Jurnalpost - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir akan menghapus dikotomi perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Penghapusan dikotomi PTN dan PTS diyakini akan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain.
“Akan kami hapuskan dikotomi istilah perguruan tinggi negeri dan swasta. Jadi nanti ada layanan bersama antara perguruan tinggi swasta dan negeri, tidak akan dibedakan," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir Saat berbuka Puasa bersama di kediamannya di Komplek Widya Chandra, Sabtu (11/6/2016)
Menteri Riset dan Perguruan Tinggi juga adanya adanya issue adanya Rektor yang di Impor dari Luar Negeri atau WNA yang diangkat menjadi rektor perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi rector kita harus belajar dari Rektor asing bagaimana mengelola Perguruan tinggi. Ia menjelaskan rektor PTN harus dapat memposisikan diri seperti pengajar kelas dunia.
Permasalahan Perguruan Tinggi di Indonesia masih banyak sekali, diantaranya adalah regulasi yang belum cukup, untuk itulah maka kami akan mengundang rector-rektor luar negeri untuk kami dengar. Kami juga rencananya akan mendatangkan Profesor-profesor dari Luar negeri , tegasnya.
Ia berharap cara tersebut membuat PTN berhasil menyejajarkan diri dengan perguruan tinggi dunia. Nasir mengingatkan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal itu juga berdampak pada kualitas perguruan tinggi.
"Rektor-rektor itu harus memposisikan bagaimana dengan rektor yang ada di luar negeri itu lho. Persaingan menjadi penting. Karena persaingan menjadi penting, maka ini yang harus diperhatikan betul," kata Nasir. (heri zohiri/jp)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda