KARANGANYAR, JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam rangka Kuliah Kerja Nyata periode Juli-Agustus 2026 melaksanakan pelatihan pembuatan hidroponik rakit apung dari bahan sederhana kepada masyarakat Desa Kwangsan khususnya Ibu-ibu PKK Dusun Geneng, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini diharapkan mampu untuk dapat meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat di tengah keterbatasan air selama musim kemarau.
Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 berlokasi di Balai Dusun Geneng, Desa Kwangsan. Kegiatan pelatihan ini mengenalkan sistem hidroponik rakit apung yang merupakan sistem hidroponik yang sederhana dan mudah untuk diterapkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tersedia di lingkungan rumah tangga.
Desa Kwangsan merupakan wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Namun, musim kemarau menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan budidaya tanaman karena keterbatasan ketersediaan air. Oleh karena itu, hidroponik rakit apung diperkenalkan sebagai salah satu alternatif budidaya sayuran yang dapat dilakukan dengan penggunaan air secara lebih efisien serta tidak memerlukan lahan yang luas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai dasar-dasar budidaya hidroponik menggunakan sistem rakit apung, mulai dari pengertian, alat dan bahan, tahapan pembuatan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penanaman. Sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, dan sawi menjadi beberapa komoditas yang dapat dibudidayakan menggunakan sistem tersebut.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket atau kit hidroponik rakit apung sederhana kepada peserta untuk mendukung praktik dan penerapan budidaya secara mandiri di rumah. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Pelatihan ditutup dengan praktik penanaman serta dokumentasi bersama ibu-ibu PKK Dusun Geneng. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dasar mengenai budidaya hidroponik dan mampu menerapkannya sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha skala rumah tangga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda