Palembang, JurnalPost.com — Penelitian mengenai penyakit Alzheimer tidak hanya berkembang di kalangan peneliti dan institusi riset, tetapi juga mulai menjadi perhatian mahasiswa melalui berbagai program penelitian ilmiah.
Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), yakni Fahri Habib Al Azka, Muhammad Chaidar, Inez Shafa Damhudi, Aliya Shafa Kahirunnisa, dan Yusram Praja Hamidi, melakukan penelitian eksperimental mengenai Alzheimer melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Di bawah bimbingan Dr. Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D., tim tersebut mengeksplorasi pemanfaatan fraksi eksosomal dari faktor pertumbuhan platelet pada model hewan Alzheimer.
Penelitian ini berangkat dari ketertarikan tim untuk mengkaji bagaimana suatu bahan biologis dapat diteliti dalam bentuk fraksi yang lebih spesifik. Dalam eksperimen tersebut, tim mengeksplorasi fraksi eksosomal dari faktor pertumbuhan platelet yang diberikan melalui rute intranasal pada model hewan.
Pendekatan tersebut kemudian dibandingkan dengan pemberian faktor pertumbuhan platelet dalam bentuk utuh serta sejumlah kelompok pembanding lainnya.
Rangkaian eksperimen dirancang untuk mengamati perubahan pada aspek memori sekaligus gambaran patologis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Dilaksanakan di Laboratorium Biomolekuler
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biomolekuler dan Laboratorium Patologi Anatomi Eureka Research Laboratory, Palembang.
Penggunaan fasilitas laboratorium memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari persiapan bahan, pelaksanaan eksperimen, hingga pengamatan terhadap parameter penelitian yang telah ditentukan.
Dalam proses tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori mengenai penyakit Alzheimer, tetapi juga mempelajari bagaimana penelitian eksperimental dirancang, dilaksanakan, hingga dianalisis secara sistematis.
Seluruh rangkaian penelitian telah memperoleh persetujuan etik dan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip 3R, yaitu Replacement, Reduction, dan Refinement dalam penggunaan hewan coba.
Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian eksperimental yang menggunakan hewan dengan mempertimbangkan aspek etika serta kesejahteraan hewan selama proses penelitian.
Amati Memori Spasial dan Deposisi Amiloid-β
Dalam penelitian ini, tim menggunakan tikus Wistar sebagai model hewan dan mengamati dua parameter utama, yakni memori spasial serta deposisi amiloid-β pada jaringan otak.
Pengamatan terhadap memori spasial dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan fungsi kognitif pada model penelitian.
Sementara itu, pemeriksaan jaringan otak dilakukan untuk melihat gambaran patologis, khususnya deposisi amiloid-β yang menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian mengenai penyakit Alzheimer.
Melalui serangkaian pengujian tersebut, tim berhasil memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, kegiatan PKM-RE yang dilakukan kelima mahasiswa FK Unsri tersebut tidak berhenti pada pengembangan gagasan ilmiah, tetapi berlanjut hingga pelaksanaan eksperimen dan evaluasi terhadap hasil penelitian.
Keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam penelitian juga memberikan pengalaman mengenai berbagai tahapan riset, termasuk penyusunan metode, pelaksanaan eksperimen, pengumpulan data hingga interpretasi hasil.
Memahami Alzheimer dari Perspektif Lebih Luas
Penelitian ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melihat Alzheimer dari perspektif yang lebih luas.
Alzheimer tidak hanya berkaitan dengan penurunan kemampuan mengingat, tetapi merupakan penyakit yang dapat memengaruhi fungsi kognitif serta kualitas hidup seseorang.
Dampaknya juga dapat dirasakan oleh keluarga maupun lingkungan sekitar pasien, terutama karena penderita dapat membutuhkan pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pengembangan penelitian mengenai Alzheimer dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kesehatan otak, fungsi kognitif, serta gangguan neurodegeneratif.
Meski telah menghasilkan data dari serangkaian eksperimen, tim menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan masih berada pada tahap praklinis dengan menggunakan hewan coba.
Hasil penelitian tersebut belum dapat disamakan dengan keberhasilan suatu terapi pada manusia.
Masih diperlukan berbagai penelitian lanjutan, termasuk pengujian keamanan, efektivitas, serta tahapan penelitian lainnya sebelum suatu pendekatan dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan menuju penggunaan klinis.
Melalui PKM-RE ini, lima mahasiswa FK Unsri mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan riset sekaligus mengeksplorasi pendekatan ilmiah dalam penelitian penyakit Alzheimer.
Penulis: Inez Shafa Damhudi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda