Bandung, JurnalPost.com – Semangat belajar dan kreativitas siswa SDN 108 Ciumbuleuit mewarnai Festival Literasi, Numerasi, dan Seni Budaya yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Sabtu (26/9/2026).
Bertempat di Communal Space Lantai 3 UNPAR, festival tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik maupun kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman belajar dalam suasana yang berbeda dari kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Festival ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan PGSD UNPAR bersama SDN 108 Ciumbuleuit selama satu tahun. Berbagai aktivitas pembelajaran yang berlangsung sepanjang program kemudian ditutup melalui festival yang memadukan tiga bidang utama, yakni literasi, numerasi, dan seni budaya.
Empat kegiatan utama digelar dalam festival tersebut, yaitu Lomba Cerdas Cermat Numerasi, Cerdas Cermat Literasi, Menggambar, dan Mendongeng. Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa menunjukkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta keberanian dalam mengekspresikan diri.
Dalam Lomba Cerdas Cermat Numerasi, para siswa dihadapkan pada berbagai persoalan yang membutuhkan kemampuan berhitung, ketelitian, serta penalaran logis. Suasana kompetisi sempat membuat sejumlah peserta merasa gugup, tetapi perasaan tersebut perlahan berubah menjadi antusiasme ketika perlombaan dimulai.
“Awalnya saya agak takut karena takut salah menjawab. Tapi setelah mulai, ternyata seru,” ujar Rafka, salah seorang peserta.
Kegiatan Cerdas Cermat Literasi juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Melalui berbagai pertanyaan yang diberikan, peserta diajak mengingat kembali materi yang pernah dipelajari sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan jawaban.
“Saya senang ikut lomba literasi karena bisa mencoba menjawab pertanyaan yang berbeda-beda. Tadi ada yang mudah, ada juga yang membuat saya harus berpikir dulu. Rasanya senang ketika bisa menjawab dengan benar,” tutur Alya.
Tidak hanya kemampuan akademik, festival juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan menggambar dan mendongeng.

Dalam kegiatan mendongeng, siswa tidak hanya dituntut memahami isi cerita, tetapi juga belajar menyampaikannya kepada audiens melalui ekspresi, intonasi suara, serta keberanian tampil di depan orang lain. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus imajinasi.
Sementara itu, kegiatan menggambar menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan gagasan dan kreativitas melalui karya visual. Melalui kegiatan tersebut, setiap siswa dapat menunjukkan cara mereka memandang dan menerjemahkan sebuah ide ke dalam gambar.
Rangkaian festival menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung melalui kegiatan di dalam kelas. Kompetisi dan aktivitas kreatif dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Festival Literasi, Numerasi, dan Seni Budaya tersebut juga menjadi penutup perjalanan kegiatan PGSD UNPAR bersama SDN 108 Ciumbuleuit selama satu tahun. Melalui berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar, berlatih, dan menampilkan kemampuan yang telah mereka kembangkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa sekaligus memperkuat keterampilan literasi, numerasi, kreativitas, serta keberanian mereka dalam berekspresi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda