Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KKN UNS Dorong Ekonomi Kreatif Desa Ciliang lewat Kreasi Kipas Pesisir

KKN UNS Dorong Ekonomi Kreatif Desa Ciliang lewat Kreasi Kipas Pesisir

N
Penulis: Najwa Azzahra
22 September 2026, 20.42 WITA Editor: Danang Purnama
5 menit baca
KKN UNS
Peserta workshop Kreasi Kipas Pesisir bersama mahasiswa KKN Kelompok 203 Universitas Sebelas Maret (UNS) memperlihatkan hasil kreasi kipas bambu bermotif tie-dye di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

Pangandaran, JurnalPost.com – Kawasan pesisir tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menyimpan peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kehadiran wisatawan dapat membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan produk kreatif yang menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus sumber pendapatan baru.

Peluang tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kelompok 203 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) ketika melihat potensi ekonomi kreatif di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

IKLAN

Desa Ciliang merupakan salah satu wilayah pesisir yang berada di kawasan Pantai Batu Hiu. Destinasi wisata tersebut dikenal dengan panorama Samudra Hindia dan formasi batu karang yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Dokumentasi KKN 200 UNS
Baca Juga

Dorong Digitalisasi Desa, KKN 200 UNS Luncurkan Peta Digital “Jelajah Cintaratu”

Sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Pangandaran, kawasan Pantai Batu Hiu dinilai memiliki peluang untuk mendorong berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, terutama usaha yang berkaitan dengan kebutuhan serta pengalaman wisatawan.

Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN UNS selama mengeksplorasi kawasan pesisir Pantai Batu Hiu, aktivitas ekonomi masyarakat sekitar masih memiliki ruang untuk dikembangkan, khususnya melalui produk kreatif lokal yang dapat dijadikan suvenir atau kenang-kenangan bagi pengunjung.

Dibandingkan dengan sejumlah kawasan wisata pesisir lainnya di Pangandaran yang telah memiliki beragam produk pendukung pariwisata, Pantai Batu Hiu memiliki peluang untuk semakin memperkuat identitasnya melalui kerajinan khas yang mengangkat kreativitas masyarakat setempat.

Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN UNS menghadirkan program “Kreasi Kipas Pesisir: Workshop Tie-Dye Teknik Ice Dyeing, Pembuatan Tassel, dan Kemasan Estetik pada Kipas Bambu Tradisional” pada 27 Juli 2026.

Pengrajin seni OAP
Baca Juga

Bukan Sekadar Souvenir: Menjadikan Seni dan Kriya Papua Kekuatan Baru Ekonomi Daerah

Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan peluang ekonomi kreatif berbasis rumah tangga kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Ciliang.

Dari Kipas Tradisional Menjadi Produk Bernilai Tambah

Kipas bambu merupakan kerajinan sederhana yang telah lama dikenal masyarakat. Namun, melalui inovasi desain, warna, hiasan, dan kemasan, produk tradisional tersebut dapat dikembangkan menjadi barang bernilai tambah yang lebih menarik bagi konsumen.

Dalam workshop Kreasi Kipas Pesisir, mahasiswa KKN UNS memperkenalkan pengembangan kipas bambu melalui teknik pewarnaan ice dyeing, penambahan hiasan tassel, hingga pembuatan kemasan yang lebih estetik.

Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa produk sederhana dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila dipadukan dengan kreativitas serta pengemasan yang tepat.

Dari Warung ke Ponsel
Baca Juga

Dari Warung ke Ponsel: Legalitas Sudah 80 Persen, tetapi Mengapa UMKM Bogor Belum Piawai Berjualan Digital?

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan rutin bulanan Desa Ciliang berbasis keparigelan. Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan tersebut, dengan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Mahasiswa dari ISBI Bandung juga turut berpartisipasi dalam kegiatan.

Workshop diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep pengembangan produk kreatif. Mahasiswa kemudian memberikan demonstrasi teknik pewarnaan, pembuatan hiasan, hingga cara melakukan pengemasan produk.

IKLAN

Setelah memperoleh penjelasan, peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan kipas kreasi. Mereka mengaplikasikan kain bermotif tie-dye pada kipas bambu, memasang dekorasi tassel, hingga menyusun kemasan produk agar terlihat lebih menarik.

Tidak hanya mengikuti praktik, para peserta juga aktif berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan kipas kreasi apabila nantinya diproduksi secara lebih berkelanjutan.

Salah seorang peserta, Yeni, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan kerajinan sederhana menjadi produk yang memiliki tampilan lebih menarik.

“Kegiatannya seru dan menambah pengalaman baru bagi kami. Ternyata kipas bambu yang sederhana bisa dibuat menjadi lebih cantik dengan sentuhan warna dan hiasan. Semoga keterampilan ini bisa terus dikembangkan dan menjadi ide usaha bagi ibu-ibu di Desa Ciliang,” ujar Yeni.

Hal senada disampaikan Annisa. Ia mengaku tidak menyangka kipas bambu dapat dikembangkan menjadi produk kreatif melalui kombinasi warna dan dekorasi.

“Awalnya saya tidak menyangka kalau kipas bambu bisa dikreasikan menjadi produk yang menarik seperti ini. Kegiatannya menyenangkan karena bisa belajar bersama adik-adik KKN UNS. Semoga nanti bisa dicoba lagi dan dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Membuka Peluang Ekonomi Kreatif Perempuan Desa

Melalui program Kreasi Kipas Pesisir, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat Desa Ciliang, khususnya perempuan yang tergabung dalam kelompok PKK, semakin melihat potensi keterampilan lokal sebagai peluang pengembangan ekonomi kreatif.

Produk yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut masih berada pada tahap pengenalan dan pengembangan awal. Meski demikian, peluang pengembangan masih terbuka melalui penyempurnaan desain, pembangunan merek, strategi pemasaran, hingga kerja sama dengan pelaku usaha maupun pihak yang bergerak di sektor pariwisata.

Apabila dikembangkan secara konsisten, kipas bambu kreasi berpotensi menjadi salah satu produk yang melengkapi pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke kawasan Pantai Batu Hiu.

Produk tersebut juga dapat membawa identitas lokal Desa Ciliang karena dikembangkan langsung oleh masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar destinasi wisata.

Program Kreasi Kipas Pesisir juga sejalan dengan sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini berkaitan dengan SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui upaya meningkatkan kapasitas perempuan desa, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.

Selain itu, program tersebut juga mendukung SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, terutama melalui upaya mengembangkan produk kreatif yang membawa identitas dan potensi masyarakat lokal.

Inovasi terhadap kipas bambu tradisional tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop. Keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan produk kreatif yang memiliki karakter khas Desa Ciliang sekaligus berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekonomi wisata pesisir Pangandaran.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/kkn-uns-dorong-ekonomi-kreatif-desa-ciliang-lewat-kreasi-kipas-pesisir/97813/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.04 WITA

  • #Desa Ciliang
  • #Ekonomi Kreatif
  • #KKN UNS
  • #Kipas Bambu
  • #Pangandaran
  • #Pantai Batu Hiu
  • #ibu PKK

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.