Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ngopi Sambil Produktif: Ketika Generasi Z Menjadikan Café Sebagai Kantor Kedua

Ngopi Sambil Produktif: Ketika Generasi Z Menjadikan Café Sebagai Kantor Kedua

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
28 Oktober 2025, 22.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
NgopiNgopi
Sumber: https://m.rctiplus.com/news/detail/gaya-hidup

Oleh: Yuliana

JurnalPost.com - Bagi sebagian orang, kegiatan minum kopi “ngopi” merupakan kegiatan santai untuk melepas penat di sela-sela rutinitas. Namun bagi Generasi Z—mereka yang tumbuh di era digital—aktivitas ngopi memiliki makna yang jauh lebih dalam. Di tangan anak muda urban, kedai kopi kini bertransformasi menjadi ruang kerja, tempat belajar, sekaligus simbol gaya hidup produktif yang mencerminkan cara mereka menavigasi dunia modern.

IKLAN

Fenomena “work from café” bukan lagi hal asing di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Hampir setiap hari, kita bisa melihat pemandangan serupa: deretan laptop menyala di meja, headphone menempel di telinga, dan aroma espresso yang bercampur dengan suasana sibuk namun santai. Para pengunjung bukan semata pekerja kantoran, tapi juga mahasiswa, freelancer, content creator, dan pelaku industri kreatif yang memilih café sebagai tempat mereka “berkantor”.

Red Neon AI Misinformation Interface
Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Urgensi Literasi Digital bagi Generasi Z

Café sebagai Ruang Sosial Baru Konsep ini sejalan dengan gagasan sosiolog Ray Oldenburg tentang third place—ruang sosial di luar rumah (first space) dan tempat kerja formal (second space). Third place adalah ruang alternatif yang memfasilitasi interaksi sosial, kreativitas, dan refleksi diri. Bagi Gen Z, café adalah perwujudan nyata dari konsep tersebut.

Café menawarkan suasana yang kondusif untuk berpikir, mencipta, dan bersosialisasi. Berbeda dengan kantor yang sering terasa kaku, atau rumah yang kadang penuh distraksi, café menghadirkan keseimbangan antara produktivitas dan kenyamanan. Suara mesin kopi yang berdenging, obrolan ringan di meja sebelah, hingga desain interior yang estetik menjadi elemen yang mendorong munculnya ide-ide segar.

Di sinilah terjadi pergeseran makna produktivitas. Bekerja tidak lagi identik dengan ruang formal bersekat dan pakaian rapi. Gen Z memaknai produktivitas sebagai kombinasi antara kebebasan, kreativitas, dan kebermaknaan. Mereka bisa bekerja, berjejaring, bahkan merefleksikan diri sambil menyeruput cappuccino favorit.

Estetika dan Identitas di Era Digital Fenomena work from café tidak bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial. Aktivitas ngopi sambil bekerja sering diabadikan dalam bentuk foto atau video: secangkir kopi di samping laptop, catatan di meja kayu, atau pantulan cahaya sore dari jendela besar. Unggahan semacam itu bukan sekadar pamer, tetapi representasi identitas digital.

Mahasiswa di kampus
Baca Juga

Anak Muda dan Politik: Jangan Hanya Memilih, tetapi Juga Berpikir Kritis

Melalui visual yang estetis, Gen Z menampilkan citra diri sebagai pribadi yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada gaya hidup modern. Produktivitas tidak hanya soal hasil kerja, tetapi juga pengalaman dan estetika yang menyertainya. Dalam konteks ini, café berfungsi ganda—sebagai ruang fisik sekaligus ruang simbolik yang menghubungkan dunia nyata dan dunia maya.

IKLAN

Tidak sedikit café yang kini secara sadar menyesuaikan diri dengan tren tersebut. Desain interior dibuat instagrammable, pencahayaan diatur agar sempurna untuk foto, dan fasilitas seperti power outlet serta wifi disediakan untuk menunjang aktivitas kerja. Di era digital, café bukan hanya menjual rasa kopi, tetapi juga menjual pengalaman dan citra.

Produktivitas yang Fleksibel dan Manusiawi Generasi Z sering kali dikritik sebagai generasi yang “mudah bosan” atau “terlalu bergantung pada media sosial”. Namun di sisi lain, mereka juga dikenal sebagai generasi yang adaptif, mandiri, dan sadar akan pentingnya keseimbangan hidup. Bekerja dari café menjadi cara mereka memadukan tanggung jawab profesional dengan kebutuhan sosial dan emosional.

Di tengah tekanan dunia kerja modern yang sering menuntut kecepatan dan hasil instan, suasana café menghadirkan ruang jeda. Di sana, mereka bisa bekerja tanpa merasa terikat. Ada kebebasan dalam memilih tempat, waktu, bahkan suasana yang paling mendukung produktivitas pribadi. Ini adalah bentuk baru dari keseimbangan antara work-life integration yang mulai menggantikan konsep work-life balance tradisional.

Midnight Doomscrolling in a Tangled Mind
Baca Juga

Brain Rot: Ketika Otak Terjebak dalam Doomscrolling

Lebih jauh, tren ini mencerminkan perubahan struktur kerja di era digital. Ketika pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja—berkat internet dan perangkat portabel—maka batas antara ruang kerja dan ruang santai menjadi semakin cair. Café pun menjadi simbol dari cara baru bekerja: fleksibel, adaptif, dan berbasis pengalaman.

Ngopi Sebagai Ekspresi Budaya Urban Budaya ngopi di kalangan Gen Z tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga dengan konstruksi sosial dan budaya. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana generasi muda membangun komunitas dan menemukan identitas melalui rutinitas sederhana. Di meja kopi, mereka bertukar ide, berdiskusi, bahkan berkolaborasi untuk proyek kreatif.

Dalam konteks ini, ngopi adalah bentuk partisipasi budaya. Ia menjadi bagian dari narasi besar tentang bagaimana generasi muda menafsirkan produktivitas, waktu luang, dan kehidupan urban. Seperti halnya ruang publik klasik—taman, perpustakaan, atau warung—café menjadi arena tempat ide-ide baru lahir dan relasi sosial dibangun.

Penutup: Makna Baru dari Secangkir Kopi Fenomena “work from café” menunjukkan bahwa produktivitas tidak selalu harus formal, serius, atau kaku. Di tangan Generasi Z, produktivitas menjadi cair—dihiasi aroma kopi, suasana hangat, dan sedikit estetika visual. Café bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang yang menghidupkan keseimbangan antara kerja, gaya hidup, dan identitas.

Mungkin, di masa depan, pertanyaan “kerja di mana?” tak lagi dijawab dengan “kantor” atau “rumah”. Jawaban yang lebih relevan justru sederhana dan manusiawi: “Di café, sambil ngopi.”

Tentang Penulis Yuliana adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi yang meneliti fenomena budaya ngopi dan gaya hidup produktif generasi muda di perkotaan. Tertarik pada isu budaya populer, media sosial, dan perubahan gaya hidup di era digital.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ngopi-sambil-produktif-ketika-generasi-z-menjadikan-cafe-sebagai-kantor-kedua/87451/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Artikel Ilmiah
  • #Generasi Z
  • #Kantor Kedua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang
  2. 2

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.