CEPU, JurnalPost.com – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) terus memperluas jangkauan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi. Tidak hanya melayani kebutuhan pelatihan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) nasional maupun multinasional, lembaga di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga memberikan kesempatan peningkatan kompetensi bagi siswa sekolah menengah kejuruan di wilayah Indonesia bagian timur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dalam penyelenggaraan pelatihan teknis bidang minyak dan gas bumi.
Pelatihan berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di PPSDM Migas, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan ini, para siswa mengikuti dua program pelatihan, yakni Petugas Pengukur Isi Tangki Minyak Bumi dan Hasil Olahan serta Operasi Produksi Tingkat Operator Muda.
Kedua program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri minyak dan gas bumi.
Bekali Generasi Muda dengan Kompetensi Industri Migas
Pengajar kelas Operasi Produksi PPSDM Migas, M. Ridwan Ansyori, menekankan pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan di sektor energi bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.
Menurutnya, Kabupaten Banggai merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi dan dinamika sektor energi yang strategis. Karena itu, peningkatan kompetensi siswa menjadi langkah penting untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal yang mampu berkontribusi dalam pembangunan energi nasional.
"Pemahaman mengenai sektor energi sangat krusial bagi generasi muda, terutama di Indonesia bagian timur seperti Kabupaten Banggai yang memiliki potensi dan dinamika energi yang strategis. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan generasi muda lokal siap mengambil peran aktif dalam pembangunan energi nasional sejak dini," ujar M. Ridwan Ansyori.
Melalui pelatihan tersebut, siswa diharapkan memperoleh gambaran mengenai proses kerja dan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam industri migas.
Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga mendorong peserta untuk mengenal penerapan keterampilan teknis yang berkaitan dengan kegiatan operasional di sektor energi.
Dorong Siswa Aktif Mengikuti Pelatihan
Selain memberikan materi pembelajaran, M. Ridwan Ansyori mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan di PPSDM Migas secara maksimal.
Ia menilai pengalaman belajar langsung dari tenaga pengajar yang memahami kebutuhan industri dapat menjadi bekal bagi siswa ketika memasuki dunia kerja.
Para peserta juga didorong untuk aktif bertanya, memahami setiap materi yang diberikan, dan mengikuti seluruh sesi praktik dengan sungguh-sungguh.
"Manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, aktif bertanya, ikuti praktik dengan sungguh-sungguh karena dapat menjadi bekal nantinya setelah selesai mengikuti pelatihan di PPSDM Migas. Persaingan semakin ketat di industri ini," pesan M. Ridwan Ansyori kepada para peserta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan di dunia industri semakin membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian.
Bagi siswa SMK, pengalaman mengikuti pelatihan industri dapat menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Perkuat Sinergi Pendidikan Kejuruan dan Industri Energi
Kerja sama antara PPSDM Migas dan SMKN 2 Toili Barat menjadi salah satu bentuk sinergi antara lembaga pengembangan kompetensi dengan dunia pendidikan kejuruan.
Melalui kolaborasi tersebut, siswa diharapkan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengenal standar kerja yang diterapkan dalam industri minyak dan gas bumi.
Penguatan kompetensi ini juga sejalan dengan kebutuhan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kesiapan kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tuntutan industri.
Ke depan, lulusan SMK diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan sertifikasi kompetensi yang relevan serta diakui oleh industri migas nasional maupun internasional.
PPSDM Migas juga membuka peluang kerja sama bagi instansi, perusahaan, sekolah, serta perguruan tinggi negeri maupun swasta yang membutuhkan layanan pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Informasi mengenai kerja sama dan layanan PPSDM Migas dapat diperoleh melalui Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) melalui WhatsApp khusus pesan tertulis di nomor 08112643940.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda