Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  2. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  3. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  4. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Fransisca Susi Gagas Konseling Presisi Terintegrasi untuk Personel Gassus Polri

Fransisca Susi Gagas Konseling Presisi Terintegrasi untuk Personel Gassus Polri

F
Penulis: Fransisca Susi
28 Oktober 2026, 12.14 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Fransisca Susi

JAKARTA, JurnalPost.com – Tantangan penugasan khusus yang dihadapi personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak hanya menuntut kemampuan profesional, tetapi juga ketahanan mental dan psikologis yang kuat. Terlebih bagi anggota yang menjalankan penugasan khusus (Gassus) di berbagai kementerian, lembaga negara, maupun misi internasional.

Perbedaan budaya, lingkungan kerja yang dinamis, kondisi iklim ekstrem, hingga potensi konflik menjadi sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis personel selama menjalankan tugas.

IKLAN

Berangkat dari kondisi tersebut, Pembina Fransisca Susi Tresnawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (Serdik PKN II), menggagas inovasi bertajuk Konseling Presisi Terintegrasi (KPT).

Ayu Sarie Asdaryati
Baca Juga

Biro Psikologi SSDM Polri Kembangkan Program SIAP NIKAH, Dorong Pembinaan Pegawai Tak Sekadar Administrasi

Inovasi ini menjadi bagian dari proyek perubahan yang bertujuan memperkuat tata kelola layanan konseling psikologi bagi personel Gassus Polri, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Melalui KPT, pendampingan psikologis diharapkan tidak lagi terbatas pada masa persiapan dan setelah penugasan, tetapi dapat diakses secara berkelanjutan selama personel menjalankan tugas.

Menjawab Keterbatasan Layanan Psikologi di Lapangan

Selama ini, layanan pendampingan psikologis bagi personel yang mendapat penugasan khusus lebih banyak dilakukan melalui pertemuan langsung sebelum keberangkatan atau pre-assignment dan setelah menyelesaikan tugas melalui kegiatan debriefing.

Padahal, tekanan psikologis justru dapat muncul ketika personel berada di lokasi penugasan, terutama saat menghadapi situasi yang tidak terduga, kesulitan beradaptasi, maupun beban pekerjaan yang tinggi.

Puskeu Polri Perkuat
Baca Juga

Puskeu Polri Gandeng BNN, BIN, dan KPK, Perkuat Pengawasan Tunjangan Kinerja Lewat SATU TUNKIN

Kondisi tersebut menjadi semakin kompleks karena jumlah tenaga psikolog Polri harus melayani kebutuhan personel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.

Keterbatasan jarak, waktu, dan akses terhadap tenaga profesional menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan layanan konseling yang lebih fleksibel.

Melalui proyek perubahan KPT, Fransisca Susi berupaya menghadirkan pendekatan baru yang memungkinkan personel memperoleh pendampingan psikologis tanpa harus datang langsung ke fasilitas layanan.

Salah satu komponen utama inovasi tersebut adalah pengembangan kanal konseling daring yang dirancang untuk menghubungkan personel Gassus dengan tenaga konselor atau psikolog secara lebih mudah.

Gusti Rian
Baca Juga

61 Pelajar Meregang Nyawa, PB PII Dorong Polri untuk Selidiki Kasus atas Dugaan Kelalaian

Dengan pendekatan ini, personel diharapkan dapat memperoleh bantuan ketika menghadapi persoalan adaptasi, tekanan pekerjaan, maupun masalah psikologis lainnya selama bertugas.

Konseling Berkelanjutan dengan Jaminan Kerahasiaan

Konseling Presisi Terintegrasi mengusung konsep pendampingan psikologis dalam tiga tahapan utama, yakni sebelum bertugas, selama menjalankan penugasan, dan setelah menyelesaikan tugas.

Pendekatan tersebut dirancang agar pembinaan psikologis personel berlangsung secara berkesinambungan, bukan hanya dilakukan pada waktu tertentu.

Melalui sistem konseling daring, layanan dapat diberikan dalam bentuk sesi berkala maupun berdasarkan kebutuhan atau on-demand ketika personel memerlukan bantuan.

Salah satu perhatian utama dalam pengembangan KPT adalah perlindungan privasi dan kerahasiaan informasi pribadi.

Sistem ini dirancang dengan prinsip confidentiality by design, yaitu menempatkan perlindungan kerahasiaan sebagai bagian dari rancangan layanan sejak awal pengembangan.

IKLAN

Data pribadi dan isi konseling individual direncanakan terpisah dari administrasi organisasi. Mekanisme tersebut dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada personel ketika menyampaikan persoalan yang bersifat pribadi.

Aspek kerahasiaan dinilai penting karena layanan konseling membutuhkan hubungan saling percaya antara personel dan tenaga psikologi.

Dengan perlindungan informasi yang memadai, personel diharapkan lebih terbuka dalam mengakses bantuan psikologis tanpa khawatir terhadap penyalahgunaan data pribadinya.

Dikembangkan Bertahap hingga Tingkat Polda

Pengembangan Konseling Presisi Terintegrasi direncanakan berlangsung secara bertahap agar sistem yang dibangun dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kondisi pelaksanaan di lapangan.

Pada tahap jangka pendek, proyek perubahan ini difokuskan pada penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan dan validasi modul konseling, serta uji coba prototipe formulir dan layanan digital di lingkungan Markas Besar Polri.

Tahapan awal tersebut menjadi dasar untuk memastikan kesiapan mekanisme pelayanan, standar pendampingan, dan perlindungan kerahasiaan informasi.

Sementara itu, dalam jangka menengah, pengembangan program diarahkan pada peningkatan kapasitas tenaga konselor pelaksana serta perluasan cakupan layanan ke berbagai satuan kerja.

Pengembangan platform digital juga menjadi bagian dari rencana lanjutan agar layanan konseling dapat terintegrasi dan semakin mudah diakses oleh personel yang membutuhkan.

Adapun dalam jangka panjang, KPT ditargetkan dapat menjadi bagian dari sistem pembinaan psikologi yang didukung regulasi resmi di lingkungan Polri.

Dengan dukungan kebijakan tersebut, layanan diharapkan dapat diperluas hingga tingkat Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia.

Dorong Ketahanan Mental dan Profesionalisme Personel Polri

Gagasan Konseling Presisi Terintegrasi tidak hanya berorientasi pada pengembangan layanan berbasis teknologi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri.

Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesiapan personel, terutama mereka yang menjalankan tugas dengan tingkat tekanan dan tanggung jawab tinggi.

Personel yang memperoleh pendampingan psikologis secara memadai diharapkan mampu beradaptasi lebih baik, menjaga stabilitas emosional, serta mempertahankan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.

Inovasi yang digagas Fransisca Susi tersebut juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia dan transformasi tata kelola berbasis teknologi sebagaimana menjadi bagian dari agenda Asta Cita pemerintah.

Melalui pengembangan KPT, layanan konseling psikologi di lingkungan Polri diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan personel yang menjalankan penugasan khusus, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi ini akan bergantung pada kesiapan tenaga konselor, keamanan sistem digital, dukungan kebijakan organisasi, serta kemudahan akses bagi seluruh personel yang membutuhkan layanan.

Dengan konsep mendampingi sebelum bertugas, mendukung selama penugasan, dan menguatkan setelah penugasan, KPT diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan mental sekaligus profesionalisme personel Polri.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/fransisca-susi-gagas-konseling-presisi-terintegrasi-untuk-personel-gassus-polri/98393/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.31 WITA

  • #Fransisca Susi
  • #Ketahanan Mental
  • #Konseling Presisi Terintegrasi
  • #Penugasan Khusus
  • #Polri
  • #Proyek Perubahan
  • #Psikologi Polri
  • #SSDM Polri

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.