PII Dorong Polri untuk Selidiki Kasus atas Dugaan Kelalaian

61 Pelajar Meregang Nyawa, PB PII Dorong Polri untuk Selidiki Kasus atas Dugaan Kelalaian

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
09 Oktober 2025, 20.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Gusti Rian

Jakarta, JurnalPost.com - Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan Indonesia. Sebanyak 61 pelajar meregang nyawa akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut seluruh jenazah korban telah ditemukan, termasuk tujuh bagian tubuh yang masih dalam proses identifikasi. Tragedi ini memicu desakan dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) agar aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus tersebut secara transparan dan tuntas.

Ketua PB PII Bidang Riset dan Pengembangan Data, Gusti Rian Saputra, menyebut kejadian ini bukan sekadar musibah, melainkan bentuk nyata kelalaian struktural dan lemahnya pengawasan negara terhadap keselamatan pelajar.

IKLAN

“Enam puluh satu pelajar meninggal dunia bukan karena takdir semata, tapi karena sistem yang lalai. Negara wajib hadir untuk mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab atas izin bangunan yang diduga bermasalah ini,” tegas Gusti Rian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/10).

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ia menyoroti bahwa indikasi pelanggaran izin mendirikan bangunan (IMB) dan lemahnya pengawasan teknis konstruksi harus menjadi fokus utama penyelidikan. Menurutnya, bangunan lembaga pendidikan tidak boleh dibangun tanpa standar keselamatan yang ketat.

“Kami mendorong Polri untuk melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan kelalaian dan pelanggaran izin pembangunan. Jangan berhenti di permukaan. Ini menyangkut nyawa generasi muda,” ujar Gusti Rian.

IKLAN

PB PII juga menegaskan lima poin tuntutan utama sebagai langkah advokasi pelajar. Pertama, pengusutan hukum secara transparan dan tuntas terhadap seluruh pihak yang terlibat. Kedua, audit nasional perizinan bangunan lembaga pendidikan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Ketiga, pemulihan hak pelajar korban melalui santunan dan rehabilitasi psikologis. Keempat, evaluasi regulasi pengawasan lintas kementerian terkait keselamatan pendidikan. Dan kelima, pelibatan organisasi pelajar dalam pemantauan dan advokasi kebijakan pendidikan aman.

“Pelajar tidak boleh hanya menjadi korban. Kami harus dilibatkan dalam memastikan sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia memenuhi standar keselamatan,” tambahnya.

Fransisca Susi
Baca Juga

Fransisca Susi Gagas Konseling Presisi Terintegrasi untuk Personel Gassus Polri

Tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi sinyal bahaya atas lemahnya sistem pengawasan pendidikan di Indonesia. Menurut catatan awal, musala yang ambruk diduga memiliki izin bangunan yang belum lengkap dan tidak sesuai dengan peraturan teknis.

“Kalau izin bangunan bermasalah, kalau konstruksi tak sesuai standar, itu bukan lagi musibah—itu kelalaian fatal. Dan dalam hukum, kelalaian yang menimbulkan korban jiwa jelas punya konsekuensi pidana,” jelas Gusti Rian, menegaskan posisi PB PII untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

PB PII menyatakan siap mengerahkan jaringan pelajar di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan independen terhadap kondisi bangunan sekolah dan pesantren. Organisasi tersebut juga menyerukan agar pemerintah membuka audit publik terkait izin lembaga pendidikan berbasis asrama.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi pelajar yang belajar di bawah bayang-bayang maut. Pendidikan seharusnya memerdekakan, bukan mengorbankan,” pungkas Gusti Rian.

Ayu Sarie Asdaryati
Baca Juga

Biro Psikologi SSDM Polri Kembangkan Program SIAP NIKAH, Dorong Pembinaan Pegawai Tak Sekadar Administrasi

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/61-pelajar-meregang-nyawa-pb-pii-dorong-polri-untuk-selidiki-kasus-atas-dugaan-kelalaian/86663/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.51 WITA

  • #BNPB
  • #Pesantren Al Khoziny
  • #Polri

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  4. 4

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.