Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Biro Psikologi SSDM Polri Kembangkan Program SIAP NIKAH, Dorong Pembinaan Pegawai Tak Sekadar Administrasi

Biro Psikologi SSDM Polri Kembangkan Program SIAP NIKAH, Dorong Pembinaan Pegawai Tak Sekadar Administrasi

A
Penulis: Ayu Sarie Asdaryati
28 Oktober 2026, 00.29 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Ayu Sarie Asdaryati
Dokumentasi sosialisasi Program SIAP NIKAH kepada pelaksana konseling di Biro Psikologi SSDM Polri, sebagaimana tercantum pada dokumen.

JurnalPost.com – Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan organisasi dinilai perlu bergerak lebih jauh dari sekadar proses administrasi, penilaian kinerja, dan penanganan masalah setelah terjadi. Pendekatan psikologis yang bersifat preventif menjadi salah satu langkah penting untuk membantu pegawai menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupannya, termasuk ketika mempersiapkan pernikahan.

Gagasan tersebut disampaikan Ayu Sarie Asdaryati, psikolog pada Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, melalui tulisannya yang menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pembinaan pegawai, dari yang selama ini cenderung bersifat kuratif menuju upaya pencegahan.

IKLAN

Menurut Ayu, keterlibatan psikolog dalam organisasi umumnya masih terbatas pada dua kondisi, yakni ketika proses rekrutmen berlangsung dan saat muncul persoalan yang membutuhkan pemeriksaan atau pendampingan psikologis.

Fransisca Susi
Baca Juga

Fransisca Susi Gagas Konseling Presisi Terintegrasi untuk Personel Gassus Polri

Padahal, terdapat rentang waktu panjang dalam perjalanan karier seseorang ketika dukungan psikologis sebenarnya dapat diberikan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius.

"Selama psikologi hanya hadir di dua titik — saat merekrut dan saat sudah terjadi sesuatu — organisasi akan terus terkejut oleh hal-hal yang sebenarnya bisa dilihat datangnya," tulis Ayu.

Soroti 561 Kasus Perceraian di Lingkungan Polri

Ayu mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, di lingkungan Polri tercatat 561 perceraian dari total 7.340 peristiwa yang mencakup pernikahan, perceraian, dan rujuk.

Berdasarkan kasus yang alasan perceraiannya tercatat, dua penyebab terbesar adalah perselingkuhan dan ketidakharmonisan komunikasi.

Puskeu Polri Perkuat
Baca Juga

Puskeu Polri Gandeng BNN, BIN, dan KPK, Perkuat Pengawasan Tunjangan Kinerja Lewat SATU TUNKIN

Menurutnya, kedua persoalan tersebut umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui dinamika hubungan yang berlangsung dalam waktu panjang.

Kondisi ini memperlihatkan pentingnya pendampingan psikologis yang tidak hanya diberikan setelah terjadi konflik, tetapi juga ketika seseorang sedang mempersiapkan kehidupan rumah tangga.

Ayu menilai organisasi selama ini telah memiliki berbagai prosedur administratif yang cukup rinci, mulai dari penerimaan pegawai, penilaian kinerja, mutasi, hingga promosi jabatan.

Namun, perhatian terhadap kesiapan psikologis pegawai ketika menghadapi perubahan besar dalam kehidupan pribadi belum selalu mendapatkan porsi yang seimbang.

Gusti Rian
Baca Juga

61 Pelajar Meregang Nyawa, PB PII Dorong Polri untuk Selidiki Kasus atas Dugaan Kelalaian

Salah satu contohnya adalah proses pengajuan pernikahan yang pada umumnya lebih menitikberatkan kelengkapan dokumen serta pemenuhan persyaratan administratif.

Menurut Ayu, pemeriksaan berkas semestinya dapat dilengkapi dengan kesempatan bagi pegawai untuk memahami kesiapan mental, emosional, dan kemampuan membangun hubungan.

Program SIAP NIKAH Hadirkan Konseling dan Pengukuran Kesiapan Pranikah

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan preventif, Biro Psikologi SSDM Polri mengembangkan Program SIAP NIKAH.

Program yang menjadi bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun 2026 ini menghadirkan pendekatan konseling pranikah yang didukung instrumen pengukuran kesiapan psikologis.

Pengembangan program mencakup panduan konseling pranikah, instrumen pengukuran kesiapan yang divalidasi bersama akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, serta formulir digital yang telah menjalani uji coba secara terbatas.

Melalui pendekatan ini, pegawai diharapkan mempunyai ruang untuk mengenali kesiapan dirinya sebelum mengambil keputusan penting terkait kehidupan pernikahan.

Program tersebut dirancang untuk melengkapi bimbingan kerohanian yang telah berjalan, bukan menggantikan mekanisme pembinaan yang sudah tersedia.

IKLAN

Ayu menegaskan bahwa tujuan pendampingan psikologis bukan menentukan apakah seseorang layak atau tidak layak menikah, melainkan membantu individu memahami kondisi dan kesiapan dirinya.

Tiga Prinsip Penting dalam Pelaksanaan Program

Dalam pengembangan Program SIAP NIKAH, Ayu menekankan tiga prinsip yang perlu diperhatikan agar pembinaan psikologis benar-benar memberikan manfaat bagi pegawai.

Pertama, instrumen pengukuran kesiapan psikologis harus melalui pengujian dan validasi pihak independen.

Keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memastikan instrumen yang digunakan mempunyai dasar pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya dinilai oleh pihak yang mengembangkannya.

Kedua, hasil asesmen psikologis tidak boleh dijadikan syarat kelulusan atau penentu seseorang memperoleh izin menikah.

Menurut Ayu, apabila asesmen digunakan sebagai alat untuk menentukan boleh atau tidaknya seseorang menikah, peserta berpotensi memberikan jawaban yang dianggap paling benar, bukan menggambarkan kondisi dirinya secara jujur.

"Fungsinya adalah membuka percakapan, bukan menjatuhkan putusan," tegasnya dalam tulisan tersebut.

Ketiga, perlindungan data pribadi dan kerahasiaan informasi psikologis harus menjadi perhatian utama.

Data yang diperoleh melalui proses konseling tidak semestinya digunakan sebagai bagian dari penilaian kinerja atau kepentingan administratif lain di luar tujuan pendampingan.

Ayu menilai keikutsertaan secara sukarela dan pembatasan akses terhadap hasil asesmen menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pegawai terhadap program.

"Ada garis tipis antara organisasi yang peduli dan organisasi yang ikut campur," tulisnya.

Dorong Pembinaan SDM yang Lebih Manusiawi

Melalui Program SIAP NIKAH, Biro Psikologi SSDM Polri berupaya menghadirkan pendekatan pembinaan yang memandang pegawai tidak semata-mata sebagai pelaksana tugas organisasi, tetapi juga sebagai individu yang mempunyai kebutuhan psikologis dan kehidupan pribadi.

Meski demikian, Ayu mengingatkan bahwa pendekatan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai solusi untuk menurunkan angka perceraian.

Menurutnya, kehidupan rumah tangga dipengaruhi banyak faktor yang tidak seluruhnya dapat dijangkau melalui instrumen psikologis maupun program konseling.

Manfaat yang lebih realistis adalah memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memahami dirinya, mengenali potensi tantangan dalam hubungan, dan mempersiapkan keputusan pernikahan dengan lebih matang.

Karena itu, keberhasilan pendekatan preventif tidak semata-mata diukur dari penurunan angka permasalahan, tetapi juga dari tersedianya layanan pendampingan yang tepat, sukarela, dan menghormati privasi individu.

Ayu berharap prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi lain dalam mengembangkan sistem pembinaan sumber daya manusia yang lebih menyeluruh.

Dengan memperkuat dukungan psikologis pada berbagai tahapan kehidupan pegawai, organisasi diharapkan mampu membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan individu.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia tidak seharusnya berhenti pada kepatuhan administratif, melainkan perlu memberi ruang bagi kesiapan psikologis dan perkembangan kehidupan setiap pegawai.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/biro-psikologi-ssdm-polri-kembangkan-program-siap-nikah-dorong-pembinaan-pegawai-tak-sekadar-administrasi/98386/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.40 WITA

  • #Biro Psikologi
  • #Konseling Pranikah
  • #Pembinaan SDM
  • #Polri
  • #Program SIAP NIKAH
  • #Psikologi Pegawai
  • #SSDM Polri

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.