Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  2. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Peserta MTQ Nasional Asal Sumbar Bagikan Kunci Menjaga Hafalan

Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Peserta MTQ Nasional Asal Sumbar Bagikan Kunci Menjaga Hafalan

Foto profil Annisa
Penulis: Annisa
18 September 2026, 09.15 WITA Editor: Fatimah
5 menit baca
MTQ Nasional Asal Sumba

Semarang, JurnalPost.com — Menghafal Al-Qur’an 30 juz membutuhkan ketekunan, disiplin, dan konsistensi dalam menjaga hafalan. Hal itu dijalani Muslim Dermiwa Riko Putra, peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 Tahun 2026 asal Sumatera Barat yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz sejak berusia 10 tahun.

Perjalanan Muslim menghafal Al-Qur’an dimulai ketika usianya baru 5 tahun. Saat itu, orang tuanya memasukkannya ke Taman Kanak-kanak (TK) Tahfiz. Hanya dalam waktu sekitar dua tahun, hafalannya telah mencapai 15 juz.

IKLAN

“Alhamdulillah, sejak kecil sudah mulai menghafal Al-Qur’an. Tepatnya dari umur 5 tahun. Alhamdulillah, saya sudah dimasukkan ke TK Tahfiz. Sampai umur 7 tahun, Alhamdulillah, tamat dari sana. Waktu itu hafalan saya sudah 15 juz,” ujar Muslim di sela pelaksanaan MTQN ke-31 di Semarang, Kamis (17/9/2026).

MediaTek Luncurkan Dimensity 9600 Pro
Baca Juga

Pertama Kali di MTQ Nasional 2026, Tartil Al-Qur’an Isyarat Diikuti 28 Peserta Tuli

Perjalanan hafalannya kemudian berlanjut ketika keluarganya pindah ke Makkah. Di kota tersebut, Muslim terus menghafal Al-Qur’an bersama masyarakat setempat.

Upaya yang dijalani sejak kecil itu akhirnya membuahkan hasil. Pada usia 10 tahun, Muslim berhasil menyelesaikan hafalan seluruh 30 juz Al-Qur’an.

“Lalu, kami pindah ke Makkah. Kemudian, saya menghafal bersama masyarakat di sana. Alhamdulillah, pada umur 10 tahun, Allah mengizinkan saya untuk khatam Al-Qur’an,” tuturnya.

Kini, Muslim yang lahir pada 2008 telah berusia 18 tahun. Ia masih duduk di kelas 3 SMA di Pondok Pesantren Ashabul Qur’an Situjuah Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Dirjen Bimas Islam
Baca Juga

Dirjen Bimas Islam: MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

Pada MTQN ke-31 Tahun 2026 di Semarang, Muslim dipercaya mewakili Sumatera Barat untuk mengikuti cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Menghafal Sedikit demi Sedikit

Muslim memiliki metode yang diterapkannya sejak mulai menghafal Al-Qur’an. Menurut dia, proses menghafal sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.

Sebelum mulai menghafal, ia terlebih dahulu membaca keseluruhan bagian yang akan dipelajari. Apabila targetnya satu halaman, ia berusaha membaca halaman tersebut secara utuh sebelum mulai memasukkan ayat demi ayat ke dalam hafalan.

“Kalau cara praktiknya, saya dulu sebelum menghafal membaca dulu. Saya baca dulu. Diusahakan membaca semuanya. Kalau memang satu halaman yang akan dihafal, dibaca satu halaman,” jelasnya.

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Setelah memahami bagian yang akan dihafalkan, Muslim membaginya menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Untuk ayat pendek, ia membacanya secara berulang sambil melihat mushaf Al-Qur’an. Setelah merasa mulai menguasai ayat tersebut, mushaf ditutup dan ia mencoba melafalkannya kembali tanpa melihat teks.

“Ketika sudah terasa, ketika membaca berulang-ulang ini sambil melihat Al-Qur’an sudah efektif, kita tutup Al-Qur’an. Setelah kita tutup Al-Qur’an, baru kita coba apakah lancar yang kita hafal tadi,” katanya.

Metode serupa diterapkan ketika menghadapi ayat yang panjang. Muslim membaginya menjadi beberapa bagian sesuai kemampuannya.

Jika sebuah ayat terdiri atas tiga baris, misalnya, ia tidak langsung menghafal seluruhnya. Satu baris terlebih dahulu dibaca dan diulang sampai lancar sebelum berpindah ke baris berikutnya.

IKLAN

“Kita hafal bagian pertama. Misalnya, satu baris kita mampu, kita hafal satu baris. Kemudian, kita lakukan seperti cara tadi. Kita baca berulang-ulang, kemudian kita tutup Al-Qur’an. Jika sudah lancar, kita lanjutkan ke baris yang kedua,” ujarnya.

Cara tersebut membuat proses menghafal dilakukan secara bertahap, tetapi setiap bagian benar-benar dikuasai sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya.

Murajaah Jadi Kunci Utama

Bagi Muslim, tantangan menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya menyelesaikan hafalan 30 juz. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar hafalan tersebut tidak hilang.

Karena itu, ia menilai murajaah atau mengulang kembali hafalan menjadi bagian terpenting dalam perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an.

“Ini yang penting. Setelah itu selesai semuanya maupun setelah satu halaman itu selesai, yang penting diulang lagi. Karena banyak sekali yang ditemukan, dia menghafal, tapi jarang mengulang,” tuturnya.

Menurut Muslim, hafalan yang baru diperoleh sebaiknya langsung diulang. Kebiasaan tersebut membantu ayat yang telah dipelajari melekat lebih kuat dalam ingatan.

Ia bahkan memandang murajaah bukan sebagai kegiatan yang berhenti setelah seseorang berhasil menghafal 30 juz. Mengulang hafalan harus terus dilakukan selama hidup.

“Kalau saya pribadi, Alhamdulillah, kalau saya menghafal sesuatu, langsung ulang biar tidak lupa. Memang harus diulang sampai selesai pun, sampai mati pun masih harus diulang,” katanya.

Dukungan Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Perjalanan Muslim juga tidak lepas dari lingkungan keluarganya. Ia mengatakan seluruh anggota keluarganya merupakan penghafal Al-Qur’an.

Lingkungan tersebut membuat kegiatan menghafal dan mengulang hafalan menjadi bagian dari kesehariannya sejak kecil.

Muslim mengaku sering menghafal dan melakukan murajaah bersama ibunya. Ketika ayahnya sedang bekerja di luar rumah, sang ibu menjadi sosok yang mendampinginya dalam menjaga hafalan.

“Alhamdulillah, keluarga saya semuanya penghafal Al-Qur’an. Jadi, saya biasanya menghafal bersama ibu saya. Kalau ayah saya sedang sibuk bekerja di luar, saya dibantu oleh ibu saya,” ujarnya.

Bagi Muslim, menjadi hafiz atau penghafal Al-Qur’an bukan sekadar mampu mengingat seluruh ayat di dalamnya. Hafalan tersebut juga perlu terus dijaga serta diharapkan dapat menjadi bagian dari pedoman kehidupan.

Ia meyakini semakin banyak ayat Al-Qur’an yang dipelajari dan dijaga, semakin besar pula tanggung jawab seorang penghafal untuk mempertahankan hafalannya.

“Jika misalnya kita menghafal 30 juz, tentu kita akan diangkat oleh Allah SWT lebih tinggi lagi daripada yang menghafal, misalnya, satu surat atau dua surat. Ini tentu adalah sebuah keutamaan yang sangat masyaallah bagi kita,” ungkapnya.

Perjalanan Muslim yang dimulai sejak usia 5 tahun kini membawanya ke panggung MTQN ke-31 Tahun 2026 di Semarang.

Meski hafalan 30 juz telah diselesaikannya sejak berusia 10 tahun, proses tersebut tidak benar-benar berhenti. Hingga kini, ia terus menjaga hafalan melalui kebiasaan sederhana tetapi konsisten: membaca dan mengulang kembali ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dipelajarinya.


Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/hafal-30-juz-di-usia-10-tahun-peserta-mtq-nasional-asal-sumbar-bagikan-kunci-menjaga-hafalan/97739/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #MTQ Nasional 2026
  • #Pendidikan Islam
  • #Semarang
  • #Sumatera Barat
  • #hafiz Al-Quran
  • #penghafal Al-Quran
  • #tilawatil Quran

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.