Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. El Nino dan Krisis Pangan: Saatnya Biochar Masuk Agenda Strategis Nasional

El Nino dan Krisis Pangan: Saatnya Biochar Masuk Agenda Strategis Nasional

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
15 April 2026, 08.26 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Krisis Pangan
Foto Ilustrasi El Nino dan Krisis Pangan/Desain by Nadia JurnalPost

Oleh. Andi Bahrun. Dosen Fakultas Pertanian UHO

JurnalPost.com - Salah satu dinamika lingkungan strategis alamiah terpenting saat ini adalah perubahan iklim global (global warming) dan anomali iklim (climate change). Perubahan iklim global tersebut, tidak akan hanya berdampak pada keseimbangan hidrologis (masukan dan kehilangan air) pada suatu daerah tangkapan hujan atau DAS, tetapi juga berdampak pada sistem usaha tani yang diusahakan diatasnya, terkait dengan ketersediaan air dan masa tanam. Penting untuk dipahami bahwa fenomena El Nino bukan hanya anomali iklim, tetapi yang juga harus diingat bahwa sistem pangan di Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca ekstrim.  Setiap episode El Nino menunjukkan penurunan curah hujan, pergeseran musim tanam, serta penurunan produktivitas lahan secara konsisten sehingga berimplikasi langsung pada penurunan produksi pangan, khususnya padi, yang kemudian  biasanya memicu kenaikan harga dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi. Secara historis menunjukkan bahwa luas lahan yang terkena dampak kekeringan dapat mencapai ratusan ribu hektar. Oleh karena itu, respons kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga antisipatif melalui penguatan sistem adaptasi berbasis teknologi, infrastruktur pertanian, dan manajemen risiko yang terintegrasi.

IKLAN

Prediski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa wwal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih awal dan diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya, sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah dan para pemangku kepentingan. Untuk mengantisipasi fenomena iklim terutama El Nino, diperlukan kebijakan penanggulangan yang bersifat menyeluruh dan melibatkan banyak pihak yang relevan mengingat fenomena anomali iklim dan konsekuensinya meliputi berbagai aspek yang sangat luas. Upaya pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil patut diapresiasi. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini, penguatan cadangan pangan, optimalisasi pengelolaan air, optimalisasi penggunaan lahan, dan luas lahan tanam, serta peningkatan koordinasi dan sinergi. Namun, tantangan ketahanan pangan tidak hanya berasal dari faktor iklim, tetapi juga dari degradasi lingkungan, seperti rendahnya kandungan bahan organik tanah di beberapa daerah di Indonesia. Karena itu, diperlukan transformasi sistem pangan yang lebih komprehensif dan jangka panjang  yang mencakup kebijakan produksi dan rehabilitasi ekosistem lahan. Hal ini akan memberikan dampak dalam ketahanan pangan nasional tidak hanya akan terlindungi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan iklim global dalam jangka panjang.

Peran Teknologi Pangan
Baca Juga

Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

Pertanyaan mendasar dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional adalah sejauh mana kebijakan yang ada telah menyentuh aspek kualitas tanah sebagai fondasi utama produksi pertanian. Selama ini, kebijakan cenderung berfokus pada ekstensifikasi dan intensifikasi produksi, sementara persoalan mendasar seperti degradasi tanah, rendahnya kandungan bahan organik, serta menurunnya daya dukung lahan belum ditangani secara optimal. Tanah tropis Indonesia memiliki daya retensi air yang rendah dan rentan terhadap degradasi, yang menjadikannya faktor kunci dalam menentukan keberhasilan produksi tanaman, terutama ketika variabilitas iklim tinggi, seperti adanya fenomena El Niño.

Secara empiris, lebih dari 60% lahan di Indonesia telah mengalami penurunan kualitas, dengan kandungan bahan organik yang sering kali berada di bawah ambang ideal di Indonesia.  Keadaan ini membuat input pertanian, terutama pupuk kimia, kurang efektif karena nutrisi mudah hanyut dan tidak tersimpan di dalam tanah. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi tanpa peningkatan kualitas tanah hanya akan menghasilkan hasil jangka pendek yang lemah. Karena itu, paradigma kebijakan perlu bergeser dari hanya fokus pada peningkatan hasil produksi  menjadi pendekatan yang lebih komprehensif, yaitu memulihkan dan menjaga kesehatan lahan sebagai dasar keberlanjutan sistem pangan.

Terkait hal tersebut, biochar merupakan solusi berbasis sains yang memiliki banyak potensi untuk meningkatkan kualitas tanah dan mendukung agenda pertanian berkelanjutan untuk generasi mendatang. Sebagai bahan kaya karbon yang terbuat secara pirolisis yaitu proses pembakaran limbah biomassa seperti sekam padi, tandan kosong kelapa sawit, kulit durian, batok kelapa dan lainnya, dalam kondisi tanpa atau terbatas oksigen yang dapat meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, seperti kemampuannya menahan air, ketersediaan nutrisi, dan aktivitas mikroorganisme tanah. Selain itu, penggunaan biochar sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan limbah pertanian yang melimpah di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon jangka panjang. Integrasi biochar dalam kebijakan pertanian nasional adalah langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem pangan dalam menghadapi perubahan iklim global.  Beberapa  langkah konkret dapat dilakukan:.

IKLAN

Pertama, integrasi biochar dalam kebijakan ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim. Biochar perlu menjadi bagian  solusi secara resmi, bersama dengan teknologi lain dalam program nasional.

teh
Baca Juga

Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Kedua, penguatan penelitian dan hilirisasi. Perguruan tinggi dengan bersinergi kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan para pelaku usaha perlu didorong untuk mengembangkan formulasi biochar spesifik lokasi, sekaligus memastikan bahwa teknologi produksi dapat diadopsi secara luas oleh petani.

Ketiga, insentif dan skema ekonomi untuk petani. Biochar akan sulit diadopsi dalam skala besar tanpa dukungan kebijakan berupa subsidi, pelatihan, dan akses terhadap teknologi.

Penguatan ketahanan pangan nasional di masa mendatang perlu difokuskan pada pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, salah satunya adalah mengintegrasikan biochar ke dalam berbagai program pertanian strategis. Biochar dapat digunakan dalam skema bantuan produksi, program desa pangan mandiri, dan pengembangan daerah pertanian. Penggunaan biochar terintegrasi dengan berbagai jenis pupuk dan mikroba tanah bukanlah satu-satunya solusi, tetapi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas tanah secara keseluruhan. Dalam konteks ini, beberapa daerah di Indonesia memiliki peluang strategis untuk berfungsi sebagai laboratorium alami dalam pengembangan dan implementasi inovasi penggunaan biochar berbasis sumber daya lokal yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.

Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang dibuka atau intensitas input produksi yang diberikan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas dan kesehatan tanah sebagai pondasi pengembangan  sistem pertanian. Fenomena El Niño yang bersifat siklik akan memberikan peluang terjadinya krisis pangan terus berulang dengan dampak yang semakin luas jika tanpa upaya pemulihan dan penguatan daya dukung tanah, Oleh karena itu, paradigma kebijakan perlu bergeser dari pendekatan reaktif terhadap krisis menuju strategi preventif yang berfokus pada rehabilitasi ekosistem tanah sebagai basis ketahanan pangan  jangka panjang.

Aisyah Salsabila Alfandi
Baca Juga

Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Biochar adalah salah satu inovasi yang telah terbukti secara ilmiah dapat memperkuat struktur dan fungsi tanah, sehingga relevan untuk diintegrasikan ke dalam kebijakan pangan nasional. Biochar jika diintegrasikan dengan pupuk organik serta penggunaan mikroba tanah  dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan, serta untuk mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, keputusan kebijakan yang dibuat saat ini akan menentukan apakah setiap siklus El Niño menjadi sumber krisis berulang atau peluang untuk mengubah sistem pangan menjadi sistem yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih berkelanjutan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/el-nino-dan-krisis-pangan-saatnya-biochar-masuk-agenda-strategis-nasional/92193/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Ketahanan Pangan
  • #Krisis Pangan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

  3. 3

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. 4

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  5. 5

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.